pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile


Untuk informasi selanjutnya tentang Myanmar Mandalay, silahkan coba search engine di kanan. Ketik saja Myanmar Mandalay dan tekan Enter.

For more information about Myanmar Mandalay, please try the search engine to the right. Just type Myanmar Mandalay and press Enter.
www.goto.com Search the Web.
Myanmar


Kota Mandalay


Mandalay, berlokasi sekitar 600 kilometer sebelah utara Yangon di sungai Ayeyarwaddy, di mana terdapat sekitar setengah juta penduduk Myanmar yang merupakan kota kedua terbesar di Myanmar.

Meskipun terdengar indah dari namanya, sehingga menarik orang-orang untuk mendengar cerita kerajaan yang sudah lama ini, Mandalay memang bukanlah suatu daerah yang terlalu kuno dan juga terlalu indah. Tetapi Mandalay merupakan bekas ibukota yang terakhir dari kerajaan Birma yang berdiri sendiri, yang pada tahun 1886 akhirnya ditaklukan oleh pasukan Kolonial Inggris.

Kota itu telah ditemukan hanya 29 tahun lebih awal di tahun 1857 oleh Raja Mindon, dan di buat sebagai ibukota dari kerajaan yang bisa berdiri sendiri selama lebih kurang 30 tahun.

Sebaliknya dengan kota-kota Myanmar yang lain, terutama Yangon, mandalay bukan berkembang dari perkampungan kecil lalu menjadi ukuran kota. Pada tahun 1857, Mandalay didirikan di daerah yang kosong, karena menurut ramalan kuno, persis di tempat tersebut sebuah kota akan menjelma menjadi tempat upacara dari 2400 hari peringatan agama budha.

Raja Mindom memutuskan untuk mempercayai dan mengabulkan ramalan tersebut sehingga pada tahun1857, dia memindahkan ibukotanya sejauh 12 kilometer dari Amapura ke selatan.

Pada saat itu, pemindahan ibukota tidak hanya berarti meninggalkan kota lama dan membangun kota baru di tempat yang berbeda. Pemindahan tersebut juga memindahkan tempat-tempat seperti semua bangunan-bangunan sekular yang ada pada saat itu, termasuk istana kerajaan, yang di bangun dari kayu. Jadi pemindahan ibukota itu maksudnya membongkar secara keseluruhan rumah-rumah dari pemukiman penduduk yang lama, yang kemudian di bawa dengan menggunakan kereta seperti gerobak dan di punggung gajah untuk membangun kembali tempat yang di pilih sebagai kota baru.

Perjalanan memindahkan seluruh yang ada di dalam ibukota ini merupakan suatu tradisi di Myanmar. Pemindahan ibukota dari Amarapura ke Mandalay bukanlah hal pertama yang pernah dilakukan. Yang paling terpenting adalah kota birma yang berada di sebelah utara Bukit Ayeyarwaddy merupakan daerah yang telah lama menjadi kota Ava, ditemukan pada tahun 1364 sekitar 20 kilometer bagian barat daya dari Mandalay. Pada tahun 1636, pada saat itu penguasa keluarga kerajaan dari Taungu yang berada sekitar 280 kilometer utara dari Yangon dan 320 kilometer selatan dari Mandalay pindah ke Ava dan membuat daerah itu menjadi ibukota dari kerajaan Birma dengan perkiraan luasnya seperti negara Myanmar yang sekarang.

Tetapi pada tahun 1782, kota tersebut pindah sejauh 8 kilometer ke arah utara, menuju tempat yang telah disebut diatas yaitu Amarapura. Pada tahun 1832, seluruh ibukota di bongkar lagi dan di bangun kembali 8 kilometer sebelah barat daya dari Ava. Tetapi di tahun 1838 Ava mengalami kerusakan karena gempa bumi, dan karena itu pada tahun 1841, sekali lagi berkemas dan sekali lagi juga pindah ke Amarapura. Tetapi hal ini juga tidak berlangsung lama, 16 tahun kemudian seluruh yang ada di kota itu berpindah lagi, kali ini sejauh 12 kilometer ke arah utara yang sekarang merupakan daerah Mandalay.

Siapakah yang memprakarsai semua perpindahan ibukota Myanmar ini, kemungkinan yang beranggapan bahwa perpindahan itu lebih kurang hanya sebuah daerah perkemahan sementara, adalah anggapan yang sangat salah. Karena paling tidak Istana Kerajaan, meskipun terbuat dari kayu dan dalam jumlah yang sangat besar juga dipindahkan. Banyak, batang-batang dari pohon kayu jati yang sangat besar di gunakan sebagai pilar untuk menunjang istana kerajaan, bahkan sampai dengan beberapa lonteng yang tinggi.

Istana-istana kerajaan dari Amarapura didirikan di daerah lapangan berbentuk segi empat di Mandalay, sekitar satu kilometer dari daerah pinggir Ayeyarwaddy. Daerah dari istana itu di pagari dengan tembok dan parit.

Setelah Inggris berhasil menaklukan Mandalay pada tahun 1886 mereka menjadikan istana kerajaan Mandalay menjadi pusat militer mereka dan membaptis kompleks menjadi benteng Dufferin.

Selama Perang Dunia ke II, Jepang menempatkan kemah-kemah militer di tempat yang sama, yang kemudian di Bom oleh tentara sekutu, sampai tidak ada satu pun yang tersisa dari bangunan istana kuno.

Sekarang daerah istana yang dahulu di kenal dengan nama Benteng Mandalay yang merupakan istana kuno telah di buatkan sebuah tiruan yangsama dengan Istana kuno dahulu dan pembangunannya kembali sedang dilakukan.

 

back to content page

 


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/myanmar/e-06mand/em-man10.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia