asiamaya.com - optimized for cell phone and PC browsing

HOME

MERGER


Dengan hormat bersama ini saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada ibu mengenai "MERGER" sebuah perusahaan, kami karyawan sebuah perusahaan ritail yang sudah berganti nama namun pengelolanya masih pada 3 (tiga) PT, hal tersebut menyebabkan terjadinya merger untuk membuat tiga PT tersebut menjadi satu.

Pertanyaan :

1. Bagaimana nantinya nasib para karyawan ?

2. Hak-hak apa saja yang akan kami dapatkan ?

3. Kemungkinan-kemungkinan apa saja yang akan timbul/terjadi dalam peristiwa merger tersebut yang akan terjadi pada para karyawan tolong juga diberitahukan landasan-landasan hukum apa saja yang dapat menguatkan posisi para karyawan nantinya, juga bagaimana prosedur merger tersebut semestinya( tata cara dan kemungkinan-kemungkinan yang timbul) besar harapan kami kiranya ibu dapat memberi jawaban dan saran karena semua itu akan membantu kami para pekerja yang tidak tahu apa-apa atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih banyak.

 

Agus Saleh

 

Jawaban :

Merger adalah a combination of two or more corporations, where the dominant unit absorbs the passive unit, the former continuing operations, usually under the same name (Encyclopedia of Banking and Finance).
Dalam pengertian yang diberikan pada rumusan di atas jelas bagi kita merger merupakan suatu bentuk penggabungan dua badan usaha, dimana badan usaha yang menggabungkan diri bubar demi hukum, masuk ke dalam badan usaha lainnya yang tetap ada dengan nama yang sama. Walaupun demikian seluruh asset, hak dan kewajiban dari badan hukum yang bubar tersebut tidaklah menjadi hilang sama sekali, melainkan diabsorp atau dengan kata lain diambilalih oleh perusahaan yang masih tetap ada tersebut.

Ketentuan lain yang mengatur tentang merger (penggabungan) dalam pasal 102 UUPT No.1 Tahun 1995 yaitu satu perseroan atau lebih dapat menggabungkan diri menjadi satu dengan perseroan yang telah ada atau meleburkan diri dengan perseroan lain dan membentuk perseroan baru.

Perbuatan hukum penggabungan sebuah perseroan harus memperhatikan:

a. kepentingan perseroan, pemegang saham minoritas dan karyawan perseroan.

b. kepentingan masyarakat dan persaingan sehat dalam melakukan usaha.

Berdasarkan dengan adanya ketentuan-ketentuan tersebut maka semua hak dan kewajiban karyawan yang ada pada saat ini akan diambilalih atau menjadi tanggungjawab perseroan yang digabungkan (di merger) tersebut.

Mengenai hak-hak yang akan Anda dapatkan tergantung dari adanya isi dari perjanjian perseroan dengan para karyawannya.

Kemungkinan yang akan terjadi akibat adanya merger yaitu pemutusan hubungan kerja dari sebagian karyawan.
Dengan adanya pemutusan hubungan kerja, karyawan berhak mendapatkan uang pesangon dan uang jasa.

Landasan-landasan hukum yang dapat menguatkan posisi karyawan pada saat ini belum ada secara spesifik yang mengatur tetapi hanya ada satu dasar hukum yang dapat dipakai yaitu Pasal 104 UU PT No. 1 Tahun 1995 perbuatan hukum penggabungan peleburan, dan pengambilalihan perseroan sebuah perseroan harus memperhatikan:

a. kepentingan perseroan, pemegang saham minoritas dan karyawan perseroan.

b. kepentingan masyarakat dan persaingan sehat dalam melakukan usaha.

Prosedur merger diatur dalam Peraturan Pemerintah No.27 Tahun 1998 Pasal 7 bahwa usulan rencana penggabungan yang disusun oleh Direksi wajib mendapat persetujuan Komisaris sebelum pada akhirnya dituangkan dalam Rancangan Penggabungan untuk disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan. Usulan rencana (dan atau Rancangan) Penggabungan tersebut sekurang-kurangnya harus memuat:

a. nama dan tempat kedudukan perseroan yang akan melakukan penggabungan;

b. alasan serta pernjelasan masing-masing Direksi perseroan yang akan penggabungan dan persyaratan penggabungan;

c. tata cara konversi saham dari masing-masing perseroan yang akan melakukan penggabungan terhadap saham perseroan hasil penggabungan;

d. rancangan perubahan Anggaran Dasar perseroan hasil penggabungan;

e.neraca, perhitungan laba rugi uang meliputi 3 (tiga) tahun buku terakhir dari suatu perseroan yang akan melakukan penggabungan;

f. hal-hal yang perlu diketahui oleh pemegang saham masing-masing perseroan, antara lain :

1) neraca proforma perseroan hasil penggabungan sesuai dengan standar akuntansi keuangan, serta perkiraan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan keuntungan dan kerugian serta masa depan perseroan yang dapat diperoleh dari penggabungan berdasarkan hasil penilaian ahli yang independen;

2) cara penyelesaian status karyawan perseroan yang akan menggabungkan diri;

3) cara penyelesaian hak dan kewajiban perseroan terhadap pihak ketiga;

4) cara penyelesaian hak-hak pemegang saham yang tidak setuju terhadap penggabungan perseroan;

5) susunan, gaji dan tunjangan lain bagi Direksi dan Komisaris perseroan hasil penggabungan;

6) perkiraan jangka waktu pelaksanaan penggabungan;

7) laporan mengenai keadaan dan jalannya perseroan serta hasil yang telah dicapai ;

8) kegiatan perseroan dan perubahan selama tahun buku yang sedang berjalan;

9) rincian masalah yang timbul selama tahun buku yang sedang berjalan yang mempengaruhi kegiatan perseroan ;

10) nama anggota Direksi dan Komisaris;

11) gaji dan tunjangan lain bagi anggota Direksi dan Komisaris.


***

This is the tongkat ali (eurycoma longifolia) botanical documentation website of UD Sumatra Pasak Bumi, the world's foremost tongkat ali company.

This page: http://www.asiamaya.com/konsultasi_hukum/perusahaan/merger.htm
Copyright © Dan Kardarron
333 Srinakarin Roads
Nongbonsa
Bangkok, 10250
Thailand