Latin
: Myristica fragrans (MaIuku) / M. argantea
(Pala Irian) / M. Fatua (Pala Ielaki) / M. Moschata
Indonesia : PahaIo / Paala / PaIa bibinek
English : Nutmeg / Mace
Familia : Myristicaceae
Wilayah :
Berasal dari Maluku (MisaInya Ambon), kini ditanam
di negara-negara tropis, dan di kepulauan Antillia.
Dikenal di India dibawa oleh bangsa Hindu yang teIah
menetap di Jawa dan di kepuIauan bagian timur. Dari
India sampai Irian dan Eropa, biji PaIa dan fulinya
digunakan sebagai bumbu dan obat. Tanaman ini biasa
ditanamdi kebun dan tempat lain pada ketinggian
sekitar 1000 m dari permukaan laut.PaIa merupakan
tumbuhan obat-obatan yang seringkaIi disebut di
Farmakope, Ramuan obat-obatan Nasional atau ditulis
sebagai resep resmi, serta dipergunakan sekurang-kurangnya
di 23 negara.
Uraian Tanaman :
Tumbuhan berbatang sedang ini memiliki tinggi sekitar
18 m. Daunnya berbentuk bulat-telur atau lonjong-panjang
dimana kaki dan ujungnya tajam. Bagian belakang
daun berwarna biru-hijau, sedang bagian atas daun
berwarna hijau-tua, berukuran 15 x 7 cm dan berbau
wangi aromatis. Bunganya berwarna kuning; sebagian
besar adalah bunga jantan dan sebagian lagi bunga
betina. Bunga tersebut berkumpul sebagai malai yang
bercagak kecil dan tidak berbulu. Bunga jantan berbentuk
buyung, besarnya antara 7-9 mm, dengan tiang benang-sari
sedangkan bunga betina agak lebih besar dan tidak
mempunyai tiang benang sari. Tanaman pala berbuah
bundar, dengan kerut menurut panjangnya buah dan
terbagi dalam dua belah. Biji paIa yang diperdagangkan
berwarna merah, tertutup oleh mantel berdaging berupa
daun (fuli atau arillus, dengan corak merah tua
halus); daging buah keras, berwarna keputih-putihan,
mengandung getah putih, dan rasanya kelat, enak
dimakan dengan gula atau sirop.
Kandungan Kimia :
Buah pala mengandung zat-zat : minyak terbang
(myristin, pinen, kamfen (zat membius), dipenten,
pinen safrol, eugenol, iso-eugenol, alkohol), gliseda
(asam-miristinat, asam-oleat, borneol, giraniol),
protein, lemak, pati gula, vitamin A, B1 dan C.
Minyak tetap mengandung trimyristin.
Biji pala dikenal sebagai Myristicae Semen yang
mengandung biji Myristica Fragrans dengan lapisan
kapur, setelah fulinya disingkirkan. Bijinya mengandung
minyak terbang, dan memiliki wangi dan rasa aromatis
yang agak pahit. Sebanyak 8 - 17% minyak terbang
yang ditawarkan merupakan bahan yang terpenting
pada fuli.
Kegunaan :
PaIa dikenal sebagai obat pelepas kelebihan gas
di usus dan sebagai obat perut. Kulit dan daunnya
mengandung minyak terbang dengan wangi pala yang
menyenangkan. Pala Irian dipakai sebagai obat pencahar
sedangkan pala jantan dipakai sebagai obat rnencret
dan obat perangsang. Bunga kering (kembang Pala)
dipakai pada pelbagai campuran jamu. Getah segar
yang berwarna kehijau-hijauan dari buahnya (beserta
air) dipakai sebagai obat kumur untuk mengobati
sariawan. Sabun Pala beguna untuk mengobati encok.
Kegunaan khusus dari biji Pala, yarig dikenal sebagai
Nux moschata M.moschata adalah sebagai obat homoeo-pathi.
Biji kerasnya setelah dicuci untuk menghilangkan
kapurnya, dibuat menjadi tinktur (direndam dalam
alkohol) atau tepung. Obat homoeopathis berguna
untuk mengobati sakit histeri, sembelit, mencret
dan penyakit sulit tidur atau perut kembung.
Biji PaIa telah terbukti berhasil mengobati mencret
pada manusia maupun pada hewan. Di India maupun
di Indonesia, biji Pala sudah umum dipakai sebagai
obat mencret. Berdasarkan pembuktikan di labolatorium
bahwa biji pala bereaksi dengan prostaglandin-prostaglandin.
Keterangan :
- Jika takaran biji pala terlampau tinggi maka
akan menimbulkan efek merangsang (hampir mendekati
keracunan), karena biji pala menimbulkan efek membius
dan menimbulkan rangsangan yang kuat pada urat-saraf
disusul oleh depresi dan tanda-tanda keracunan seperti
sakit kepala, kejang, halusinasi, pusing kepala,
runtuh, dan sebagainya.
- Biji pala menyebabkan rasa ngantuk, kulit dan
selaput lindir kering, gemetaran, hilang ingatan
dan rasa berat di kepala.