pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile


Pakistan


Pakistan / Lahore / Daya Tarik / Monumen Bersejarah / Royal Fort - Lahore

Walaupun sebagian besar bagian dari Benteng kerajaan dibangun sekitar tahun 1566 AD oleh Raja Mughal, the Great Akbar (Akbar Terbesar), ada bukti bahwa sebagian dari benteng ini telah berdiri di sana sekitar tahun 1021 AD pada waktu Mahmood of Ghazna menjajah daerah ini. Akbar menghancurkan benteng tua dan membangun sebagian bangunan dari benteng ini , sampai yang kita bisa lihat sekarang ini, di atas fondasi yang tua. Pembangunan dari benteng ini bisa di perkirakan dari awal mula jaman Hindu.

Benteng kerajaan berbentuk persegi panjang. Pintu-pintu utama terletak di tengah tembok barat dan Timur. Setiap raja Mughals yang menjadi penguasa, dan juga Sikhs dan Inggris menggabil tututan di dalam menambah paviliun, istana atau tembok di Benteng. Raja Jehangir menambah taman-taman dan membangun istana-istana yang dapat kita lihat sekarang di taman Jehangir, sedangkan Shah-Jehan menambah Diwan-e-khas, Mesjid Moti (Mesjid Mutiara) dan Shah-Jehan kamar tidur.

Aurangzeb membangun pintu utama yang luar biasa yang menghadap Hazoori Bagh yang terletak antara Mesjid Badshahi dan benteng utama. Sheesh Mahal yang terkenal atau Istana kaca terletak di ujung Timur Utara dari benteng ini. Tempat ini istana yang terindah di benteng ini dan di hias dengan kaca-kaca yang kecil dengan warna-warna yang berlainan.

Sebagian tembok dari "Elephant Step" (langkah Gajah) menuju ke pintu dalam benteng di rusaki dengan bekas peluru-peluru sebagai bukti dari Perang Saudara Sikh tahun 1847 AD.

Pasukan Sikhs pernah menancapkan senapan mereka di salah satu pilar (minarets) dari mesjid di seberang taman untuk menembaki musuh-musuh mereka. Kamar tidur Mai Jindan dijadikan museum yang menarik dengan batu-batu peninggalan Mughal dan Sikhs.

back to content page


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/pakistan/e-05laho/ep-lah13_a1.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia