pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile

Philipina


Dari Tahun 1947 Sampai Tahun 1954


28 Januari 1947. Presiden Roxas mengeluarkan proklamasi amnesti bagi para kaki tangan dan relasi Claro M. Recto, Jose P. Laurel, Benigno Ramos, Jose Vargas, and Jose C. Zulueta.

6 Maret 1947. Presiden Roxas mengumumkan bahwa Hukbalahap adalah ilegal, sebagaimana kegiatan ini dinyatakan secara tegas mengatur serta memelihara hasutan dan menggulingkan pemerintahan secara paksa. Pada bulan-bulan berikutnya, orang-orang Huk berkurang dan menempatkan dirinya kedalam organisasi buruh kota serta aktifasi ikatan buruh. Ikatan buruh tergabung kedalam organisasi Kongres Buruh yang dipimpin oleh Jose dan Jesus Lava.

15 April 1947. Presiden Roxas meninggal akibat serangan jantung di Clark Air Field, Pampanga selama kunjungan ke instalasi militer AS. Ia digantikan oleh Wakil Presiden Elpidio Quirino.

17 April 1947. Quirino diambil sumpahnya secara resmi sebagai Presiden Philipina. Ia menjanjikan restorasi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dengan memecahkan masalah yang paling menekan, pemberontakan di Luzon pusat dengan melakukan neghosiasi terhadap para pemberontak.

21 Juni 1947. Presiden Quirino mengeluarkan pernyataan yang menjanjikan pengampunan bagi para pemberontak dimana pada saat itu mereka menggunakan seluruh persenjataan dan amunisi untuk membangun kekuasaan yang sepatutnya bagi mereka.

15 Agustus 1947. Orang-orang Huk mengganti nama organisasi mereka menjadi Hukbong Mapagpalaya ng Bayan (Pergerakan Pembebasan Bersenjata) dan mendirikan enam wilayah komando, empat lebih dari yang biasanya.

8 September 1947. Wakil Philipina untuk Komisi Timur Jauh, Carlos P. Romulo, menandatangani Perjanjian Perdamaian Jepang. Philipina memperoleh ganti rugi yang besar dari pemerintah Jepang.

31 Agustus 1950. Presiden Quirino mengangkat Ramon Magsaysay (31 Agt 1907 - 17 Mar 1957) sebagai Sekretaris Pertahanan Nasional. Magsaysay juga merupakan pilihan AS sebagaimana bahwa ia yakin dapat menjadi pemimpin yang dapat memeroleh kembali kepercayaan masyarakat, dan lebih dari itu, kesetiaannya kepada AS tidak dapat disangkal lagi.

21 Oktober 1950. Presiden Quirino menangguhkan hak istimewa Surat Perintah Badan Hak Pemeriksaan yang mampu menahan para komunis melebihi batas waktu enam jam yang sah untuk memenuhi gugatan. Jaminan penahanan sejumlah pemimpin komunis seperti diantaranya Komodor Arthur atau Taciano Rizal, Faustino Tenorio, Paulino Huertas, dan Casto Alenjandrino adalah kepada Magsaysay yang telah membangun American Edward Landsdale, mata-mata CIA.

Agustus 1951. Pergerakan Nasional untuk Kebebasan Memilih (NAMFREL) didirikan untuk menjamin kejujuran pemilihan. Jaime Ferrer merupakan pemimpin yang NAMFREL pertama. Organisasi ini didirikan oleh CIA. Landsdale mempersiapkan pencalonan kepresidenan Magsaysay pada pemilihan tahun 1953.

10 November 1953. Ramon Magsaysay menjadi Presiden terpilih. Magsaysay memperoleh 2.912.992 suara sementara Quirino hanya memperoleh 1.315.991 suara. Magsaysay memandang adalah sebagai tanggung jawabnya untuk memberikan perhatian pribadi dan menyumbangkan titik penyelesaian tyerhadap masalah sehari-hari masyarakatnya. Ia menunjukkan sikap mau menerima setiap saran kebijakan baginya dari Landsdale.

30 Desember 1953. Magsaysay diambil sumpah jabatannya.

Tahun 1954. Presiden Magsaysay merancang Undang-undang Persewaan Pertanian sebagai program pembaruan lahan. Undang-undang-undang ini mengizinkan para penyewa untuk beralih dari pembagian sewa menjadi pemegang kontrak, mengurangi lahan-lahan sewaan dan melarang pengusiran para penyewa kecuali dalam kasus-kasus yang telah dijelaskan oleh Pengadilan Hubungan Pertanian.

21 Juli 1954. Perjanjian Pertahanan Gabungan Asia Tenggara ditandatangani di Manila, menghasilkan Organisasi Perjanjian Negara-negara Asia Tenggara (SEATO). Organisasi ini bertujuan untuk menghentikan ekspansi komunis di wilayah tersebut. Disamping Philipina, satu-satunya anggota negara Asia Tenggara lainnya adalah Thailand. Anggota-anggota lainnya adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Australia, Selandia Baru, dan Pakistan.

15 Desember 1954. Perjanjian Laurel-Langley ditandatangani oleh perunding-perunding utama, pemuka Presiden Jose P. Laurel dan James L. Langley. Perjanjian ini membuka seluruh perekonomian Philipina terhadap perusahaan-perusahaan AS.


- Dari tahun 25.000 SM sampai tahun 1380
- Dari tahun 1450 sampai tahun 1536
- Dari tahun 1543 sampai tahun 1603
- Dari tahun 1622 sampai tahun 1809
- Dari tahun 1812 sampai tahun 1882
- Dari tahun 1884 sampai tahun 1894
- Dari tahun 1896 sampai tahun 1898
- Dari tahun 1899 sampai tahun 1900
- Dari tahun 1901 sampai tahun 1903
- Dari tahun 1904 sampai tahun 1935
- Dari tahun 1941 sampai tahun 1944
- Dari tahun 1945 sampai tahun 1946
- Dari tahun 1955 sampai tahun 1968
- Dari tahun 1969 sampai tahun 1972
- Dari tahun 1973 sampai tahun 1977
- Dari tahun 1978 sampai tahun 1982
- Dari tahun 1983 sampai tahun 1985
- 1986
- 1987
- 1988
- Dari tahun 1989 sampai tahun 1990


Informasi Lebih Lanjut Mengenai Negara dan Penduduknya :

- Geografi
- Iklim
- Penduduk
- Pemerintahan
- Sejarah
- Media
- Pekerjaan Dan Bisnis
- Seni Dan Budaya
- Transportasi
- Hiburan
- Pendidikan
- Kesehatan
- Olah Raga
- Flora dan Fauna

 

 


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/philipina/e-01land/ep-lan14_m.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia