Latin
: Curcuma Ionga / C. domestika
Indonesia : Kunir / Temu kuning / Koneng
English : Turmeric plant / saffron
Familia : Zingiberaceae
Wilayah
:
Kunyit ditanam di mana-mana, di negara-negara di
Timur kunyit digunakan sebagai pengganti saffran
dan warna kuning (seperti di India dan Indonesia
dipakai untuk Nasi kuning) dan sebagai obat (seperti
di Cina, Jepang, Indo Cina, Semenanjung Melayu dan
Indonesia). Di Indonesia ditanam dan ditemukan liar
di mana-mana.Kunyit (curcuma domestica) adalah tanamam
terna tahunan. Hampir di seluruh Pulau Jawa, kunyit
tumbuh dan berkembang secara liar di semak-sernak
hutan jati. Kunyit merupakan tumbuhan daerah subtropis
sampai tropis dan tumbuh subur di dataran rendah
lebih kurang 90 meter sampai pada ketinggian 2000
meter di atas permukaan laut.Kunyit merupakan tumbuhan
obat-obatan yang sering disebut di Farmakope, Rumusan
obat-obatan nasional atau ditulis sebagai resep
resmi, dipakai di 23 negara dan menjadi daftar prioritas
WHO tentang tumbuhan obat-obatan yang paling banyak
dipakai di dunia. Di Indonesia Kunyit banyak sekali
dipakai dalam campuran obat (Jamu).
Uraian tanaman :
Kunyit termasuk jenis rumput-rumputan, tingginya
sekitar 1 m dan bunganya muncul dari pucuk batang
semu dengan panjang sekitar 10- 15 cm dan berwarna
putih. Daunnya lebar-berlanset, licin dan berbatang
panjang. Warnanya kuning-muda sampai putih, berangkai
kemerah-merahan. Umbi akarnya berwarna kuning-tua,
berbau wangi aromatis yang luar biasa dan rasanya
agak manis. Kunyit mempunyai batang pohon semu dan
basah. Daunnya mirip dengan tumbuh-tumbuhan jenis
pisang-pisangan. Pelepah-pelepah daun kunyit yang
dominan berwarna hijau membentuk batang dengan helaian
daun berbentuk bulat telur. Rimpangnya memiliki
banyak cabang dengan kulit luarnya berwarna jingga
kecoklatan. Buah daging rimpang kunyit berwarna
merah jingga kekuning-kuningan.
Kandungan kimia :
Kunyit merupakan jenis temu-temuan yang mengandung
senyawa kimia berkeaktifan fisioiogi yaitu minyak
atsiri (mengandung senyawa-senyawa kimia seskuiterpen
alkohol, turmeron dan zingiberen) dan kurkumirioid
(mengandung senyawa kurkumin dan turunnya berwarna
kuning yang meliputi desmetoksikurkumin dan bisdesmetoksikurkumin).
Rimpang kunyit mengandung pati atau amilum, gom
dan getah. Minyak atsiri juga memberi aroma harum
dan rasa khas pada umbinya. Kunyit mengandung curcumin
(Zat berwarna kuning), turmeron, zingiberen; minyak
terbang, turmerol (minyak turmerin, yang menyebabkan
rasa aromatis dan wangi kunyit), fellandren, kamfer,
curcumon, lemak, pati, damar-damaran. Berdasarkan
percobaan telah ditemukan bahwa minyak terbangnya
mengurangi kematian tikus besar yang telah diinfeksi
dengan virus influensa. Berdasar sifat anti koagulasi
(pembekuan darah)nya, ia dipakai sebagai obat anti
melahirkan.
Umbi akar yang berumur lebih dari satu tahun dipakai
sebagai obat (umbi akar bersifat mendinginkan, membersihkan,
mempengaruhi bagian perut, merangsang, melepas kelebihan
gas di usus, menyetop pendarahan dan mencegah pengentalan
darah) selain itu juga digunakan sebagai bumbu masak
(bagian dari bubuk kari). Kunyit dipakai juga sebagai
anti gatal dan anti-kejang dan sebagai obat gingivitis
(pembengkakan selaput lendir mulut). Kunyit diminum
sebagai ekstrak atau dipakai sebagai salep untuk
mengobati borok, absis, bengkak dan encok. Setelah
dibakar dan dihisap asapnya, kunyit berkhasiat melegakan
hidung tersumbat.
Berdasar Farmakope Cina, umbi akar Kunyit dipakai
sebagai obat sakit dada dan perut, lengan sakit,
sakit pada saat haid, luka-luka dan borok. Kunyit
dianggap sangat mujarab untuk menyembuhkan haid
yang tidak teratur, melancarkan aliran darah, melarutkan
gumpalan darah dan dijadikan resep untuk mengobati
sakit perut, dada dan punggung.