pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile


Pakistan


Pakistan / Sejarah / Gerakan Pakistan

Tuntutan Pakistan menjadi popular selama perang dunia kedua setiap seksi dari komunitas muslim pria, wanita, pelajar, ulama dan pebisnis di organisir dibawah bendera Persatuan Seluruh India-Muslim. Cabang-cabang Partai dibuka diseluruh daerah.

Kesusasteraan dalam bentuk selebaran/pamplet, buku-buku, majalah, dan surat kabar diproduksi supaya dapat menjelaskan tuntutan Pakistan dan didistribukan secara luas. Dukungan didapat dari Persatuan Seluruh India-Muslim dan tuntutan tersebut bagi Pakistan telah dicoba setelah kegagalan dari Konferensi Simla, dikumpulkan oleh Penguasa Koloni Lord Wavell tahun 1945. Pemilu diadakan untuk menetapkan kekuatan dari masing-masing Partai Politik. Kampanye pemilihan Persatuan Seluruh India-Muslim didasarkan pada tuntutan Pakistan.

Komunitas Muslim menganggap pemilihan ini sebagai sebuah cara yang belum pernah terjadi. Banyak pola partai muslim untuk membentuk kesatuan dewan parlementer pada perintah kongres untuk melawan Persatuan Muslim. Tetapi Persatuan Seluruh India-Muslim telah membersihkan seluruh ke-tiga puluh kedudukan di badan pembuat undang-undang dan dalam pemilihan ditingkat propinsi juga, merupakan kemenangan yang belum selesai. Setelah pemilu, Pada tanggal 8-9 April 1946, Persatuan Seluruh India-Muslim melakukan sebuah konferensi di badan legislative tingkat propinsi dan pusat Delhi.

Konferensi ini, pada hakekatnya merupakan perkumpulan yang mewakili kaum Muslim di Asia Selatan, diusulkan oleh pemimpin menteri Bengal, Hussain Shaheed Suhrawardy, sebagai tindaklanjut dari Tuntutan Pakistan dalam istilah yang lebih jelas. Rencana kabinet pada awal 1946, Pemerintahan Inggris mengirim sebuah misi kabinet subdaerah untuk memutuskan konstitusi yang mengalami jalan buntu.

Misi ini mengenai negosiasi dengan berbagai partai, tetapi gagal dalam mengembangkan sebuah formula persetujuan. Akhirnya, Misi kabinet diumumkan, pasal-pasal diantaranya, memandang tiga grup federal, dua dari mereka meliputi propinsi yang mayoritas kaum Muslim, yang dihubungkan ke Pusat. Persatuan Muslim dapat menerima rencana ini, sebagai gerakan strategi, diharapkan dapat mencapai sasaran di masa depan.Kongres Seluruh-India juga menyetujui rencana tersebut, tetapi untuk mewujudkan keterlibatannya, pemimpin kongres mulai mengnafsirkannya dalam sebuah cara yang tidak tergambarkan lewat kekuatan dari rencana tersebut.

Syarat dari Persatuan Seluruh India-Muslim adalah membebaskan cabutannya terhadap penerimaan rencana dan pengamatan partai 16 Agustus, sebagai "hari aksi langsung" untuk menunjukkan solidaritas muslim dalam mendukung Tuntutan Pakistan. Susunan pemisahan pada Oktober 1946, yaitu dibentuknya pemerintahan sementara.

Persatuan Muslim mengirim perwakilannya dibawah kepemimpinan sekretaris jendral, Liaquat Ali Khan dengan tujuan berjuang untuk mencapai sasaran partai dalam pemerintahan sementara tersebut. Setelah itu, situasi dibagian dalam pemerintahan sementara dan bagian luar meyakinkan pemimpin kongres untuk menerima Pakistan sebagai satu-satunya solusi dalam masalah masyarakat umum. Pemerintah Inggris, setelah usaha akhir itu menyelamatkan Misi Rencana Kabinet pada 16 Desember 1946, juga bergerak menuju system penyusunan dari partisan India. Wakil terakhir dari kerajaan Inggris, Lord Louis Mountbatten, datang untuk menjelaskan perintah berupa rancangan rencana pergantian kekuasaan.

Setelah pembicaraan dengan pemimpin politik dan partai, beliau menyiapkan sebuah rencana pemisahan untuk memindahkan kekuasaan, setelah melakukan pendekatan dengan Pemerintahan Inggris, di umumkanlah persetujuan ini pada 3 Juni 1947. Kemunculan Pakistan dari kedua kongres dan Persatuan Muslim telah diterima rencana. Dua propinsi besar dengan mayoritas Muslim, Bengal dan Punjab, menjadi daerah bagian. Perkumpulan dari Punjab Barat, Bengal Timur dan Sindh di Balochistan, pemerintahan kota Quetta, dan Shahi Jirga disetujui sebagai Pakistan. Referendum dilakukan di perbatasan propinsi barat laut dan daerah Sylhet di Assam, yang mana menghasilkan suara pelimpahan untuk Pakistan. Sebagai hasilnya, pada 14 Agustus 1947, muncullah sebuah negara baru Pakistan didalam kehidupan.

back to content page


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/pakistan/e-01land/ep-lan13_e.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia