|
Pakistan / Sejarah / Gerakan Khilafat
Persatuan
Hindu-Muslim mencapai puncaknya selama gerakan
non-kerjasama dan Khilafat. Kaum muslim meramalkan,
dibawah kepemimpinan Ali bersaudara, Maulana Mohammad
Ali dan Maulana Shaukat Ali, dilancarkan Gerakan
Khilafat yang bersejarah setelah perang dunia
pertama untuk melindungi Kerajaan Ottoman dari
pemisahan.
Mohandas
Karamchand Gandhi (1869-1948) menghubungkan isu
dari Swaraj (pemerintahan sendiri) dengan isu
Khilafat untuk menghubungkan Hindus, dengan suatu
gerakan. Gerakan ini merupakan gerakan pertama
yang popular diseluruh negeri Meskipun gerakan
ini tidak berhasil mencapai tujuannya, tetapi
telah berpengaruh terhadap kaum muslim di Asia
Selatan.
Setelah
melewati waktu yang lama, mereka mengambil tindakan
dengan isu kemurnian islam yang mana ketika itu
isu tersebut mengenai rasa solidaritas diantara
mereka. Hal ini menambah pengalaman para pemimpin
kaum muslim dalam mengatur dan memobilisasi publik.
Pengalaman ini memberi nilai besar untuk kaum
muslim nantinya, selama Gerakan Pakistan runtuh
oleh Gerakan Khilafat dan diikuti oleh suatu periode
permusuhan Hindu-Muslim. Hindus diatur oleh Gerakan
Anti Muslim, Shudhi dan Sangathan.
Gerakan terdahulu dirancang untuk mempengaruhi
Muslim untuk menganut ajaran Hindu dan akhirnya
menciptakan solidaritas dengan Hindus, dalam peristiwa
konflik masyarakat. Dalam pembalasan dendaman
ini, Kaum muslim disponsori oleh organisasi Tabligh
dan Tanzim untuk melawan pengaruh Shudhi dan Sangathan.
Pada tahun 1920, frekuensi dari masyarakat yang
berbuat onar/kerusuhan tidak pernah terjadi. Beberapa
dari persatuan Hindu-Muslim mengadakan konferensi
untuk mengatasi konflik, tetapi rupanya tidak
mengurangi intensitas kerusuhan. Mendesaknya permintaan
perlindungan terhadap muslim dalam situasi ini,
Kaum muslim mempertimbangkan kembali konstitusi
mereka.
Kemudian ingin mempertahankan angka mayoritas
mereka di Punjab dan Bengal, pemisahan Sindh dari
Bombay, Balochistan sebagai propinsi terpisah,
dan memperkenalkan perubahan konstitusi di perbatasan
propinsi barat laut. Hal lainnya adalah untuk
menekan permintaan tersebut diatas dalam sebuah
sidang, Persatuan semua India Muslim kerjasama
dengan sebuah komisi menurut undang-undang diberikan
oleh pemerintahan Inggris dibawah kekuasaan John
Simon pada tahun 1927.
back
to content page
|