|
Negara
Bagian Perak
Perak,
Tanah Harapan, luasnya 21.000 kilometer
persegi dan berpenduduk sekitar dua juta jiwa.
Negara
bagian ini di bagi menjadi sembilan distrik
dan beberapa kota-kota besar termasuk Ipoh,
Kuala Kangsar, Taiping, Teluk
Intan dan Lumut.
Kuala
Kangsar adalah kota kerajaan dari Perak,
sedangkan Ipoh merupakan pusat pemerintahan
dan ibukota negara bagian.
Selama
berabad-abad, Perak telah dikenal dengan
simpanan timahnya. Untuk itulah negara
bagian ini diberikan nama seperti itu, yang berarti
perak dalam bahasa Melayu, berasal dari timah
perak.
Penemuan
Timah oleh Long Jaafar yang membawa gelombang
para pendatang ke Perak. Sehingga negara bagian
Perak ini di huni oleh berbagai ras yang hidup
harmonis, yang digambarkan dengan keanekaragaman
dalam bahasa, kebudayaan dan warisan budaya yang
dimiliki.
Perak
memiliki catatan yang cukup membanggakan
yang membuat segala keadaan menjadi baik. Meskipun
timah merosot pada tahun 1983, Perak telah berhasil
dalam merestukturisasi pembangunan ekonominya,
menghasilkan perkembangan industri yang terus
menerus. Rancangan dasar dari pembangunan
dan standar fasilitas internasional membuat lingkungan
yang ideal untuk membuka lahan usaha.
Dahulu
Ipoh merupakan sebuah kampung yang tidak begitu
di kenal dengan bangunan-bangunan yang sudah rusak.
Ipoh, kota yang di bangun dengan timah, telah
menjadi satu dari banyak kota besar di Malaysia.
Keseimbangan sebuah kota untuk menjadi sebuah
pusat industri, usaha, penanaman modal,
pendidikan dan aktivitas sosial. Ipoh, sebagai
ibukota negara bagian menampilkan kemajuan dan
pembangunan yang menyeluruh.
Terdapat
banyak pusat perbelanjaan modern dan supermarket
di Perak khususnya di daerah Ipoh dan kota-kota
besar lainnya. Di Ipoh terdapat suatu tempat di
mana anda bisa mendapatkan barang-barang yang
bagus dan murah yaitu di Pasar Malam.
Tempat ini dinamakan bazaar jalanan (pasar murah
yang ada di pinggiran jalan) yang menjual berbagai
macam barang, dari kerajinan lokal sampai obat-obatan
tradisional, dari produk-produk baru pertanian
sampai ke pakaian santai.
back
to content page
|