Kota Luang Prabang
Luang Prabang terletak di tepi sungai Mekong,
sekitar 500 kilometer dihulu sungai dari Vientiane
dan 300 meter diatas permukaan laut. Luang Prabang
merupakan kota tertua di Laos yang masih ada sampai
sekarang. Sejarah terpenting bagi kota ini adalah
kota ini pernah menjadi pusat kerajaan. Pada tahun
1563 Raja Setthathirat memindahkan pemerintahannya
ke Vientiane, tetapi pada saat itu, Luang Prabang
sudah menjadi ibukota selama hampir 800 tahun.
Memang
benar, kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa
selama 600 tahun pertama dari sejarah Luang Prabang
tidak pernah bisa berkembang dan memperluas kerajaannya.
Hanya Pangeran Fa Ngoum yang menjadikan Luang
Prabang sebagai ibukota, dapat memperluas kerajaannya.
Kota
kecil yang saat ini berpenduduk 20.000 jiwa,
merupakan kota yang indah karena terletak dibawah
kaki gunung berbatu, gunung Phousi dan di tepi
sungai Mekong. Kota ini memiliki suasana yang
romantis, walaupun banyak bangunannya yang tidak
terlalu kuno. Tetapi di kota ini dikelilingi oleh
hutan yang luas, sehingga masyarakat bisa
memanfaatkan hasil hutan yaitu kayu, sebagai bahan
bangunan.
Selama
sejarah berlangsung, kota sering kali ditaklukkan
dan habis terbakar. Kejadian seperti ini terakhir
kali berlangsung pada tahun 1880-an ditangan bangsa
Cina. Kota ini seringkali menjadi sasaran permusuhan
oleh bangsa Thailand dan bangsa Vietnam.
Setelah
penyerbuan, banyak bangunan yang rusak dibangun
kembali dan beberapa diantaranya terus dirombak,
agar bentuknya kira-kira seperti sebelum penyerbuan
berlangsung. Walaupun tidak lama setelah ini secara
fisik arsitektur ditentukan kembali seperti berabad-abad
lalu, yang disesuaikan dengan kondisi kota maka
tidak dapat diragukan lagi, akan menambah daya
tarik Luang Prabang. Untuk itu, banyak Wat di
dalam maupun di sekitar kota didirikan sebagai
sarana spiritual.
back
to content page
|