|
Myanmar Saat ini
Setelah
Myanmar jatuh kedalam jurang ekonomi untuk
pertama kalinya pada Maret 1988, demonstrasi
besar-besaran melawan pemerintah terjadi di daerah
Yangon. Demonstrasi tersebut terus berlanjut untuk
beberapa bulan.
Meskipun
demonstrasi itu telah dibiarkan beberapa
bulan, tetapi pada akhirnya, pada 8 Agustus
1988, para tentara menggunakan cara kekerasan
untuk melawan para demonstran di Yangon, yang
mengakibatkan banyak para demonstran yang meninggal
dunia. Pada hari itu juga kota-kota di seluruh
myanmar yang melakukan demonstrasi di bersihkan
dengan menggunakan senjata. Media Internasional
menyebutkan sekitar 3.000 sampai 4.000 orang meninggal
dan 12.000 orang terluka.
Jenderal
Saw Maung mengambil
alih kekuasaan politik pada 18 september 1988,
dan membentuk State Law and Order Restoration
Council (SLORC) sebagai pemerintahan. SLORC
menjanjikan pemilihan yang bebas dalam waktu dekat.
Selama
pemilihan parlemen pada 27 Mei 1991, yang
di nilai oleh pengamat luar negeri yang diadakan
dengan seadil-adilnya, kandidat dari partai oposisi
yaitu Perserikatan Nasional untuk Demokrasi memangkan
82 % dari 13 juta penduduk yang memberikan suara
sehingga mendapatkan 392 kursi dari 485 kursi
parlemen.
Pada
Oktober 1991, Aung San Suu Kyi diberikan penghargaan
Nobel Perdamaian. Dia dibebaskan dari tahanan
rumah pada Juni 1995.
back
to content page
|