asiamaya.com - optimized for cell phone and PC browsing

 

KEDUDUKAN ANAK KANDUNG DAN ANAK ADOPSI BERKAITAN DENGAN PENGHIBAHAN


Pertanyaan :

Orang tua saya bersama kakaknya membeli tanah di th 70-an. Berhubung saat itu status mereka WNA, papa saya mengadopsi anak WNI (yg masih keponakan) pada saat umurnya 20 th. Setelah papa saya WNI, dan saya lahir sebagai anak kandungnya, papa menyuruh nama sang anak adopsi menghibahkan ke nama saya. Sekarang dia menggugat untuk meminta bagian ketika saya berniat menjual rumah itu. Kuatkah posisi saya ? Apakah memang dia bisa menggugat kembali haknya yg telah dihibahkan ? Mohon jawaban segera

Husni Yusdianto


Jawaban :

Secara sederhana hibah dapat diartikan sebagai pemberian sebagian atau seluruh harta kekayaan seseorang kepada orang lain sewaktu masih hidup dan peralihan hak dari pemberi hibah kepada penerima hibah.

Menghibahkan sesuatu harta kekayaan kepada orang lain memang hak pewaris sebagai pemilik atas harta kekayaan tersebut, namun UU menghendaki agar harta kekayaan yang dihibahkan pewaris harus harta kekayaan yang tersedia untuk pewaris itu saja dan tidak boleh menghibahkan harta kekayaan yang tidak tersedia untuk pewaris.

Dengan dihibahkannya tanah tersebut kepada anak adopsi (masih keponakan), maka anda sebagai ahli waris sah menurut UU telah kehilangan bagiannya sebagai ahli waris.

Posisi anda sangat kuat karena anda sebagai anak kandung. Dengan dihibahkannya sebidang tanah kepada anak adopsi (masih keponakan) berarti merugikan anda sebagai ahli waris utama. Apalagi bila rumah itu merupakan satu-satunya kekayaan dari orang tua.

Hibah merupakan perbuatan hukum yang dilakukan atas kehendak yang ikhlas dari pemberi hibah. Maka pembatalan hibah terhadap anak adopsi tersebut sudah pasti menimbulkan perlawanan dari penerima hibah. Hal ini dikarenakan si penerima hibah menganggap bahwa ia menerima hibah berdasarkan pemberian yang tulus dari pewaris dan ia tidak pernah memaksa.

Adalah bertentangan dengan rasa keadilan dan kepatutan, jika harta peninggalan yang merupakan harta pencarian seseorang diberikan seluruhnya kepada anak adopsi (kemenakan), hingga menghilangkan hak anak kandung yang sebenarnya adalah pewaris sah.

Dalam hal ini anak adopsi tersebut..