|
Dari Tahun 1973 Sampai Tahun 1977
Tahun
1973. Misauri
meninggalkan Philipina menuju Libya untuk meminta dukungan
persenjataan dari negara-negara Muslim bagi perang di Mindanao.
10
Januari 1973. Referendum pemungutan suara rakyat (plebisit)
diselenggarakan diantara beberapa persidangan warganegara
untuk meratifikasi Konstitusi baru, menyetujui kelanjutan
keadaan perang yang dinyatakan oleh Marcos, dan untuk
menangguhkan pemilihan selama tujuh tahun. Hasilnya menyetujui
usulan pemerintah sebesar 95%. Marcos tidak memperoleh kredibilitas,
tetapi masyarakat tidak bertanya secara langsung, melainkan
hanya ditujukan kepada para pegawai barangay, banyak dari
mereka di kantor karena telah bersekutu dengan kamp Marcos.
April
1973. Front Demokratik Nasional (NDF) secara resmi terbentuk,
organisasi ini merupakan gabungan front organisasi Partai
Komunis di Philipina.
27
Juli 1973. Suatu referendum diselenggarakan dan sebagai
kebaikan hasilnya, Presiden Markos diizinkan untuk melanjutkan
jabatannya selama tahun 1973, tahun dimana ia didiskualifikasi
dari pemilihan kembali. Terdapat 15.290.639 suara yang menyatakan
setuju dan 462.859 suara yang menyatakan tidak.
27
Februari 1974. Referendum dilaksanakan didaerah Manila
Raya untuk membuat legitimasi restrukturisasi pemerintahan
lokal. Referendum ini berakibat memberikan kekuasaan kepada
Presiden untuk menunjuk seorang pegawai pemerintahan
terpilih dengan masa jabatan hingga 31 Desember 1975. Referendum
ini juga lebih jauh mengizinkan Presiden untuk menerapkan
kekuasaan lebuh didalam keadaan perang.
1
Desember 1974. Suatu tulisan yang berjudul Karakteristik
Spesifik Perang Rakyat Kita, yang ditulis oleh
Jose Maria Sison dibawah nom de guerre-nya Amado Guerrero,
dipublikasikan. Tulisan ini bersepakat dengan strategi dan
taktik Komunis yang sesuai untuk menjalankan perang revolusioner
di negara-negara seperti Philipina. Strategi dan taktik tersebut
direkomendasikan secara mendasar oleh Maoist.
4
Januari 1976. Juru bicara Angkatan Bersenjata Masyarakat
Baru dan seorang jurnalis pra-keadaan perang terkemuka, Satur
Ocampo ditangkap di Kota Olongapo.
1
Juli 1976. Sebuah tulisan panjang yang berjudul, Tugas-tugas
Kita yang Mendesak oleh Amado Guerrero dipublikasikan
dalam terbitan pertama Revolusi, merupakan publikasi
resmi Partai KOmunis Philipina. Tulisan ini mengindentifikasikan
taktik dan strategi secara sukses menjatuhkan pemerintahan
dengan apa yang disebut hubungan diktator AS-Marcos dan pencapaian
sosialisme.
26
Agustus 1976. Di Meksiko, Pampanga, ketua NPA Bernabe
Buscayno alias Kumander Dante ditangkap oleh pihak
militer. Ia ditahan di Kamp Olivas di San Fernando, Pampanga.
16
Oktober 1976. Diselenggarakan pemungutan suara rakyat
(plebisit) lainnya, yang mana hasilnya mengizinkan Presiden
untuk melanjutkan keadaan perang. Hasilnya juga meratifikasi
beberapa amandemen konstitusi 1973, dimana amandemen yang
paling menyimpang adalah Amandemen no. 6. Amandemen
ini memberikan kepada Presiden kekuasaan yang terhormat untuk
mengeluarkan dekrit, peraturan-peraturan, dan surat perintah
yang merupakan bagian dari undang-undang pertanahan. Presiden
dapat melaksanakan kekuasaan ini jika dalam penilaiannya,
ditempat tersebut terdapat keadaan darurat yang mendesak atau
adanya ancaman, ataupun Batasang Pambansa Sementara atau jika
Sidang Nasional reguler gagal untuk membuat undang-undang
yang memadai.
17
Agustus 1976. Gempa bumi yang berkekuatan 7,8 skala richter
dan diikuti dengan tsunami (gelombang banjir) menewaskan
8000 penduduk yang berada dan didekat pantai Mindanao.
20
Januari 1977. Angkatan Bersenjata Philipina menyetujui
persetujuan gencatan senjata dengan MNLF. Kelompok
panel negosiasi mencapai kesepakatan, dimana kelompok ini
terdiri dari Romulo Espaldon dari Angkatan Bersenjata Philipina;
Hashim Salamat, pemimpin operasi MNLF di provinsi Lanao dan
Tawi-Tawi; serta Dimas Pundato, pemimpin operasi MNLF lainnya
di Basilan.
4
Maret 1977. Presiden Marcos mengeluarkan dekrit untuk
membentuk otonomi Pemerintahan Islam Bangsa Moro dimana
ia memberikan daerah otonomi kepada 13 provinsi dan perintah
penarikan mundur seluruh kekuatan bersenjata pemerintahan.
Wilayah 9 dan 12 menjadi daerah otonomi, tetapi saling terpisah.
17
Agustus 1977. Dilaksanakan sebuah referendum yang bertempat
di 13 provinsi Muslim, menghormati penggabungan mereka. Hasil
dari referendum tersebut tidak mengarah kepada penggabungan
provinsi tersebut dan karena itu, maka tidak diimplementasikan,
suatu kenyataan bahwa hal tersebut melanggar Persetujuan
Tripoli.
10
November 1977. Ketua CPP, Jose Maria Sison ditangkap
di Pangasinan oleh pihak militer dan ditahan di Satuan Komando
Keamanan Militer di Benteng Bonifacio.
16
Desember 1977. Referendum dilaksanakan dan menghasilkan
yang mana sekali lagi memberikan kuasa kepada Presiden untuk
melanjutkan jabatannya, dan juga menjadi Perdana Mentri.
Usulan Marcos ditunjukkan dengan dukungan tidak kurang dari
92% pemilih
-
Dari tahun 25.000 SM sampai tahun
1380
- Dari tahun 1450 sampai tahun 1536
- Dari tahun 1543 sampai tahun 1603
- Dari tahun 1622 sampai tahun 1809
- Dari tahun 1812 sampai tahun 1882
- Dari tahun 1884 sampai tahun 1894
- Dari tahun 1896 sampai tahun 1898
- Dari tahun 1899 sampai tahun 1900
- Dari tahun 1901 sampai tahun 1903
- Dari tahun 1904 sampai tahun 1935
- Dari tahun 1941 sampai tahun 1944
- Dari tahun 1945 sampai tahun 1946
- Dari tahun 1947 sampai tahun 1954
- Dari tahun 1955 sampai tahun 1968
- Dari tahun 1969 sampai tahun 1972
- Dari tahun 1978 sampai tahun 1982
- Dari tahun 1983 sampai tahun 1985
- 1986
- 1987
- 1988
- Dari tahun 1989 sampai tahun 1990
Informasi
Lebih Lanjut Mengenai Negara dan Penduduknya :
- Geografi
- Iklim
- Penduduk
- Pemerintahan
- Sejarah
- Media
- Pekerjaan Dan Bisnis
- Seni Dan Budaya
- Transportasi
- Hiburan
- Pendidikan
- Kesehatan
- Olah Raga
- Flora dan Fauna
|