|
Pakistan / Sejarah / Komisi Simon
Sesi
lainnya, komisi Simon yang bekerjasama dengan
komite Nehru, ditetapkan dalam Konferensi Semua
Partai, dalam rangka menyusun rancangan undang-undang
India. Laporan Nehru sangat ekstrim di duga anti
muslim dan penolakan pemimpin kongres untuk merubahnya
mengecewakan muslim moderat. Allama Muhammad Iqbal
dan beberapa pemikir lainnya, memiliki pengertian,
yang menganjurkan pemisahan Muslim-India.
Kebanyakan penjelasan yang akurat diberikan oleh
Allama Muhammad Iqbal(1877-1938) dalam pidato
kepresidenannya pada sidang persatuan seluruh
India-Muslim di Allahabad tahun 1930. Dia menyarankan
bahwa pengembangan islam di asia selatan, pada
dasarnya untuk memisahkan diri sebagai negara
islam setidak-tidaknya di negara yang mayoritas
islam yaitu dibagian barat laut. Kemudian, dalam
korespondensinya dengan Quaid-i-Azam Mohammad
Ali Jinnah, termasuk daerah dengan mayoritas islam
di timur laut juga disarankan untuk menjadi negara
islam.
Tiga
tahun kemudian setelah pidato Allahabad, sebuah
kelompok pelajar muslim di Cambridge, dikepalai
oleh Chaudhry Rehmat Ali, melancarkan isu dalam
selebaran, "Sekarang atau Tidak Selamanya", tertulis
atas nama negara yang mayoritas islam, diberikan
istilah "Pakistan" disarankan menjadi sebuah negara.
Banyak kaum muslim yang menyambut baik ide tersebut
pada waktu itu. Ini sebuah dekade bagi kaum muslim
untuk memisahkan diri membentuk negara islam.
Sementara itu Quaid-i-Azam Mohammad Ali Jinnah,
dalam konferensi tiga meja bundar yang diselenggarakan
di London (1930-1932), dalam rangka memecahkan
masalah konstitusi India. Pemimpin Hindu dan Muslim
yang diundang dalam konferensi ini, tidak dapat
menyusun formula persetujuan dan pemerintah Inggris
telah mengumumkan "keputusan bersama" untuk dipersatukan
dalam undang-undang pemerintahan India tahun 1935.
Sebelum pemilu berdasarkan undang-undang ini,
Persatuan seluruh India Muslim, segala kegiatan
yang diorganisir oleh Quaid-i-Azam Mohammad Ali
Jinnah terhenti untuk sementara waktu, kemudian
beliau kembali ke India tahun 1934, setelah absennya
lima tahun di Inggris.
Persatuan
kaum muslim tidak dapat mengambil kedudukan mayoritas
muslim sejak tidak efektifnya reorganisasi tersebut.
Kepuasan terhadap kinerja Kongres Nasional India
di konstitusi muslim adalah hal yang buruk. Setelah
pemilu, sikap pemimpin kongres arogan dan berkuasa.
Contoh klasiknya adalah penolakan untuk membentuk
koalisi dengan persatuan muslim di propinsi kesatuan.
Sebagai penggantinya, dimintanya para pemimpin
persatuan/organisasi tersebut membubarkan parlemen
mereka di propinsi bagian dan bergabung di kongres.
Kongres
penting lainnya disarankan setelah pemilu tahun
1937 yang mana Gerakan hubungan masyarakat Muslim
diciptakan untuk membujuk kaum Muslim lainnya
untuk bergabung dalam kongres bukan dalam Organisasi
Muslim. Salah satu pemimpinnya, Jawaharlal Nehru,
menyatakan bahwa hanya ada dua gerakan di India
yaitu Inggris dan Kongres. Semuanya ini tidak
untuk saling bertentangan satu sama lain. Quaid-i-Azam
Mohammad Ali Jinnah menjawab bahwa terdapat sebuah
kekuatan ketiga di asia selatan yang mengangkat
kaum muslim.
Persatuan
seluruh India Muslim, dibawah kepemimpinannya
yang berbakat itu, secara bertahap dan mahirnya
mengorganisir kaum muslim dalam satu program politik.
Elemen pentingnya adalah "kemarahan kaum
muslim nasionalis" maka diselenggarakanlah
aturan kongres di propinsi minoritas muslim tahun
(1937 - 1939 ). Kebijakan kongres ini merugikan
kelemahan muslim. Rencana tujuan untuk menghapuskan
muslim separatis dari unit kebudayaan. Kaum muslim
sekarang ini mulai berhenti memikirkan untuk meminta
perlindungan dan memulai untuk mempertimbangkan
secara serius permintaan untuk pisah membuat negara
islam.
Selama
periode 1937-1939, beberapa pemimpin Muslim dan
ahli pemikir lainnya, memiliki ide yang di inspirasi
oleh Allama Iqbal, ide ini disusun sesuai dengan
teori dua negara tersebut. Resolusi Pakistan dalam
Persatuan seluruh India-Muslim segera menyusunnya
kedalam pertimbangan akhir, pada 23 maret 1940,
dalam sidang Lahore yang bersejarah itu, meminta
agar kaum muslim dapat membentuk negara islam.
Resolusi ini pada umumnya mengarah pada Resolusi
Pakistan. Permintaan/tuntutan Pakistan ini berisi
permohonan untuk kepentingan kaum muslim dalam
berbagai penjelasan.
Misi
Cripps Pemerintahan Inggris mengakui kebenaran
dari tuntutan Pakistan yang secara tidak langsung
menyarankan untuk memindahkan kekuataan setelah
perang dunia kedua dimana Stafford Cripps di India
tahun 1942. Kedua kongres dan Persatuan seluruh
India-Muslim menolak proposal ini dengan perbedaan
alasan.
Prinsip
sidang dari Muslim-India sebagai pemerintahan
separatis mengakui proposal ini. Setelah kegagalan
ini, pemimpin kongres yang menonjol, C. Rajgopalacharia
menyarankan sebuah formula untuk mendirikan negara
islam separatis didalam Komite Kerja dari Kongres
Nasional India, yang mana ditolak dalam masa itu,
tetapi kemudian pada tahun 1944, dibentuk basis
dari Percakapan Jinnah-Gandhi.
back
to content page
|