pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile

Philipina


Dari Tahun 1543 Sampai Tahun 1603


2 Februari 1543.
Pemimpin ekspedisi dari Sapanyol yang paling sukses setelah Magellan adalah Ruy Lopez de Villalobos (wafat pada 4 April 1546) tiba di negara kepulauan ini. Ia menamakan kepulauan ini dengan nama Philipina sebagai penghormatan terhadap anak laki-laki dari Raja Charles I, Philip II (1556-1598) di Spanyol. Villalobos mencapai Pulau Sarangani di sebelah timur pantai Mindanao dan menetap disana selama delapan bulan. Tetapi akibat dari kelangkaan makanan, ekspedisi tersebut menaksa mereka untuk meninggalkan tempat tersebut dan berlayar ke Moluccas dimana Villalobos wafat.

13 Februari 1565. Dengan empat kapal dan 380 awak kapal, Miguel Lopez de Legaspi tiba di Philipina.

8 Mei 1565. Pulau Cebu menyerah kepada Legaspi dibawah pemerintahan Raja Tupas. Legaspi mendirikan pemukiman tetap yang pertama bagi orang-orang Spanyol di Cebu dan menjadi Gubernur-Jenderal Spanyol yang pertama. Di bawah pemerintahannya, upeti dikumpulkan dari seluruh pria Philipina yang berusia 19 sampai dengan 60 tahun.

Tahun 1568. Bangsa Portugis, dibawah perintah Jenderal Gonzalo de Pereira, menyerang Cebu dan memblokir pelabuhannya.

Tahun 1570. Bangsa Portugis menyerang kembali koloni Philipina dan mendapatkan perlawanan dari koloni tersebut. Serangan beruntun yang berasal dari Portugis dimana mereka menuntut wilayah berdasarkan pada ketentuan Perjanjian Tordisillas yang disetujui oleh Spanyol dan Portugis pada 7 Juni 1947, merupakan pembagian lingkungan pengaruhnya masing-masing, perdagangan dan daerah penaklukannya juga telah ditetapkan. Bangsa Portugis yakin bahwa orang-orang Philipina takluk dibawah pengaruh mereka.

Mei 1570. Legaspi mengirimkan suatu kelompok ekspedisi dibawah pimpinan Martin de Goiti ke Manila. Manila diperintah oleh Rajah Suliman, merupakan orang yang ingin didekati oleh de Goiti.

19 Mei 1571. Rajah Suliman berperang melawan orang-orang Spanyol untuk menyingkirkan de Goiti yang mana ia membuat kesalahan dengan melakukan penyerangan. Para serdadu De Goiti mengalahkan balatentara Suliman dan menduduki kota.

24 Juni 1571. Legaspi mendirikan pemerintahannya di Manila dan mencanangkan ibukota Philipina, yang disebut "kota berbeda dan selalu setia".

20 Agustus 1572. Wafatnya Legaspi digantikan oleh Guido de Lavezares (wafat 1575) sebagai gubernur. Lavezares meluaskan kolonisasinya sampai ke wilayah Bicol.

23 Nopember 1574. Kapten bajak laut Cina Limahong menyerang Manila, tetapi dimenangkan oleh orang-orang Spanyol dengan bantuan dari orang-orang Philipina.

2 Desember 1574. Limahong kembali menyerang Philipina, kali ini dengan membawa 1.500 tentara, tetapi gagal menaklukan kota tersebut.

Desember 1974. Di Tondo (sekarang merupakan suatu distrik di Manila), Lakandula memimpin pemberontakan melawan Spanyol.

Tahun 1580. Raja Spanyol, Philip II menerima kekuasaan dari Portugis atas kematian raja Portugis, yaitu Raja Sebastian. Hal ini mengakhiri gangguan yang ditimbulkan oleh orang-orang Portugis di kepualuan Philipina.

Tahun 1580. Orang-orang Spanyol mengajukan wajib buruh terhadap seluruh pria pribumi yang berusia 10 sampai dengan 60 tahun.

Agustus 1583. Kebakaran besar terjadi di Manila dimana api berasal dari lilin yang berada di sekitar tenda gubernur Penalosa.

Tahun 1600. Belanda menyerang negara kepulauan ini yang merupakan suatu taktik penyerangan selama perang Eropa antara Spanyol dan Belanda.

Tahun 1600. Gubernur Sebastian Hurtado de Corcuera mulai mengumpulkan bandala yang berasal dari para penduduk pribumi. Bandala merupakan jatah hasil tahunan yang diserahkan oleh penduduk pribumi dan wajib menjualnya kepada pemerintahan.

Tahun 1600. Perdagangan Galleon antara Manila dan Acapulco, Meksiko dimulai. Tetapi pelayanan dari Manila semata-mata hanyalah sebagai pelabuhan transhipmen (pemindahan dari satu alat pengangkut ke alat pengangkut lain) untuk pertukaran barang-barang antara Spanyol dan Meksiko disatu sisi dan pertukaran dengan Cina disisi lain. Perak dari Meksiko ditukarkan dengan jenis barang dagangan apa saja yang berasal dari Cina. karena perdagangan Galleon memberikan keuntungan yang cepat, Spanyol kurang tertarik untuk membangun perekonomian Philipina selama duaratus tahun pertama pendudukannya di Philipina.

Tahun 1603. Cina melakukan kekacauan di Philipina.


- Dari tahun 25.000 SM sampai tahun 1380
- Dari tahun 1450 sampai tahun 1536
- Dari tahun 1622 sampai tahun 1809
- Dari tahun 1812 sampai tahun 1882
- Dari tahun 1884 sampai tahun 1894
- Dari tahun 1896 sampai tahun 1898
- Dari tahun 1899 sampai tahun 1900
- Dari tahun 1901 sampai tahun 1903
- Dari tahun 1904 sampai tahun 1935
- Dari tahun 1941 sampai tahun 1944
- Dari tahun 1945 sampai tahun 1946
- Dari tahun 1947 sampai tahun 1954
- Dari tahun 1955 sampai tahun 1968
- Dari tahun 1969 sampai tahun 1972
- Dari tahun 1973 sampai tahun 1977
- Dari tahun 1978 sampai tahun 1982
- Dari tahun 1983 sampai tahun 1985
- 1986
- 1987
- 1988
- Dari tahun 1989 sampai tahun 1990


Informasi Lebih Lanjut Mengenai Negara dan Penduduknya :

- Geografi
- Iklim
- Penduduk
- Pemerintahan
- Sejarah
- Media
- Pekerjaan Dan Bisnis
- Seni Dan Budaya
- Transportasi
- Hiburan
- Pendidikan
- Kesehatan
- Olah Raga
- Flora dan Fauna

 

 


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/philipina/e-01land/ep-lan14_c.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia