Latin
: Anacardium occidentale, Linn.
Indonesia : Jambu monyet, Jambu mete
English : Cashew nut
Wilayah :
Tanaman ini berasaI dari pegunungan di benua Amerika
yang beriklim tropis (Brasila). Kini Tanaman terdapat
di daerah tropis, terutama di Asia Selatan seperti
India, Burma, Filipina, Semenanjung Melayu dan Indonesia.
Uraian Tanaman :
Tanaman Jambu monyet biasa tumbuh di hutan-hutan
dan ladang-ladang (di daerah kering, panas) pada
ketinggian 1200 m di atas permukaan laut. Tetapi
ada juga yang ditanam di halaman sebagai tanaman
buah-buahan. Jambu monyet termasuk tumbuhan berkeping
biji dua (tumbuhan berbiji belah). Diklasifikasikan
sebagai tumbuhan yang berdaun lembaga dua atau dikotil.
Jambu monyet memiliki cabang dan ranting serta tumbuh
dengan tinggi 9 - 12 m. Batang pohonnya tidak rata
dan berwarna coklat tua. Daunnya bertangkai pendek,
berbentuk lonjong dengan tepian berlekuk dan guratan
rangka daunnya terlihat jelas. Bunganya berhulu,
terkumpul dalam bentuk malai dan daun tunjangnya
lebar. Daun mahkota berwarna putih. Bagian buah
yang membesar berdaging lunak, berair dan berwarna
kuning kemerahan merupakan tangkai buah yang membesar.
Sedangkan buahnya (jambu mete), berukuran 3 cm,
berbentuk ginjal dan bijinya berkeping dua terbungkus
kulit yang mengandung getah. Kulit buah berwarna
abu-abu dan berguna sebagai obat. Tumbuhan ini tidak
termasuk golongan jambu melainkan golongan mangga.
Kandungan kimia :
Jambu monyet mengandung senyawa kimia seperti tanin,
anacardic acid dan cardol yang bermanfaat sebagai
anti bakteri dan anti septik. Daun jambu monyet
yang masih muda mempunyai komposisi antara lain:
Vitamin A sebesar 2689 SI per 100 g, Vitamin C sebesar
65 g per 100 g, kalori 73 g per 100 g, protein 4,6
g per 100 g, lemak 0,5 g per 100g, hidrat arang
16,3 g per 100 g, kalsium 33 mg per 100 g, fosfor
64 mg per 100 g, besi 8,9 mg dan air 78 g per 100
g.
Kandungan dan manfaat :
Tumbuhan obat-obatan ini dipergunakan di ±23 negara
dan termasuk dalam daftar prioritas WHO mengenai
tumbuhan obat-obatan yang paling banyak dipakai
didunia. Diperkirakan bahwa jambu monyet itu dapat
mengontrol pusat otak yang terganggu (hilang ingatan,
kelelahan kerja, gangguan seks, halusinasi, mundur
ingatan dan lain sebagainya). Kulit buahnya berwarna
abu-abu dan berguna sebagai obat. Kulit buah yang
telah ditumbuk halus dipersiapkan sebagai tinktur
atau obat bubuk. Efek sampingannya mungkin berupa
dermatitis. Kulitnya sepat rasanya dan dipakai sebagai
obat untuk menciutkan pembuluh darah.
Tanaman ini mengandung tannin, yang dapat menyebabkan
gatal-gatal pada kulit, dan air perasan kulit buah
menjadi hitam jika terkena udara, selain itu tanaman
ini juga mengandung minyak berwarna kuning muda
yang rasanya manis (minyak acayu), terdiri atas
4O-50% kardol (tannin beracun) dan asam anakardia.
Minyak ini menyebabkan kulit terbakar atau menggelembung.
KuIit buahnya juga mengandung gliserid-gliserid.
asam-asam linolein, palmitin, stearin dan lignoserin,
serta sitosterin. Kayunya mengandung katechin dan
pada seluruh bagian tumbuh-tumbuhan menghasilkan
asam gallus.
Daunnya dapat dipakai sebagai obat Iuar untuk mengobati
penyakit kulit (misaInya pemphigus neonatorum) dan
luka bakar. Air perasan kulit buah yang berminyak
bisa dipakai sebagai obat luar untuk mengobati borok
dan kutil yang menahun pada kulit. Tetapi kita harus
berhati-hati terhadap reaksi yang mengandung racun
akibat cara pengobatan tua itu. Akarnya dipakai
sebagai obat mencret dan kulitnya sebagai obat kumur
(terhadap seriawan) dan obat jerawat. Beberapa obat
resen adalah: 1.Tinktur (campuran alkohol) dari
kulit buah digunakan sebagai obat cacing. 2. Minyak
kulit buah sebagai cardolum vesicans (menyebabkan
gelembung di atas kulit) 3. Ekstrak campuran air
teIah dipaten sebagai obat pelawan tekanan darah
tinggi.