pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile


Pakistan

Pakistan / Sejarah / Permulaan Masuknya Islam

Negara Pakistan muncul pada peta dunia 14 Agustus 1947. Pakistan didirikan pada saat puncak perlawanan Kaum Muslim di kawasan Asia Selatan yang berusaha memisahkan diri dari negerinya dan dikeluarkan ketika Mohammad bin Qasim pada tahun 711 AD, sebagai tindakan balas dendam terhadap bajak laut yang menyerang, diambil sebagai tempat perlindungan Kerajaan Raja Dahir.

Datangnya Islam memperkuat sejarah kepribadian didaerah ini, baik didaerah yang sekarang dikenal sebagai Pakistan maupun daerah diluar perbatasannya. Batu-batu tua yang antik peninggalan jaman dulu ditemukan di Lembah Soan suatu daerah dekat Rawalpindi, berumur sekitar 500.000 tahun. Tidak ada kerangka manusia ditemukan didaerah ini, hanya batu-batu kasar perkakas yang ditemukan dari dataran Soan.

Mengangkat hikayat/cerita dari aktifitas kerja keras manusia dan pekerja pada periode antar-glacial. Batu-batu tua sebagai perlengkapan/peralatan pria ini merupakan suatu alat homogen untuk membenarkan kelompok mereka kedalam sebuah bentuk kebudayaan yang disebut Budaya Soan. Kira-kira 3000 sebelum masehi, ditengah lembah keanginan dan kaki bukit Balochistan, dalam komunitas desa kecil dibangun dan dimulai mengambil langkah pertama yang ragu-ragu untuk menuju peradaban.

Disini, kita menemukan kelanjutan cerita dari kegiatan manusia yang masih menggunakan batu-batu. Pada jaman pra-sejarah, kaum pria mendirikan suatu penyelesaian bagi mereka, kedua golongan dari mereka yaitu kaum pekerja dan petani, di lembah atau dataran pinggiran dengan hidup beternak dan menanam gandum ataupun hasil panen lainnya. Budaya Red dan Buffer dengan hati-hati menggali gundukan prasejarah dari daerah ini dan mengklasifikasi isi kandungan mereka, lapisan demi lapisan, dikelompokkan dalam dua kategori yaitu Kebudayaan Red Ware and Kebudayaan Buff Ware(karya).

Suatu bentuk kebudayaan yang popular, dikenal sebagai Budaya Zhob di bagian utara Balochistan, yang kemudian meliputi Quetta, Amri Nal dan Budaya Kulli dari Sindh dan Balochistan selatan. Desa Amri Nal atau kota yang memiliki tembok batu dan dinding benteng yang berpondasi batu, sebagai pertahanan dan rumah mereka.

Di Nal, sebuah kuburan yang luas terdiri dari sekitar 100 kuburan. Sebuah sisi yang menarik dari kemajemukan budaya ini, di Amri dan daerah lainnya, ditemukan budaya yang sangat istimewa yaitu budaya lembah sungai Indus. Pada daerah lainnya, tanda/cap dari Nal dan peralatan dari bahan tembaga dan jenis lainnya dari dekorasi guci menunjukkan sebagian tumpang tindih antara keduanya.

Kemungkinan ini menjelaskan satu dari masyarakat lokal, dimana didirikannya suatu lingkungan untuk perkembangan peradaban lembah sungai Indus. Jaman pra-sejarah dari Kot Diji di popinsi Sindh menyediakan informasi yang bermanfaat untuk rekonstruksi dari hubungan cerita, yang mana dapat mendorong kembali ke-aslian dari sistem peradaban dari 300 sampai 500 tahun, mulai abas 2500 sebelum masehi sampai 2800 sebelum sebelum masehi. Bukti dari elemen budaya jaman pra-harappan mulai diusut pada masa ini. Peradaban pra-Harappan yaitu ketika komunitas daerah primitif di Balochistan tetap berjuang melawan sebuah kesulitan dalam lingkungan daerah pegunungan, manusia/orang yang beradab mencoba untuk menegaskan diri mereka di Kot Diji, salah satu dari banyaknya daerah urban dengan tingkat peradaban yang maju, yang mana tumbuh subur dan makmur antara tahun 2500 dan 1500 sebelum masehi di lembah sungai Indus dari Moenjodaro dan Harappa.

Masyarakat lembah sungai indus ini memiliki suatu taraf kesenian yang tinggi dan keahlian /ketrampilan yang baik mengembangkan sistem tulisan bergambar (pictograp). Walaupun dengan usaha yang tetap berlanjut peninggalan tidak teruraikan. Puing-puing peninggalan yang indah/mengagumkan merancang Moenjodaro dan kota Harappa, ini merupakan bukti yang jelas dari masyarakat pada waktu itu dimana memiliki cara hidup dan menggunakan peralatan yang sama.

Sesungguhnya, bangunan batu bata dari masyarakat pada umumnya, kamar mandi umum, jalan dan sistem saluran pembuangan air menggambarkan suatu kebahagiaan. Pada peradaban Aryan atau sekitar tahun 1500 sebelum masehi, Aryans turun ke Punjab dan menetapkan pendiriannya di Sapta Sindhu, yang mana menandakan dataran Indus tersebut.

Mereka membangun suatu masyarakat desa yang berkembang ke dalam peradaban Rigvedic. Rigveda penuh dengan nyanyian pujian untuk daerah ini, yang mana mereka gambarkan sebagai "Cara Tuhan". Ini terlihat jelas selama Sapta Sindhu ditetapkan sebagai inti dari Peradaban Aryan, yang mana bebas dari sistem kasta. Institusi kasta dan ritual pengorbanan yang kompleks itu mulai terbentuk di lembah Gangetic.

Terdapat ketidak-raguan bahwa peradaban Indus itu menyumbangkan banyak perkembangan terhadap peradaban Aryan. Kebudayaan Gandhara ditemukan dari kuburan Gandhara di Dir dan pukulan merupakan suatu cara dalam sorotan cahaya pada periode sejarah kebudayaan Pakistan antara akhir kebudayaan Indus dalam tahun 1500 sebelum masehi, dan permulaan periode bersejarah di bawah Achaemenians pada abad ke-enam sebelum masehi.

Mitologi Orang Hindu dan tradisi kepustakaan Sanskrit nampaknya menganggap kerusakan dari Peradaban Indus ke Aryans, tetapi apa benar-benar terjadi, mesih merupakan sebuah misteri. Kebudayaan kuburan Gandhara telah membuka dua periode di dalam warisan kebudayaan dari Pakistan: kebudayaan perunggu tua dan besi tua.

Dinamakan demikian oleh karena kebudayaan tersebut menyampaikan suatu pola aneh dari kehidupan di perbukitan dari daerah Gandhara, ini dibuktikan dari kuburan-kuburan yang ada. Kebudayaan ini berbeda daripada kebudayaan Indus dan mempunyai hubungan sedikit dengan kebudayaan desa dari Balochistan.

Stratigrafi seperti artefak yang ditemukan dari daerah ini disarankan bahwa Aryan dipindah ke dalam bagian dunia, ini antara tahun 1500 dan 600 sebelum masehi. Pada abad ke-enam sebelum masehi, Buddha mulai menyebarkan ajarannya, yang mana kemudian ke-seluruh bagian utara Asia-Selatan. Hal itu menuju akhir dari abad ini, bahwa Darius I Iran mengorganisir Sindh dan Punjab sebagai satrapy ke-dua puluh dari kerajannya. Terdapat kesamaan yang luar biasa antara organisasi dari kerajaan besar itu dan kerajaan Mauryan pada abad ke-tiga sebelum masehi, ketika Kautilya Arthshastra juga menunjukkan suatu pengaruh Persia yang kuat, Alexander Macedonia setelah mengalahkan Darius III di dalam tahun 330 sebelum masehi dan juga barisan di Asia-Selatan ke sungai Beas, tetapi pengaruh bangsa Yunani pada daerah ini nampaknya telah dibatasi untuk memberi kontribusi sedikit untuk pendirian kerajaan Mauryan.

Kerajaan besar Asoka, cucu dari Chandragupta Maurya, dibangun di sub benua termasuk bagian kecil dari lembah Indus yang mana dikenal sebagai Punjab bagian utara. Daerah Indus yang lain tidak dapat ditaklukkan olehnya Daerah ini, yang mana sekarang membentuk bagian substansi dari Pakistan, sebenarnya bebas dari Guptas pada abad ke-empat AD sampai kenaikan kesultanan Delhi di abad ke-tiga belas. Seni Gandhara, salah satu harta Pakistan yang paling berharga, tumbuh berkembang pada periode selama selama 500 tahun (dari abad pertama ke kelima AD. ), di lembah Peshawar dan daerah perbukitan yang bersebelahan dengan Swat, Buner dan Bajaur.

Kesenian ini merupakan suatu fase lain kebudayaan Renaissance dari daerah tersebut. Itu adalah produk campuran India, Buddha dan seni pakat/ukir Roma-Greco. Seni Gandhara di dalam permulaannya menerima perlindungan Kanishka, pada masa pemerintahan besar Kushan, yang menguasai jalur sutra sampai ke Peshawar dan lembah sungai Indus, dimana membawa kemakmuran kepada seluruh daerah.

Kedatangan Islam, pengikut pertama nabi Muhammad (Kedamaian atas dia), menjajaki tanah di sub-benua Asia-Selatan yang merupakan pedagang dari tanah pesisir Arab dan Teluk Persia, segera setelah masuknya Islam pada awal abad ketujuh AD. Tempat pertama Islam berpijak di dalam subkontinen itu dicapai dengan penaklukan Sindh oleh Mohammad bin Qasim di dalam 711 AD. Suatu otonomi negara Islam yang menghubungkan dengan Umayyed, dan Abbassid Caliphate didirikan dengan hukum perundangan yang diperluas sampai ke bagian selatan dan pusat Pakistan kini. Ada banyak kota baru didirikan, dan Bahasa Arab diperkenalkan sebagai bahasa rasmi.

Pada saat Mahmud melakukan penyerbuan Ghazna, aturan Islam tetap eksis, walaupun dalam bentuk kelemahan, di Multan dan daerah lainnya. Ghaznavids (976-1148) dan pengganti mereka, Ghaurids (1148-1206) , adalah penduduk asli dari Asia Pusat dan mereka memerintah wilayah-wilayah mereka, secara keseluruhan di daerah Pakistan kini, (kota-kota di luar India). Bahwa pendirian aturan Islam di India dan diperluas kedaerah sekitarnya dan Dehli sebagai ibu kota negara berada pada awal abad ketiga belas. Sejak tahun 1206 sampai 1526 A.D, lima dinasti yang berbeda menahan goyangan.

Kemudian diikuti periode dari Kekuasaan Mughal (1526-1707) dan diteruskan oleh aturan mereka, walaupun secara yang tertulis saja, sampai tahun 1857. Dari masa Ghaznavids, Persia lebih kurang menggantikan Bahasa Arab sebagai bahasa rasmi. Institusi ekonomi, politik dan agama dikembangkan oleh Kaum Islam yang jemu terhadap kesan unik mereka. Undang-undang Negara berdasarkan Shariah dan pada dasarnya aturan tersebut pasti dilaksanakan oleh pemerintah itu.

Melewati periode panjang yang longgar secara umum diikuti oleh penguatan undang-undang ini di bawah tekanan publik. Kesan Islam pada sub-benua Asia-Selatan sangat dalam dan dalam jangkauan yang cukup luas. Islam diperkenalkan bukan merupakan suatu agama baru saja, tetapi suatu peradaban baru, suatu cara baru dalam kehidupan dan set nilai yang baru.

Seni dan kesusasteraan dari tradisi Islam, suatu kebudayaan dan pemurnian yang halus, institusi sosial dan kesejahteraan, didirikan dengan aturan Islam di seluruh sub-benua. Sebuah bahasa baru, Urdu berasal terutama dari Bahasa Arab dan perbendaharaan kata bangsa Persia, diambil dari kata-kata asli dan ungkapan, diucapkan dan ditulis oleh kaum Islam dan didapatkannya mata uang selama untuk penduduk India.

back to content page


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/pakistan/e-01land/ep-lan13_a.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia