pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile


Pakistan


Pakistan / Sejarah / Gerakan Khilafat

Persatuan Hindu-Muslim mencapai puncaknya selama gerakan non-kerjasama dan Khilafat. Kaum muslim meramalkan, dibawah kepemimpinan Ali bersaudara, Maulana Mohammad Ali dan Maulana Shaukat Ali, dilancarkan Gerakan Khilafat yang bersejarah setelah perang dunia pertama untuk melindungi Kerajaan Ottoman dari pemisahan.

Mohandas Karamchand Gandhi (1869-1948) menghubungkan isu dari Swaraj (pemerintahan sendiri) dengan isu Khilafat untuk menghubungkan Hindus, dengan suatu gerakan. Gerakan ini merupakan gerakan pertama yang popular diseluruh negeri Meskipun gerakan ini tidak berhasil mencapai tujuannya, tetapi telah berpengaruh terhadap kaum muslim di Asia Selatan.

Setelah melewati waktu yang lama, mereka mengambil tindakan dengan isu kemurnian islam yang mana ketika itu isu tersebut mengenai rasa solidaritas diantara mereka. Hal ini menambah pengalaman para pemimpin kaum muslim dalam mengatur dan memobilisasi publik. Pengalaman ini memberi nilai besar untuk kaum muslim nantinya, selama Gerakan Pakistan runtuh oleh Gerakan Khilafat dan diikuti oleh suatu periode permusuhan Hindu-Muslim. Hindus diatur oleh Gerakan Anti Muslim, Shudhi dan Sangathan.

Gerakan terdahulu dirancang untuk mempengaruhi Muslim untuk menganut ajaran Hindu dan akhirnya menciptakan solidaritas dengan Hindus, dalam peristiwa konflik masyarakat. Dalam pembalasan dendaman ini, Kaum muslim disponsori oleh organisasi Tabligh dan Tanzim untuk melawan pengaruh Shudhi dan Sangathan.

Pada tahun 1920, frekuensi dari masyarakat yang berbuat onar/kerusuhan tidak pernah terjadi. Beberapa dari persatuan Hindu-Muslim mengadakan konferensi untuk mengatasi konflik, tetapi rupanya tidak mengurangi intensitas kerusuhan. Mendesaknya permintaan perlindungan terhadap muslim dalam situasi ini, Kaum muslim mempertimbangkan kembali konstitusi mereka.

Kemudian ingin mempertahankan angka mayoritas mereka di Punjab dan Bengal, pemisahan Sindh dari Bombay, Balochistan sebagai propinsi terpisah, dan memperkenalkan perubahan konstitusi di perbatasan propinsi barat laut. Hal lainnya adalah untuk menekan permintaan tersebut diatas dalam sebuah sidang, Persatuan semua India Muslim kerjasama dengan sebuah komisi menurut undang-undang diberikan oleh pemerintahan Inggris dibawah kekuasaan John Simon pada tahun 1927.

back to content page


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/pakistan/e-01land/ep-lan13_c.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia