Era Bagan
Pada tahun 849, orang-orang Bagan
mendirikan kota Bagan di tepi sungai Ayeyarwaddy
sekitar 500 kilometer dari utara mulut sungai.
Bagan adalah pusat sejarah dari Myanmar
dimana informasi sejarah mengenai kekayaan Bagan
tersedia disini. Walaupun sebelumnya, di lembah
Ayeyarwaddy terdapat sebuah pusat kerajaan, tetapi
jarang terdengar cerita akan sejarah mengenai
kerajaan yang terdahulu. Sebelum orang-orang Birma
yang disebut sebagai orang Mon, yang masih berhubungan
dengan Kamboja, dan sebelum orang-orang Tibet-Burman
yaitu Pyu mendirikan kerajaan di lembah atau delta
Ayeyarwaddy, daerah itu dikuasai oleh orang-orang
Bagan Birma.
Raja
Anawratha naik tahta di Kerajaan Bagan pada tahun
1044. Pada tahun 1056, ia masuk
agama Budha melalui seorang pendeta Mon, yaitu
Shin Arahan.
Tak
lama kemudian, pada tahun 1057, Raja Anawaratha
berperang melawan daerah Mon yaitu kota Bago (Pegu)
untuk memiliki naskah suci Budha (Tripitaka),
dimana Raja Mon Manuha tidak mau menyerah secara
sukarela. Tetapi setelah beberapa bulan mengepung
Bago, Manuha akhirnya menyerah. Bago dihancurkan
dan Tripitaka dibawa dari Bagan dengan menggunakan
32 ekor gajah putih. Tentara Birma membawa
30.000 orang tawanan Mon ke Bagan, diantaranya
terdapat sejumlah seniman dan pekerja
tangan yang ahli, dimana pada abad selanjutnya,
mereka tidak hanya membawa kekayaan tapi juga
menentukan kebudayaan Bagan. Selama periode tersebut,
pagoda dibangun dengan mengikuti gaya Mon.
Orang-orang Birma beradaptasi dengan gaya
Mon. Raja Mon, Manuha dihadiahkan sebuah pagoda
besar dari Bagan, yaitu Shwezigon yang
memiliki makna sebagai kuil budak.
Setelah
aksinya melawan Mon, Raja Anawratha berhasil menaklukan
kerajaan Shan pada waktu itu, dimana daerah
tersebut berbatasan langsung dengan kerajaan Birma
di utara, lalu dilanjutkan dengan melawan kerajaan
Arakan di bagian Barat Bagan.
Setelah
berkuasa selama 33 tahun, Raja Anawratha terbunuh
oleh banteng liar di tahun 1077. Dia digantikan
oleh putranya Sawlu, yang selanjutnya memperluas
batas kerajaan. Setelah Raja Sawlu wafat di tahun
1084, Raja Kyanzittha naik tahta
dan selanjutnya juga memperluas kerajaannya sampai
ke wilayah selatan.
Pada
tahun 1287, sekelompok pasukan berkuda
Mongolian dibawah pimpinan Kublai Khan berhasil
menghancurkan kerajaan Bagan.
back
to content page
|