pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile


Untuk informasi selanjutnya tentang Myanmar Bagan, silahkan coba search engine di kanan. Ketik saja Myanmar Bagan dan tekan Enter.

For more information about Myanmar Bagan, please try the search engine to the right. Just type Myanmar Bagan and press Enter.
www.goto.com Search the Web.
Myanmar


Kota Bagan


Bagan didirikan pada tahun 849, di tepi sungai Ayeyarwaddy sekitar 500 kilometer dari utara Yangon. Sekarang kota ini hanyalah sebuah kota kecil, dengan sejarah masa lalu yang besar. Bagan dahulunya pernah menjadi ibukota kerajaan pertama dari apa yang sekarang disebut Myanmar, dimana wilayah itu dominan sebagai perluasan dari negara bagian Myanmar yang sekarang.

Bagan saat ini lebih terkesan sebagai tempat arkeologis dari pada sebuah kota, karena lebih dari 2000 pagoda yang tercakup di wilayah itu berada dalam kondisi yang masih utuh di daerah yang memiliki luas sekitar 40 kilometer persegi dari perluasan bagan terdahulu. Di samping itu, dalam wilayah ini juga ditemukan tempat menarik lainnya yaitu sebuah tempat yang telah diatur seperti panggung pertunjukan dimana anda bisa melihat sedikitnya 2.000 reruntuhan candi lainnya. Walaupun Bagan kalah popular dibandingkan dengan Angkor Wat di Kamboja, tetapi Bagan masih bisa dibandingkan dengan kota candi dari Khmer, mengingat akan kepentingan arkeologisnya.

Jaman puncak Bagan serupa dengan jaman puncak arsitektural Myanmar pada tahun 1044 dengan Raja Bagan pada saat itu adalah Anawratha. Hanya satu tahun setelah Raja Anawratha masuk agama Budha di tahun 1056 melalui seorang pendeta dari suku Mon, Shin Arahan, lalu ia berperang melawan kota Mon dari wilayah Bago untuk memperoleh naskah suci Budha (Kitab Tripitaka), dimana Raja Mon yaitu Manuba tidak mau untuk menyerah secara sukarela.

Setelah pengepungan yang berlangsung dalam beberapa bulan, Raja Manuba akhirnya menyerah. Daerah Bago dihancurkan dan Tripitaka dipindahkan ke Bagan dengan menggunakan 32 ekor gajah putih. Tapi naskah suci Budha bukan hanya satu-satunya piala yang diperoleh dari peperangan. Tentara Birma menawan 30.000 tawanan perang Mon untuk dibawa ke Bagan, diantaranya adalah beberapa orang seniman dan para ahli kerajinan yang pada dekade berikutnya tidak hanya memperkaya tapi juga menentukan ciri kebudayaan dari Bagan. Pagoda-pagoda pada periode selanjutnya dibangun dengan gaya suku Mon yang sangat terlihat dominan.

Penggabungan dari para seniman dan para ahli kerajinan tangan tidak hanya menyebabkan pagoda itu dibangun dengan gaya Mon, tapi juga memimpin tingkat pembangunan Myanmar yang tak ada bandingannya.

Pada tahun 1287, segerombolan besar penunggang kuda Mongol dibawah pimpinan Kublai Khan menaklukan Bagan. Kota itu, setidaknya bangunan-bangunan kayu dan bangunan-bangunan sekulernya hampir terbakar habis. Setelah kejadian itu, kerajaan Bagan terpecah belah menjadi beberapa kerajaan kecil dan daerah pemerintahan feodal. Dan dalam masa selanjutnya kota bagan tidak di bangun kembali.

Pada tahun 1975, gempa bumi yang hebat merusak dan menghancurkan beberapa candi kecil dan beberapa candi besar. Pembangunan besar-besaran untuk candi-candi dan pagoda-pagoda itu mengalami kerugian akibat gempa bumi ini.

 

back to content page

 


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/myanmar/e-05baga/em-bga10.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia