|
Tahun 1986
7 Februari
1986. Pemilihan
Presiden diselenggarakan oleh Corazon Aquino (lahir
25 Jan 1933), janda dari pemimpin partai oposisi yang dibantai
yaitu Benigno Aquino, Jr, melawan Marcos. Salvador Laurel
(lahir 18 Nov 1928) merupakan kandidatnya sebagai Wakil Presiden.
Selama penghitungan resmi perolehan suara, Marcos tetap memimpin.
Tetapi keunggulannya memiliki kredibilitas yang lemah sebagaimana
adanya kecurangan-kecurangan yang tersebar luas telah diberitakan.
Marcos diyakini tidak populer dibandingkan Cory bagi kaum
pemilih di Philipina.
14
Februari 1986. Partai-partai oposisi, UNIDO dan LABAN,
mulai bersatu melakukan aksi protes menentang hasil pemilihan
dimana mereka yakin bahwa penipuan besar-besaran telah dilakukan.
Corazon Aquino menyerukan untuk melakukan boikot bagi
semua departemen yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintahan.
22
Februari 1986. Sekitar pukul 15:00, Mentri Pertahanan
Juan Ponce Enrile membarikade dirinya bersama dengan
beberapa pengikut, banyak diantara mereka adalah kolonel-kolonel
muda; di Kementrian Pertahanan Nasional di Kamp Aguinaldo.
22
Februari 1986. Kepala Deputi Staf Angkatan Bersenjata
Philipina, Jenderal Fidel Ramos, bergabung dengan pasukan
Enrile sekitar pukul 17:00.
22
Februari 1986. Peristiwa ini diumumkan kepada publik sekitar
pukul 18:45.
22
Februari 1986. Pada pukul 21:00, uskup besar Philipina,
Jaime Cardinal Sin, melalui Radio Veritas memberikan
dukungan kepada pemberontakan Enrile. Sekaligus, Agapito
Aquino, saudara dari pemimpin pihak oposisi yang dibunuh,
membentuk kelompok kekuatan masyarakat yang membarikade Camp
Crame dan Camp Aguinaldo, untuk melindungi para pemberontak
militer dari serangan tentara Marcos. Barikade tersebut dimulai
dengan tidak lebih dari 20 orang sekitar pukul 21:30 tetapi
segera berkembang menjadi besar dan lebih besar lagi.
25
Februari 1986. Pada sore harinya, Ferdinand Marcos
diambil sumpahnya secara resmi sebagai Presiden Philipina,
bersama dengan Arturo Tolentino yang diambil sumpahnya
sebagai Wakil Presiden, sebelum Ketua Mahkamah Agung Ramon
Aquino. Pada saat yang sama, Corazon Aquino dan Salvador
Laurel juga diambil sumpah jabatannya sebagai Presiden
dan Wakil Presiden, secara hormat sebelum mengangkat Ketua
Mahkamah Agung mereka, Claudio Teehankee.
27
Februari 1986. The Alsa Masa (Bangkitnya Rakyat) dibentuk
di distrik Agdao, kota Davao. Organisasi ini merupakan organisasi
tentara sipil anti komunis, yang merekrut termasuk beberapa
anggota-anggota NPA terdahulu. Ketua organisasi adalah Rolando
"Boy Ponsa" Cagay.
1
Maret 1986. Horacio Morales dilepaskan dari penahanan.
3
Maret 1986. Pemberontak NPA membunuh 14 orang polisi
dan seorang tentara dalam penyergapan di Banugsakan,
Guinobatan, Albay. Insiden tersebut mengindikasikan bahwa
NPA tidak akan menyerah dalam pertempuran bersenjata setelah
jatuhnya Marcos.
5
Maret 1986. Jose Maria Sison dibebaskan dari penahanannya
selama 8 tahun 3 bulan di Benteng Bonifacio.Yang juga dibebaskan
adalah Bernabe Buscayno, Ruben Alegre ketua NPA Sparrow Unit,
dan Alex Buendo ketua umum kaum warga bersenjata di Metro
Manila.
25
Maret 1986. Presiden Aquino membentuk pemerintahan revolusioner
dan mengeluarkan Konstitusi Kemerdekaan untuk mengganti
satu tailored pada tahun 1973 untuk Marcos. Konstitusi Kemerdekaan
tersebut digunakan sampai konstitusi yang baru dapat ditulis
dan diratifikasi.
April
1986. Nakasaka (Gabungan Masyarakat untuk Perdamaian)
merupakan suatu kelompok yang sama dengan Alsa Masa dan diorganisir
oleh Douglas Cagas, bertempat di Davao del Sur.
9
April 1986. MNLF memasuki persetujuan gencatan senjata
dengan pemerintah untuk Wilayah 9. Persetujuan ini disebut
Deklarasi Bersatu Kota Marawi. Wilayah 9 mengggabungkan
provinsi : Zamboanga del Norte, Zamboanga del Sur, Tawi-Tawi,
Basilan, Jolo dan Palawan. Penanda tangan dari pihak MNLF
adalah Macapanton Abbas dan Dante Indiala.Dari pihak pemerintah
diwakili oleh Brig. Jend. Rodrigo Gutang.
25
Mei 1986. Presiden Aquino mengangkat 50 orang anggota
Komisi Konstitusi. Komisi tersebut diketuai oleh Hakim
Mahkamah Agung terdahulu, yaitu Cecilia Munoz Palma.
1
Juni 1986. Tanggal ini ditandai sebagai hari keseratus
Pemerintahan Aquino. Selama periode ini, dilaporkan telah
terjadi 68 pemberontakan yang berhubungan dengan berbagai
insiden, dengan 1.485 korban. Korban-korban yang berjatuhan
termasuk 641 dari para pemberontak, 450 tentara, polisi, dan
militer serta 394 warga sipil.
2
Juni 1986. Komisi KOnstitusi memulai persidangan.
3
Juni 1986. Negosiasi perdamaian antara pemerintah dengan
Front Demokratik Nasional (NDF) dimulai. Pihak pemerintah
diwakili oleh Ramon Mitra, Jose Diokno (digantikan oleh Serena
Diokno) dan Teofisto Guingona. Sementara itu, negosiator dari
NDF adalah Satur Ocampo, Antonio Zumel dan Carolina Malay.
6
Juli 1986. Rekan Marcos pada pemilihan 7 Februari, Arturo
Tolentino, menempati Hotel Manila dengan 200 tentara
yang setia kepadanya dan diambil sumpah jabatannya untuk bertindak
sebagai Presiden Philipina.
6
Juli 1986. Setelah pengambilan sumpah, Tolentino membentuk
pemerintaha pemberontak yang menuntut keluarnya Corazon
Aquino dari pemerintahan.
8
Juli 1986. Setelah 40 jam tindakan tiba-tiba yan dilakukan
oleh Tolentino dan berakhir pada pukul 5:30 dengan menyerahnya
para partisipannya.
2
September 1986. Misuari tiba dari Libya untuk menjalankan
kampanye gerilya bagi negara terpisah dengan lima juta
penduduk Muslim yang tinggal di Philipina.
5
September 1986. Presiden Aquino dan Nur Misuari bertemu
di Kota Zamboanga untuk membicarakan kemungkinan berakhirnya
gangguan pemberontakan rakyat Muslim.
9
September 1986. Nur Misuari memulai rangkaian perundingannya
dengan para pemimpin MNLF lainnya.
29
September 1986. Ketua Partai Komunis Philipina, Rodolfo
Salas alias Kumander Bilog, ditangkap oleh
pihak militer di Taft Avenue, Malate. Juga ditangkap adalah
istrinya, Josefina Cruz, dan Jose Concepcion pengawal keamanannya.
Mereka semua dibawa ke Kamp Crame di Kota Quezon.
23
November 1986. Presiden Aquino secara resmi membubarkan
25 anggota kabinet untuk membuat permulaan baru. Sebahagian
besar para menteri ditunjuk kembali. Diantara para anggota
kabinet yang diganti adalah Menteri Pertahanan Juan Ponce
Enrile dan diangkat Menteri Pertahanan yang baru yaitu Jend.
Rafael Ileto.
23
November 1986. Perjanjian Gencatan Senjata antara
pemerintah dengan Front Demokratik Nasional ditandatangani.
Penada tangan dari pihak pemerintah adalah Teofisto Guingona
dan Ramon Mitra srta dari NDF adalah Satur Ocampo, Antonio
Zumel dan Carolina Malay.
10
Desember 1986. 60 hari gencatan senjata antara
pemerintah dan pihak komunis dimulai.
1986,
Dec 26. Preliminary talks for the peace negotiations between
the MNLF and the Philippine government begin in Jeddah, Saudi
Arabia. The MNLF send 20 representatives headed by Nur Misuari.
The government panel is composed of Aquilino Pimentel, Agapito
Aquino and Norberto Gonzales.
26
Desember 1986. Pembicaran pendahuluan mengenai negosiasi
perdamaian antara MNLF dan pemerintah Philipina dimulai di
Jeddah, Arab Saudi. MNLF mengirimkan 20 orang wakilnya yang
diketuai oleh Nur Misuari.Wakil dari pemerintah terdiri dari
Aquilino Pimentel, Agapito Aquino dan Norberto Gonzales.
-
Dari tahun 25.000 SM sampai tahun
1380
- Dari tahun 1450 sampai tahun 1536
- Dari tahun 1543 sampai tahun 1603
- Dari tahun 1622 sampai tahun 1809
- Dari tahun 1812 sampai tahun 1882
- Dari tahun 1884 sampai tahun 1894
- Dari tahun 1896 sampai tahun 1898
- Dari tahun 1899 sampai tahun 1900
- Dari tahun 1901 sampai tahun 1903
- Dari tahun 1904 sampai tahun 1935
- Dari tahun 1941 sampai tahun 1944
- Dari tahun 1945 sampai tahun 1946
- Dari tahun 1947 sampai tahun 1954
- Dari tahun 1955 sampai tahun 1968
- Dari tahun 1969 sampai tahun 1972
- Dari tahun 1973 sampai tahun 1977
- Dari tahun 1978 sampai tahun 1982
- Dari tahun 1983 sampai tahun 1985
- 1987
- 1988
- Dari tahun 1989 sampai tahun 1990
Informasi
Lebih Lanjut Mengenai Negara dan Penduduknya :
- Geografi
- Iklim
- Penduduk
- Pemerintahan
- Sejarah
- Media
- Pekerjaan Dan Bisnis
- Seni Dan Budaya
- Transportasi
- Hiburan
- Pendidikan
- Kesehatan
- Olah Raga
- Flora dan Fauna
|