|
English
Version
Iraq
/ Sejarah / Dinasti Abbasid
Dinasti
Abbasid berkuasa dari tahun 750 sampai 1258, periode
dimana kultur Arab-Muslim bergabung dengan seni dan
administrasi Persia. Periode ini juga merupakan periode
dimana banyak Orang Yunani dan Roma berkarya di bidang
philosophy dan ilmu pengetahuan yang kemudian di terjemahkan
ke dalam bahasa Arab dan kemudian disesuaikan dengan
nilai-nilai dan konsep-konsep Islam.
Kisah
tentang Scheherazade seperti yang diceritakan dalam
Pesta Malam Arabian memberikan suatu ide kehidupan dalam
suatu hal yg paling dikenal dari peraturan Abbasid,
Caliph Harun ar _Rashid. Cerita tersebut memasukkan
banyak hal tentang pelaut Sinbad, Ali Baba, dan 40 pencuri
serta Aladin dan lampu ajaibnya. Mereka menceritakan
tentang cara berpakaian, kehidupan dan pemerintahan
pada masa itu. Mereka menunjukkan bahwa peran perdana
menteri dalam memimpin bangsa adalah pengaruh dari cara
pemerintahan Persia.
Kemuliaan
periode bangsa Abbasid mulai kelam dibawah pengaruh
kerajaan Turki Seljuq, yang berpusat di Estafan (sekarang
Iran). Orang Turki di pengadilan Baghdad menganggap
posisinya secara administratif sangat berpengaruh. Peranan
dari Menteri Turki yang agung juga baru mulai berkembang,
dan pada permulaan abad 12 kalifah Abbasid sering dianggap
sebagai tokoh saja. Meskipun Turki mengambil kekuasaan
dari kalifah, mereka masih memegang kerajaan bersama-sama,
sampai bangsa Mongolia menaklukkan Baghdad tahun 1258.
Walaupun kekuasaan kalifah Abbasid telah berakhir namun
penerus bangsa ini tetap melanjutkan masa pemerintahannya
di Arab. Iraq akhirnya menjadi sebuah kerajaan kecil.
kembali
ke halaman daftar isi
|