pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile

Philipina


Geografi

Sebelas pulau terbesar di Philipina adalah : Luzon (102.649 km2, 39.633 mil2), Mindanao (91.028 km2, 35.146 mil2), Samar (17.428 km2, 6.729 mil2), Palawan (14.896 km2, 5.752 mil2), Negros (13.328 km2, 5.146 mil2), Panay (13.032 km2, 5.032 mil2), Mindoro (10.245 km2, 3.955 mil2), Leyte (8.003 km2, 3.090 mil2), Cebu (5.088 km2, 1.965 mil2), Bohol (4.117 km2, 1.590 mil2), Masbate (4.048 km2, 1.563 mil2)

Philipina, seperti kebanyakan pulau-pulau Pasifik lainnya terdiri dari puncak-puncak gunung yang berbasis di dasar laut dan merupakan bagian dari pulau yang membujur dari Siberia ke Australia. Kerak buminya terbuat dari sejumlah lapisan yang dapat bergerak dan gunung-gunung yang terjadi pada saat lapisan yang satu menekan lapisan lainnya.

Lebih dari 7000 pulau-pulaunya merupakan bagian dari lingkaran api Pasifik pada permukaan dimana lapisan Pasifik tersebut terbentuk dibawah lapisan Asia. Pergeseran pergerakannya saling berlawanan mengakibatkan munculnya gunung berapi bersamaan dengan terjadinya gempa bumi dan menghasilkan jalur-jalur jalannya air yang berhenti di pantai timur dengan kedalaman 10.497 m (sekitar 6 mil) dari titik terdalam.

Gempa bumi kecil biasa terjadi di Philipina. Bagaimanapun, ada sejarah panjang yang menyebutkan bahwa gempa bumi besar terjadi juga dari waktu ke waktu yang menelan banyak korban jiwa. Gempa bumi terburuk tiga dekade terakhir terjadi pada tanggal 2 Agustus 1968, 17 Agustus 1976, dan 16 Juli 1990. Pada Agustus 1968, lebih dari 200 penduduk tewas akibat gempa terutama di pusat Luzon dan Manila. Gempa bumi pada bulan agustus 1976 menelan korban lebih dari 2000 jiwa di Pilipina bagian Selatan. Tetapi korban paling besar bukanlah korban dari gempa bumi itu sendiri melainkan akibat dari gelombang air pasang (tsunami) yang mengikutinya, menyapu seluruh area pantai disekitar Mindanao sampai ketinggian lebih dari 5m (sekitar 15 kaki). Gempa bumi terakhir terjadi pada tanggal 16 Juli 1990 berpusat disekitar 10 km tenggara kota Cabanatuan, membunuh lebih dari 1.600 jiwa dan membinasakan Agoo, La Union, Kota Baguio, dan KotaDagupan. Kerusakan terberat terjadi di Baguio dan Kota Cabanatuan.

Pengaruh politik dari terjadinya gempa tersebut muncul pada tanggal 17 Agustus 1983. Sebenarnya, pengaruh tersebut tidak terlalu besar dan tidaklah fatal, tetapi beberapa gedung yang mengalami kerusakan merupakan gereja tua di Paoay, dekat dengan kediaman Presiden Marcos. Adanya kepercayaan takhyul pada masyarakat dan para fundamentalis Kristen yang menganggap bahwa gempa tersebut merupakan pertanda dari Tuhan untuk menentang Marcos.

Tentu saja, ketakutan akan gempa bumi bukanlah alasan yang tepat untuk meninggalkan Philipina. Bagaimanapun, bahkan setelah gempa-gempa kecil, perjalanan ke daerah-daerah pegunungan menjadi sulit karena jalan penghubung selalu terganggu dengan adanya tanah longsor.


Gambaran Geofisika Gunung-gunung

Pantai timur Luzon dari bagian ujung selatan timur laut di dekat Lucena memiliki daerah pegunungan Sierra Madre, 479 km (300 mil) yang panjangnya terbentang dari provinsi Cagayan, Isabela, Aurora, Quezon, dan Laguna.

Sekitar 70 km (44 mil) dari pantai barat Luzon, terdapat Central Mountains di utara dan Cordillera di selatan, terbentang dari ujung baratlaut pulau sejauh 263 km (164,5 mil) selatan dan berbelok ke timur terhubung ke Sierra Madre. Daerah tersebut melewati provinsi Ilocos Norte, Kalinga-Apayao, Mountain Province, Ifugao, dan Nueva Vizcaya.

Delapan dari 11 pulau-pulau yang lebih besar memiliki dataran pantai dan sebuah daerah pusat, seperti Mindoro yang jarak pusatnya 132 km (82 mil) jauhnya tetapi beberapa kota seperti Masbate dan Bohol tidak memiliki daerah pusat dan daerah pusat kota Panay terletak di barat.

 

Danau

Kumpulan air pedalaman yang paling luas di Pilipina adalah Pantai Laguna. Luas areanya sekitar 1.510 km2 (583 mil2 ) berbatasan dengan Metro Manila dan provinsi Rizal dan Laguna. Sejak terhubung ke pantai Manila oleh sungai Pasig airnya menjadi payau. Tingkat kadar garam ditentukan oleh jumlah hujan dan air pasang. Bagian permukaan yang baik ditutupi oleh kumpulan ikan.

Danau Lanao di Lanao del Sur yang terletak di Mindanao adalah danau air segar yang terbesar di negara ini. Dengan Luas area 376 km2 (145 mil2).

 

Sungai

Di Luzon, antara daerah Sierra Madre di pantai timur dan daerah Cordillera pusat ke barat terdapat lembah yang lebar, yaitu Cagayan dengan panjang 202 km (126 mil) dan lebar sekitar 47 km (29 mil). Terbentuk dari sungai Cagayan, 263 km (164 mil) panjangnya yang mengalirkan saluran air ke selatan dari pusat Luzon ke saluran Babuyan dekat Aparri.

Pusat daratan bagian utara Manila panjangnya sekitar 174 km (109 mil) dan luasnya 66 km (41 mil). Sebutannya adalah mangkok nasi dan sebagai indikasi untuk daerah penghasil beras yang besar di negara ini.

Manila kenyataannya terletak di daerah rawa dan diatas sebuah genting tanah dan anak-anak sungainya khususnya sungai San Juan dan Marikina.

Sungai Pasig masih tetap penting untuk arus lalu lintas perahu sungai dan pada waktu yang sama juga memungkinkan kapal boat melintas di sungai Pasig tersebut dan persimpangan pantai Laguna.

Pegunungan Sierra Madre selatan merupakan dataran Bicol, walaupun dikelilingi oleh gunung-gunung yang terbentang dari ujung sebelah selatan Luzon.

Daerah pegunungan Mindanao lebih luas dan lebih kompleks daripada pegunungan Luzon lainnya. Sebagian besar dari daratannya berbukit atau bergunung-gunung tetapi disana juga ada sejumlah lembah yang luas.

Sungai Agusan beserta anak sungainya mengaliri lembah ke arah utara 159 km (100 mil) panjangnya dan 94 km (59 mil) pada titik terluas sepanjang provinsi- provinsi Agusan del Norte, Agusan del Sur, Surigao del Sur, dan Davao dan berakhir di pantai Butuan 197 km dari hulu sungai dekat Gunung Kanpalili di provinsi Davao.

Sungai besar lainnya dan lembah 108 km (67,5 mil) dari 150 km (94 mil) terbentuk oleh Sungai Mindanao beserta anak sungainya. Sistem ini berawal dari Gunung Sianalagas di selatan Bukidnon hingga sepanjang 254 km (159 mil). Muaranya di dekat Kota Cotabato.

 

Tanah

Curah hujan yang besar di Philipina dan daerah tropis lainnya memberikan nutrisi untuk yanah yang ditunjukkan dari warna merah dan kuning yang khas dan temperatur yang lebih tinggi memicu cepat busuknya sayur-sayuran, yang berarti tanah disini umumnya kurang subur dan untuk itu dibutuhkanlah berbagai pupuk.

Terlepas dari pernyataan diatas. Sungai yang lebar, lembah-lembah dan area disekitar gunung; debu vulkanik dan lahar memberikan kontribusi dalam kesuburan tanah.

Hanya sekitar seperempat dari daratan di negeri ini yang cocok untuk ditanami. Jenis dari tanaman ini tergantung pada iklim dan keadaan tanah. Padi membutuhkan tipe tanah yang liat dimana air banyak terdapat di dalamnya sehingga tersimpan pada akar dan bagian-bagian lainnya yang lebih rendah dari tangkai. Tetapi bagaimanapun padi memerlukan tanah yang kering dengan sedikit curah hujan selama dua minggu sebelum waktu panen tiba. Untuk itu dibutuhkan dua iklim yaitu hujan dan kemarau.

Tanah berpasir cepat mengalirkan air, jenis ini dibutuhkan untuk tanaman berakar seperti jagung dan tebu.

Kurang dari setengah negeri ini merupakan hutan dan rata-rata penurunan persentasenya cepat tiap tahunnya yang mengakibatkan meningkatnya erosi tanah. Pemulihan lahan kembali pada relativitas tingginya rumput liar.

 

Mineral

Mineral-mineral penting di Philipina adalah batubara mutu rendah, tembaga, khrom, emas (produsen terbesar ke-6 di dunia), timah hitam, mangan merkuri, perak, nikel, besi, garam, pospat, sulfur, pasir; batu kerikil, dan marmer.

Beberapa ladang minyak telah dibangun di pesisir Palawan.

 

Energi

Sebagian besar energi yang digunakan berasal dari minyak tanah dan kira-kira 95% dari minyak tanah tersebut diimpor. Sebuah pabrik nuklir telah dibangun dibawah pemerintahan Macro, bagaimanapun hal tersebut telah diputuskan oleh pemerintah saat ini untuk mempertahankannya. Energi solar digunakan dalam jumlah yang sangat besar untuk mengeringkan makanan, beras, biji kopi, ikan, dan tentu saja pakaian.

 

Tidak Konvensional
(mn = mendekati nol)
Limbah kelapa 7
Limbah pertanian 10
Alkohol 0,16

Konvensional
Minyak kelapa mn
Minyak tanah 52
Biogas 0,03
Batubara
Metan, propan, dst 0,04
Air 12
Angin mn
Panas bumi 10
Tidal 0
Nuklir 0
Pemanas air solar mn

 

Informasi Lebih Lanjut Mengenai Negara dan Penduduknya :

- Iklim
- Penduduk
- Pemerintahan
- Sejarah
- Media
- Pekerjaan Dan Bisnis
- Seni Dan Budaya
- Transportasi
- Hiburan
- Pendidikan
- Kesehatan
- Olah Raga
- Flora dan Fauna

 

 


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/philipina/e-01land/ep-lan10.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia