asiamaya.com - optimized for cell phone and PC browsing

HOME

PHK TANPA UANG PESANGON


Pertanyaan :

Teman saya adalah office boy pada sebuah kantor konsultan hukum di Jakarta. Ia sudah bekerja selama 2 tahun dari senin sampai jum'at pukul 8.00-17.00 dan sabtu pukul 8.30-14.00. Tiga hari yang lalu ia di berhentikan oleh pimpinan dengan alasan bahwa ia telah pulang lebih awal pada hal pekerjaan kantor belum selesai--pada saat itu ia pulang pukul 22.00 WIB (kantornya sedang melakukan renovasi sehingga ada beberapa hal yang perlu dibereskan). Ketika ia menanyakan uang pesangon, pimpinan mengatakan oleh karena dirinya adalah pegawai tidak tetap maka tidak berhak memperoleh pesangon sebagai tambahan antara ia dengan kantor tidak dibuat perjanjian kerja.

1. Benarkah kantor itu dapat memPHK tanpa pesangon ?

2. Ia dianjurkan untuk membuat permohonan kepada pimpinan agar diberikan pesangon adakah hal tersebut diatur dalam hukum ketenagakerjaan ?


Terima Kasih

Dadi

 

Jawaban :


Pemutusan hubungan kerja oleh majikan/pengusaha merupakan hal yang tidak dapat dihindari baik demi penyelamatan perusahaan maupun karena sikap mental dari para buruhnya.

Prosedur PHK secara perseorangan, pada prinsipnya rencana atau maksud mengadakan PHK harus dirundingkan lebih dahulu secara musyawarah oleh kedua belah pihak yaitu majikan dan pekerjanya. Apabila disepakati hal ini harus dituangkan dalam persetujuan bersama yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak.

Didalam pasal 1603 d KUHPerdata disebutkan, "Pada umumnya buruh wajib melakukan dan tidak melakukan segala sesuatu yang seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan oleh seorang buruh yang baik, dalam keadaan yang sama".

Ketentuan ini merupakan kewajiban timbal balik dari majikan wajib bertindak sebagai majikan yang baik. Dengan demikian pekerja wajib melaksanakan kewajibannya dengan baik. Pekerja juga wajib melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan menurut peraturan perundang-undangan, kepatutan maupun kebiasaan.

Dalam kasus ini walaupun tidak adanya perjanjian kerja antara office boy dan pimpinanya, seharusnya sebagai majikan yang baik ia memberikan uang pesangon dan office boy berhak untuk menuntut haknya, terlebih lagi office boy tersebut telah berkerja dikantor tersebut selama dua tahun. Mengenai hal ini diatur dalam pasal 1602 y KUHPerdata disebutkan : "Majikan pada umumnya wajib melakukan segala sesuatu yang dalam keadaan yang sama seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan oleh seorang majikan yang baik".

Dari ketentuan tersebut dapat disimpulkan bahwa meskipun ada kewajiban yang tidak tertulis tetapi menurut kepatutan serta kebiasaan atau undang-undang seharusnya wajib dilakukan atau tidak dilakukan, majikan harus melaksanakan hal tersebut.

Bagaimanapun juga, seharusnya majikan tidak memecat office boy itu begitu saja, terlebih waktu kerja office boy telah melampaui jam kerja. Meskipun ada renovasi kantor bukan berarti office boy bekerja melampaui waktu kerja.

Office boy dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan pesangon kepada pimpinannya karena memang ia berhak, karena apabila PHK karena kesalahan ringan dari pekerja, pengusaha wajib memberikan kewajiban memberikan uang pesangon.

Besarnya uang pesangon ditetapkan sekurang-kurangnya sebagai berikut :
a. Masa kerja kurang dari 1 tahun................................................1 bulan upah
b. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun.............2 bulan upah
c. Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun ............3 bulan upah
d. Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun ............4 bulan upah
e. Masa kerja 4 tahun atau lebih ..................................................5 bulan upah


***

I never aimed at being a famous writer, and hopefully, I never will be. (I assume that this would only mean trouble.)

This page: http://www.asiamaya.com/konsultasi_hukum/perj_kerja/phk.htm
Copyright © Dan Kardarron
333 Srinakarin Roads
Nongbonsa
Bangkok, 10250
Thailand