pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile


Laos


Sejarah

Kemerdekaan

Pada 19 Juli 1949, Perancis mengakui dengan resmi kemerdekaan Laos. Setelah lebih dari 3 dekade, sejak tahun 1949 sampai tahun 1975, situasi politik di Laos selalu dalam keadaan yang tidak stabil.
Terdapat tiga golongan yang berjuang untuk merebut kekuasaan, yaitu :
1. Konservatif, yang memiliki kekuatan sejumlah 30.000 tentara dari suku
perbukitan, Hmong (Meo).
2. Netralis (penganut politik bebas), dipimpin oleh pangeran Souvanna Phouma.
3. Komunis, dipimpin oleh pangeran yang feodal bernama Souphanouvang (bertentangan dengan paham komunis Marx).

Perang saudara diantara 3 golongan yang saling bersaing itu, tidak separah dengan perang saudara di Vietnam atau di Kamboja. Dalam 3 dekade setelah dibentuk pemerintahan koalisi, ketiga golongan tersebut masuk kedalamnya. Kekuasaan netralis selalu memimpin koalisi-koalisi.

Sejak tahun 1964 sampai 1973, Amerika Serikat berperang secara diam-diam di wilayah Laos, melawan komunis-komunis Lao dan juga tentara Vietnam Utara yang mengirimkan peralatan perang kepada Vietkong di Vietnam Selatan melalui Jalur Ho Chi Min dengan melewati daerah Laos.

Setelah mundurnya kekuatan Amerika Serikat dari Indochina di tahun 1973, pemerintahan sayap kanan di Vientiane menggantikan pemerintahan koalisi yang netral dan komunis-komunis Pathet Lao.

Pada tahun 1975, setelah pasukan komunis menaklukan ibukota Vietnam dan Kamboja, komunis Pathet Lao memperoleh kekuatan tunggal di Laos. Sementara di Laos, sebagian penduduk tertahan di tempat penampungan, dimana tidak terjadi balas dendam seperti di Kamboja. Perdana menteri netralis terdahulu yang bernama Souvana tidak ditahan tetapi hanya diturunkan pangkatnya menjadi penasehat pemerintah.

Dalam dekade berikutnya Laos berusaha menjalin hubungan dengan Vietnam. Orang yang paling berkuasa di dalam komunis Laos, Sekertaris Jendral dari Partai Rakyat Revolusioner, yaitu Kaysone Phomvihan memiliki darah campuran Laos dan Vietnam.

Di bulan Maret 1991, Pada kongres ke lima dari Partai Rakyat Revolusioner, perubahan jangka panjang dari struktur ekonomi negara ini diputuskan. Seperti di Cina dan Vietnam, perusahaan-perusahaan swasta, persaingan pasar bebas dan penanam modal asing diijinkan, agar dapat mempercepat perkembangan ekonomi di negara ini. Bagaimanapun, sama seperti di China dan Vietnam, pemimpin politik tetap tidak diperbolehkan untuk membagi kekuasaan dalam sistem multi partai.

 

back to content page

 


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/laos/e-01land/ec-lan22.htm Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia