pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile


Untuk informasi selanjutnya tentang Myanmar Era Bagan, silahkan coba search engine di kanan. Ketik saja Myanmar Era Bagan dan tekan Enter.

For more information about Myanmar Era Bagan, please try the search engine to the right. Just type Myanmar Era Bagan and press Enter.
www.goto.com Search the Web.
Myanmar


Era Bagan


Pada tahun 849, orang-orang Bagan mendirikan kota Bagan di tepi sungai Ayeyarwaddy sekitar 500 kilometer dari utara mulut sungai. Bagan adalah pusat sejarah dari Myanmar dimana informasi sejarah mengenai kekayaan Bagan tersedia disini. Walaupun sebelumnya, di lembah Ayeyarwaddy terdapat sebuah pusat kerajaan, tetapi jarang terdengar cerita akan sejarah mengenai kerajaan yang terdahulu. Sebelum orang-orang Birma yang disebut sebagai orang Mon, yang masih berhubungan dengan Kamboja, dan sebelum orang-orang Tibet-Burman yaitu Pyu mendirikan kerajaan di lembah atau delta Ayeyarwaddy, daerah itu dikuasai oleh orang-orang Bagan Birma.

Raja Anawratha naik tahta di Kerajaan Bagan pada tahun 1044. Pada tahun 1056, ia masuk agama Budha melalui seorang pendeta Mon, yaitu Shin Arahan.

Tak lama kemudian, pada tahun 1057, Raja Anawaratha berperang melawan daerah Mon yaitu kota Bago (Pegu) untuk memiliki naskah suci Budha (Tripitaka), dimana Raja Mon Manuha tidak mau menyerah secara sukarela. Tetapi setelah beberapa bulan mengepung Bago, Manuha akhirnya menyerah. Bago dihancurkan dan Tripitaka dibawa dari Bagan dengan menggunakan 32 ekor gajah putih. Tentara Birma membawa 30.000 orang tawanan Mon ke Bagan, diantaranya terdapat sejumlah seniman dan pekerja tangan yang ahli, dimana pada abad selanjutnya, mereka tidak hanya membawa kekayaan tapi juga menentukan kebudayaan Bagan. Selama periode tersebut, pagoda dibangun dengan mengikuti gaya Mon. Orang-orang Birma beradaptasi dengan gaya Mon. Raja Mon, Manuha dihadiahkan sebuah pagoda besar dari Bagan, yaitu Shwezigon yang memiliki makna sebagai kuil budak.

Setelah aksinya melawan Mon, Raja Anawratha berhasil menaklukan kerajaan Shan pada waktu itu, dimana daerah tersebut berbatasan langsung dengan kerajaan Birma di utara, lalu dilanjutkan dengan melawan kerajaan Arakan di bagian Barat Bagan.

Setelah berkuasa selama 33 tahun, Raja Anawratha terbunuh oleh banteng liar di tahun 1077. Dia digantikan oleh putranya Sawlu, yang selanjutnya memperluas batas kerajaan. Setelah Raja Sawlu wafat di tahun 1084, Raja Kyanzittha naik tahta dan selanjutnya juga memperluas kerajaannya sampai ke wilayah selatan.

Pada tahun 1287, sekelompok pasukan berkuda Mongolian dibawah pimpinan Kublai Khan berhasil menghancurkan kerajaan Bagan.

 

back to content page

 


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/myanmar/e-01land/em-lan40.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia