pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile

Philipina


Dari Tahun 1945 Sampai Tahun 1946


4 Februari 1945. Bala tentara AS masuk ke Philipina dimana Jepang mengakibatkan terjadinya pertumpahan darah dengan membantai ribuan orang-orang Philipina.

22 Februari 1945. Luis Taruc, Cato Alejandrino dan para pemimpin Huk lainnya ditangkap oleh Korps Pengadilan Intelijen dan dipenjara di San Fernando, Pampanga karena menjadi komunis.

24 Februari 1945. Pertempuran di Manila berakhir. Jepang menyerah kepada AS.

27 Februari 1945. MacArthur menyerahkan Istana Malacanang kepada Osmena.

22 Maret 1945. Presiden Laurel dan Juru Bicara Aquino yang pro kepada Jepang beserta keluarganya meninggalkan Philipina ke Jepang untuk mencari perlindungan.

5 Juni 1945. Kongres yang terpilih pada tahun 1941 melakukan rapat untuk pertama kalinya. Manuel Roxas (1 Jan 1892 - 15 Apr 1948) terpilih sebagai Presiden Senat; Elpidio Quirino ( 16 Nop 1890 - 28 Feb 1956), Presiden Senat pro-tempore; Jose Julueta, Juru Bicara Dewan Perwakilan Rakyat; dan Prospero Singson, Juru Bicara pro-tempore Dewan Perwakilan Rakyat.

5 Juli 1945. Jenderal MacArthur mengumumkan pembebasan Philipina.

6 Agustus 1945. Amerika menjatuhkan bom atom di Hirosima, Jepang.

9 Agustus 1945. Amerika menjatuhkan bom atom di Nagasaki, Jepang.

15 Agustus 1945. Jepang menerima kekalahan.

12 September 1945. Presiden Laurel ditangkap oleh tentara AS dan pertama dikurung di penjara Sugamo yang berlokasi di Tokyo, kemudian ia dikirim kembali ke Philipina. Para kaki tangan Presiden Laurel dikirim kedaerah hukuman Iwahig di Palawan untuk diadili.

Desember 1945. Manuel Roxas memisahkan diri dari Partai Nacionalista Sergio Osmena Sr dan bergabung dengan Partai Liberal.

20 April 1946. Pemilihan presiden yang terakhir dibawah negara Persemakmuran berlangsung; Roxas menang atas Osmena dengan perolehan mendekati 200.000 suara. Rekan Roxas, Elpidio Quirino terpilih menjadi Wakil Presiden.

4 Juli 1946. AS mengumumkan kemerdekaan Philipina.

30 September 1946. Aksi Sewa Amandemen diumumkan secara resmi. Hal ini membantu para tuan tanah, mengakibatkan meningkatnya rasa ketidakpuasan terhadap para petani dan buruh. Huks lanjutan di Luzon pusat meluaskan pemberontakan bersenjata di provinsi Bataan dan Zambales.


- Dari tahun 25.000 SM sampai tahun 1380
- Dari tahun 1450 sampai tahun 1536
- Dari tahun 1543 sampai tahun 1603
- Dari tahun 1622 sampai tahun 1809
- Dari tahun 1812 sampai tahun 1882
- Dari tahun 1884 sampai tahun 1894
- Dari tahun 1896 sampai tahun 1898
- Dari tahun 1899 sampai tahun 1900
- Dari tahun 1901 sampai tahun 1903
- Dari tahun 1904 sampai tahun 1935
- Dari tahun 1941 sampai tahun 1944
- Dari tahun 1947 sampai tahun 1954
- Dari tahun 1955 sampai tahun 1968
- Dari tahun 1969 sampai tahun 1972
- Dari tahun 1973 sampai tahun 1977
- Dari tahun 1978 sampai tahun 1982
- Dari tahun 1983 sampai tahun 1985
- 1986
- 1987
- 1988
- Dari tahun 1989 sampai tahun 1990


Informasi Lebih Lanjut Mengenai Negara dan Penduduknya :

- Geografi
- Iklim
- Penduduk
- Pemerintahan
- Sejarah
- Media
- Pekerjaan Dan Bisnis
- Seni Dan Budaya
- Transportasi
- Hiburan
- Pendidikan
- Kesehatan
- Olah Raga
- Flora dan Fauna

 

 


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/philipina/e-01land/ep-lan14_l.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia