Latin
: Elettaria cardamomum / Amomumcardomomum
Indonesia : Gardamungu / Pelaga / Puwar pelaga
/ Kapol / Kapalogo
English : Cardamom
Suku : Zingiberaceae
Wilayah :
Kapulaga berasal dari hutan tropis di daerah India
Selatan dan Srilangka. Kapulaga diperkenalkan ke
negara Eropa oleh bangsa Arab sebagai bumbu. Tanaman
ini juga tumbuh dinegara Thailand, Kampu-chea, Malaysia
Barat, dan Filipina, terutama di wilayah berbukit
yang dingin, didaerah lembah dan terlindung. Di
Indonesia kapulaga ditemukan tumbuh liar dan ditanam
di wilayah perbukitan di daerah Jawa Barat dan Jawa
Tengah.
Ukuran :
Tumbuh-tumbuhan ini tumbuh berumbi akar dengan tinggi
antara 2 - 3 m. Daunnya lonjong berujung runcing
dengan panjang sekitar 30 cm dan lebar 10 cm. Bunganya
(simetris dua sisi, berwarna kemerah-merahan dan
terbagi menjadi 3 bagian) dapat dibedakan menurut
perbedaan jenis varietas setempat. Dari sana akan
dihasilkan buah kotak berwarna putih yang harum
sehingga bisa digunakan sebagai obat maupun bumbu.
Kapulaga yang diperdagangkan terdiri atas kapsul
kering, bersisi tiga, lonjong atau bundar, berwarna
abu-bu coklat, yang terbagi atas tiga ruang, berisi
padat dengan benih bersudut yang berwarna coklat.
Biji-biji tersebut mempunyai rasa pedas, kamfer,
berbau wangi, dan terasa dingin pada lidah jika
dimamah. Buahnya berada dalam tandan berbentuk bulat
kecil , kadang berbulu dan berwarna kuning kelabu.
Kapulaga sabrang (Elettaria cardamomum L.) Maton
yang berasal dari lran lebih harum baunya.Jika terlalu
banyak mengunakan kapulaga maka akan mengganggu
kerja cairan lambung.
Kandungan
& Manfaat :
Ekstrak (dimasak dengan air) dari seluruh tumbuh-tumbuhan
dipakai sebagai obat terhadap flatulensi atau meteorismus
(penimbunan gas dalam usus), kolik dan kelemahan.
Tumbuh-tumbuhan yang ditumbuk halus bersama air
dipakai sebagai obat gosok untuk penyakit encok.
Ekstrak dari umbi akar dipergunakan sebagai obat
demam. Bijinya adalah bahan mamah, dipakai juga
sebagai bumbu (untuk kue) dan sebagai obat, contohnya
untuk mengobati kesulitan bernapas, mulut berbau
(futor exore) dan untuk mengobati batuk dan gatal
ditenggorokan dengan memamahnya. Dalam bahan biji
terdapat minyak kardamon yang mengandung terpineol,
terpinylasetat, sineol, borneol dan sabinen, zat
putih telur, calcium-oksalat dan silisium.
Selain
itu juga mengandung minyak atsiri (alfaborneol
dan betakamfer) yang berkhasiat untuk mengencerkan
dahak, memudahkan pengeluaran angin dari perut,
menghangatkan, membersihkan darah, menghilangkan
rasa sakit, mengharumkan.
Kegunaan lain :
1. Batuk pada anak-anak
2. Radang amandel
3. Perut kembung
4. MuaI
5. Radang tenggorok
6. Bau mulut
7. Perut mulas karena kedinginan
8. Keringat berbau (rimpangnya)