pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile


Pakistan


Pakistan / Sejarah / Komisi Simon

Sesi lainnya, komisi Simon yang bekerjasama dengan komite Nehru, ditetapkan dalam Konferensi Semua Partai, dalam rangka menyusun rancangan undang-undang India. Laporan Nehru sangat ekstrim di duga anti muslim dan penolakan pemimpin kongres untuk merubahnya mengecewakan muslim moderat. Allama Muhammad Iqbal dan beberapa pemikir lainnya, memiliki pengertian, yang menganjurkan pemisahan Muslim-India.

Kebanyakan penjelasan yang akurat diberikan oleh Allama Muhammad Iqbal(1877-1938) dalam pidato kepresidenannya pada sidang persatuan seluruh India-Muslim di Allahabad tahun 1930. Dia menyarankan bahwa pengembangan islam di asia selatan, pada dasarnya untuk memisahkan diri sebagai negara islam setidak-tidaknya di negara yang mayoritas islam yaitu dibagian barat laut. Kemudian, dalam korespondensinya dengan Quaid-i-Azam Mohammad Ali Jinnah, termasuk daerah dengan mayoritas islam di timur laut juga disarankan untuk menjadi negara islam.

Tiga tahun kemudian setelah pidato Allahabad, sebuah kelompok pelajar muslim di Cambridge, dikepalai oleh Chaudhry Rehmat Ali, melancarkan isu dalam selebaran, "Sekarang atau Tidak Selamanya", tertulis atas nama negara yang mayoritas islam, diberikan istilah "Pakistan" disarankan menjadi sebuah negara. Banyak kaum muslim yang menyambut baik ide tersebut pada waktu itu. Ini sebuah dekade bagi kaum muslim untuk memisahkan diri membentuk negara islam.

Sementara itu Quaid-i-Azam Mohammad Ali Jinnah, dalam konferensi tiga meja bundar yang diselenggarakan di London (1930-1932), dalam rangka memecahkan masalah konstitusi India. Pemimpin Hindu dan Muslim yang diundang dalam konferensi ini, tidak dapat menyusun formula persetujuan dan pemerintah Inggris telah mengumumkan "keputusan bersama" untuk dipersatukan dalam undang-undang pemerintahan India tahun 1935. Sebelum pemilu berdasarkan undang-undang ini, Persatuan seluruh India Muslim, segala kegiatan yang diorganisir oleh Quaid-i-Azam Mohammad Ali Jinnah terhenti untuk sementara waktu, kemudian beliau kembali ke India tahun 1934, setelah absennya lima tahun di Inggris.

Persatuan kaum muslim tidak dapat mengambil kedudukan mayoritas muslim sejak tidak efektifnya reorganisasi tersebut. Kepuasan terhadap kinerja Kongres Nasional India di konstitusi muslim adalah hal yang buruk. Setelah pemilu, sikap pemimpin kongres arogan dan berkuasa. Contoh klasiknya adalah penolakan untuk membentuk koalisi dengan persatuan muslim di propinsi kesatuan. Sebagai penggantinya, dimintanya para pemimpin persatuan/organisasi tersebut membubarkan parlemen mereka di propinsi bagian dan bergabung di kongres.

Kongres penting lainnya disarankan setelah pemilu tahun 1937 yang mana Gerakan hubungan masyarakat Muslim diciptakan untuk membujuk kaum Muslim lainnya untuk bergabung dalam kongres bukan dalam Organisasi Muslim. Salah satu pemimpinnya, Jawaharlal Nehru, menyatakan bahwa hanya ada dua gerakan di India yaitu Inggris dan Kongres. Semuanya ini tidak untuk saling bertentangan satu sama lain. Quaid-i-Azam Mohammad Ali Jinnah menjawab bahwa terdapat sebuah kekuatan ketiga di asia selatan yang mengangkat kaum muslim.

Persatuan seluruh India Muslim, dibawah kepemimpinannya yang berbakat itu, secara bertahap dan mahirnya mengorganisir kaum muslim dalam satu program politik. Elemen pentingnya adalah "kemarahan kaum muslim nasionalis" maka diselenggarakanlah aturan kongres di propinsi minoritas muslim tahun (1937 - 1939 ). Kebijakan kongres ini merugikan kelemahan muslim. Rencana tujuan untuk menghapuskan muslim separatis dari unit kebudayaan. Kaum muslim sekarang ini mulai berhenti memikirkan untuk meminta perlindungan dan memulai untuk mempertimbangkan secara serius permintaan untuk pisah membuat negara islam.

Selama periode 1937-1939, beberapa pemimpin Muslim dan ahli pemikir lainnya, memiliki ide yang di inspirasi oleh Allama Iqbal, ide ini disusun sesuai dengan teori dua negara tersebut. Resolusi Pakistan dalam Persatuan seluruh India-Muslim segera menyusunnya kedalam pertimbangan akhir, pada 23 maret 1940, dalam sidang Lahore yang bersejarah itu, meminta agar kaum muslim dapat membentuk negara islam. Resolusi ini pada umumnya mengarah pada Resolusi Pakistan. Permintaan/tuntutan Pakistan ini berisi permohonan untuk kepentingan kaum muslim dalam berbagai penjelasan.

Misi Cripps Pemerintahan Inggris mengakui kebenaran dari tuntutan Pakistan yang secara tidak langsung menyarankan untuk memindahkan kekuataan setelah perang dunia kedua dimana Stafford Cripps di India tahun 1942. Kedua kongres dan Persatuan seluruh India-Muslim menolak proposal ini dengan perbedaan alasan.

Prinsip sidang dari Muslim-India sebagai pemerintahan separatis mengakui proposal ini. Setelah kegagalan ini, pemimpin kongres yang menonjol, C. Rajgopalacharia menyarankan sebuah formula untuk mendirikan negara islam separatis didalam Komite Kerja dari Kongres Nasional India, yang mana ditolak dalam masa itu, tetapi kemudian pada tahun 1944, dibentuk basis dari Percakapan Jinnah-Gandhi.

back to content page


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/pakistan/e-01land/ep-lan13_d.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia