|
Tahun 1987
4 Januari
1987. Selama
pembicaraan perdamaian dengan pemerintahan Philipina di Jeddah,
MNLF melalui Nur Misuari lebih menyetujui otonomi daerah
daripada menjadi daerah merdeka yang merupakan bagian dari
Mindano.
22
Januari 1987. 16 orang tewas dan 60 orang cedera sekitar
pukul 17:00 dimana para demonstran mencoba menyeberangi Jembatan
Mendiola untuk mencapai Istana Malacanang dan ditembaki oleh
pihak militer. Para demonstran adalah para petani yang berasal
dari Luzon pusat, diorganisir oleh Kilusang Magbubukid
ng Pilipinas (Pergerakan Petani Philipina) dan diketuai
oleh Jaime Tadeo. Para petani bermaksud untuk berbicara dengan
Presiden mengenai reformasi lahan.
27
Januari 1987. 70 tentara dari Komando Blue Thunder yang
dipimpin oleh Kol. Bertuldo dela Cruz menyerang Pangkalan
Udara Villamor. Pada saai itu juga sekitar 600 prajurit
pemberontak dibawah kepemimpinan Kol. Oscar Canlas mennguasai
stasiun TV saluran 7 dan stasiun radio DZBB. Kedua
kelompok tersebut mencoba menggulingkan pemerintahan Aquino.
27
Januari 1987. Para pemberontak mengambil alih stasiun
TV saluran 7 dan berakhir sekitar pukul 3:30 ketika prajurit
pemberontak terakhir menyerah kepada pihak yang berwenang.
dalam serangan mendadak yang dilancarkan, satu tewas dan 16
orang lainnya luka-luka.
2
Februari 1987. Pemungutan suara rakyat (plebisit) diselenggarakan
untuk meratifikasi Konstitusi baru. 81% pemilih menyatakan
setuju.
6
Februari 1987. 60 hari gencatan senjata antara
pemerintah dan pihak NDF berakhir.
9
Februari 1987. Pembicaraan perdamaian bagi otonomi
daerah Muslim berlanjut di Manila. Gubernur Wencelito
Andanar dari Surigao del Norte merupakan wakil kepala pemerintahan.
Tiga kelompok pemberontak diundang, yaitu : MNLF, MNLF-reformis,
dan MILF (Front Liberasi Islam Moro). MNLF diwakili
oleh Mujalab Hashim, MNLF-reformis mengirim Napic Bides dan
Macabanton Abbas sebagai wakil mereka. Tetapi MILF tidak berpartisipasi
sebagaimana maksud dari pertemuan ini bahwa perwakilannya
dalam pembicaraan perdamaian haruslah diundang oleh Konfrensi
Organisasi Islam atau melalui Liga Muslim. Disetujui dalam
pertemuan ini bahwa pemerintah dan kelompok MNLF akan mengajukan
proposalnya untuk memenuhi daerah otonomi di Mindanao.
11
Februari 1987. Konstitusi baru mulai berperan. Konstitusi
ini menetapkan bentuk pemerintahan republik dan sebuah
lembaga legislatif yang terdiri dari dua dewan (bikameral)
yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat.
9
April 1987. Pembicaraan perdamaian antara pemerintah dengan
pihak MNLF ditangguhkan dengan jangka waktu yang tidak
dapat ditentukan akibat adanya bentrokan bersenjata antara
tentara pemerintah dan para pemberontak Muslim di Zamboanga
del Sur. MNLF menyadari bahwa hal ini adalah sesungguhnya
merupakan deklarasi perang.
19
April 1987. Sejumlah 300 orang pasukan komunis dan pihak
militer bentrok di Sitio Akle, San Ildefonso, Bulacan.
22
April 1987. Pertempuran empat hari di Sitio Akle, San
Ildefonso Bulacan berakhir. Pihak militer memperkirakan
33-84 orang NPA cedera ketika para pemberontak menyatakan
telah membunuh sedikitnya 18 tentara.
11
Mei 1987. Pemilihan diselenggarakan untuk memilih 200
anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan 24 Senator. Terpilih 22
orang kandidat dari Lakas ng Bayan koalisi Aquino,
yaitu : Jovito Salonga, Partai Liberal; Agapito Aquino, Lakas
ng Bayan; Orlando Mercado, Unido; John Osmena, Unido-Lakas;
Edgardo Angara, Partai Kemerdekaan; Alberto Romulo, Lakas;
Leticia Shahani, Lakas; Neptali Gonzales, Lakas; Rene Saguisag,
Partai Kemerdekaan; Joey Lina, PDP-Laban; Wigberto Tanada,
Blok Nasionalis; Sotero Laurel, Unido; Heherson Alvarez, Lakas;
Raul Manglapus, NUCD; Teofisto Guingona, Bandila; Vicente
Paterno, Partai Kemerdekaan; Vitor Ziga, Partai Kemerdekaan;
Ernesto Maceda, Unido; dan Aquilino Pimentel, PDP-Laban; Ernesto
Herrera, Laban; Mamintal Tamano, Laban; Santanina Rasul, Partai
Kemerdekaan. Hanya dua kandidat dari pihak oposisi yang menjadi
Senat, yaitu Joseph Estrada dan Juan Ponce Enrile, keduanya
berasal dari partai oposisi koalisi Aliansi Besar untuk
Demokrasi.
15
Juli 1987. Presiden Aquino menandatangani Peraturan Eksekutif
No. 220, membuat Wilayah Administratif Cordillera,
merupakan tatanan wilayah pra-otonomi untuk provinsi Abra,
Benguet, Bontoc, Kalinga-Apayao, Provinsi Pegunungan dan
Kota Baguio.
23
Juli 1987. Presiden Aquino menandatangani Peraturan
Eksekutif No. 229 mengimplementasikan 50 milyar peso
bagi Program Perluasan Reformasi Agraria (CARP). Program
ini bertujuan untuk mengalihkan kepemilikan para penyewa lahan
pertanian baik umum maupun swasta kecuali
lahan tersebut dimiliki oleh kelompok kebidayaan minoritas.
Masa pengimplementasian masih diputuskan oleh Kongres.
23
Juli 1987. Tiga orang yang tak teridentifikasi diyakini
menjadi anggota Brigade Alex Boncayao NPA, menembak
dan membunuh Sersan Rolando Dularte di Sta Mesa, Manila. Kejadian
ini merupakan yang pertama dari pembunuhan berantai terhadap
para anggota polisi di Manila. Dalam 6 bulan berikutnya, 16
orang anggota polisi dibunuh di Metro Manila oleh dianggap
sebagai Sparrow Komunis.
26
Juli 1987. Kongres Philipina yang baru dipilih pada bulan
Mei 1987 dan bertemu untuk rapatnya yang pertama.
2
Agustus 1987. Sekretaris Pemerintahan Lokal, Jaime
Ferrer dan supirnya, dibunuh oleh NPA sekitar pukul 18:00
di Paranaque, Metro Manila. Jaime Ferrer merupakan pegawai
pemerintahan yang tertinggi jabatannya dibunuh dalam sejarah
Republik Pemerintah.
21
Agustus 1987. Nur Misuari menolak tawaran pembicaraan
perdamaian baru antara pemerintah dan pihak MNLF.
22
Agustus 1987. Sekitar 200 pemberontak komunis menyerbu
dan membakar balai kota dan stasiun polisi di Manapla, Negros
Oriental, menewaskan 5 orang.
26
Agustus 1987. Welgang Bayan (Mogok Nasional) dalam aksi
protes menentang kenaikan harga bahan bakar, melumpuhkan
transportasi umum dan seluruh aktivitas perekonomian
lainnya di Metro Manila dan hampir seluruh Philipina.
27
Agustus 1987. Tujuhbelas jam pertempuran pengrusakan
meletus sekitar pukul 11:00 antara para pemberontak komunis
dengan pasukan pemerintah dipinggiran Kota La Carlota,
Negros Occidental. Terdapat sekitar 100 pemberontak
dan jumlah yang sama dari pasukan pemerintah. Dalam pertempuran
tersebut dinyatakan 30 sampai 40 orang pemberontak
yang hidup.
28
Agustus 1987. Kol. Gringo Honasan memimpin uji
coba penyerangan berdarah mendadak untuk melawan Pemerintahan
Aquino.
Pukul
1:30 800 tentara pemberontak sayap kanan, menyita
8 bus Transit Baliwag dan beberapa truk bertingkat tiba di
Manila dari Benteng Magsaysay di Laur, Nueva Ecija. 300 tentara
menyerang Malacanang. Pertarungan senjata mengakibatkan tertembaknya
anak laki-laki Presiden Aquino, Benigno III, dan 3 orang pengawalnya.
Pukul
2:00 Para tentara pemberontak memasuki Broadcast Plaza
untuk mengambil kendali stasiun TV Saluran 2 dan 4 serta beberapa
kompleks rumah stasiun radio. Pertarungan senjata dimulai
di Hotel Camelot, dekat Broadcast Plaza dan dirampas oleh
para pemberontak.
Pukul
2:25 Para pemberontak menembaki warga sipil dengan tidak
pandang bulu di jembatan Nagtahan dekat Istana Nagtahan, sebanyak
5 orang terbunuh.
Pukul
3:15 Para tentara pemberontak pindah dari istana menuju
Kamp Aguinaldo yang merupakan pangkalan militer di
Kota Quezon.
Pukul
4:00 Kelompok tentara pemberontak menduduki lantai dasar
gedung utama di Kamp Villamor, pangkalan Angkatan Udara,
dan menawan kepala Angkatan Udara, May. Jend. Antonio Sotelo.
Pukul
7:00 Bandara di Kota Legaspi dirampas oleh para
pemberontak.
Pukul
10:00 Presiden Aquino melalui gubernur Metro Manila, Jejomar
Binay, memerintahkan Jend. Alfredo Lim dari Distrik
Kepolisian Bagian Barat untuk mengambil kembali stasiun TV
Saluran 4.
Pukul
11:45 Para tentara pemberontak merampas stasiun TV
saluran 13. Seorang pemberontak muncul di TV dan meminta
dukungan rakyat banyak.
Pukul
12:30 Beberapa batalyon pro-pemerintah mulai menyerang
Benteng Aguinaldo.
Pukul
13:30 Tiga kamp lokal di Kota Cebu diambil alih
oleh para pemberontak dalam mendukung berlangsungnya pemberontakan
di Manila.
Pukul
14:30 Presiden Aquino muncul secara luas di televisi
mengumumkan untuk berperang habis-habisan melawan para pemberontak
dan memerintahkan Angkatan Udara untuk mengakhiri pemberontakan
secepat mungkin.
Pukul
15:00 Sekitar seperempat dari para tentara pemberontak
menyerah kepada pemerintah di beberapa tempat di Metro Manila.
Pukul
16:15 Pasukan pemerintahmenggunakan pesawat model Perang
Dunia II yaitu pesawat Tora-Tora menyerang kubu-kubu
pemberontak dan instalasi-instalasi yang meraka duduki, membakar
tiga Gedung Markas Umum Jenderal yang bersejarah di Kamp Aguinaldo.
Pukul
17:30 Tentara pemerintah menggunakan berbagai cara mereka
untuk menghalau para pemberontak di Kamp Aguinaldo
dengan menggunakan dua tank dan kendaraan personil lapis baja
memulai penyerangan total untuk melawan para pemberontak.
Pukul
18:00 Tentara pemerintah memperoleh kembali kendali atas
Kamp Olivas di San Fernando, Pampanga, dimana sebelumnya
telah diduduki oleh para pemberontak.
Pukul
21:00 pangkalan Udara Villamor diamankan oleh para tentara
pemerintah.
Pukul
22:30 Pimpinan PC di Nueva Ecija yaitu Lt. Kol. Eduardo
Martillano dan para pemberontak yang dipimpinnya menyerah
kepada pemerintah berikut persenjataannya dan mengakhiri kekuasaan
para pemberontak di Hotel Camelot. Honasan melarikan diri
dengan menggunakan helikopter ke luar negeri.
29
Agustus 1987. Pada pukul 7:00, para pemberontak
di Kamp Aguinaldo, Kota Cebu, dan Kota Legaspi menyerah. Kamp
Olivas ditutup dan para pasukan pemberontak ditempat tersebut
melarikan diri. Pada pukul 9:30, situasi negara Philipina
sepenuhnya dibawah kendali pemerintahan Aquino. Percobaan
serangan mendadak tersebut mengambil korban jiwa sebanyak
12 orang dari pihak tentara pemerintah, 19 pemberontak dan
22 warga sipil. ratusan orang luka-luka.
30
Agustus 1987. Jumlah keseluruhan 805 para pemberontak
yang menyerah kepada pemerintah ditahan di dua kapal Angkatan
Laut dipertengahan Pantai Manila. Keseluruhan 830 orang
korps taruna Akademi Militer Philipina melancarkan aksi mogok
makan yang menuntut perlakuan kemanusiaan bagi para
pemberontak dan menunjukkan silodaritas terhadap kasus para
pemberontak.
2
September 1987. Didekat Navao, 32 pemberontak komunis
dibunuh oleh dua helikopter bersenjata milik militer. Dari
pihak militer, dua penjaga hutan terbunuh dan empat orang
lainnya luka-luka. Di Agusan del Sur, 14 orang pengacau dibunuh
dan beberapa orang lainnya luka-luka. Dalam suatu penyergapan
di provinsi Quezon, para pemberontak menyapu bersih satu peleton
tentara dengan membunuh 21 orang dan melukai lima orang lainnya.
7
September 1987. Dua jembatan beton di wilayah Bicol, satu
di Tara, Sipocot dan satunya lagi di San
Fernando, keduanya di provinsi Camarines Sur didinamit
oleh anggota NPA, memutuskan jalan darat ke wilayah tersebut
kecuali jalan kereta api.
9
September 1987. Jembatan Bicol yang lain di Guinobatan,
provinsi Albay diledakkan oleh para pemberontak NPA.
10
September 1987. 26 anggota kabinet dan 4 orang komisaris
Komisi Presidensil pada Pemerintahan Baik mengundurkan
diri dalam pemerintahan mengakibatkan perubahan yang drastis
sehingga terjadinya pemberontakan pada tanggal 28 Agustus.
16
September 1987. Wakil Presiden Salvador Laurel
mengundurkan diri sebagai Sekretaris Urusan Luar Negeri karena
perbedaan dasar kebijakan dalam pendekatan untuk mengatasi
kekacauan masalah.
19
September 1987. Sekretaris Umum sayap kiri kelompok Bagong
Alyansang Makabayan atau BAYAN, Lean Alejandro, disergap
dan dibunuh oleh orang tak dikenal mendekati pukul 17:00 di
Cubao, Kota Quezon.
20
September 1987. Sejumlah 500 pemberontak membajak kereta
api Manila, mengemudikannya ke kota Del Gallego, Camarines
Sur dan menyerang polisi serta detasemen PC. 17 pemberontak
terbunuh beserta 3 polisi dan 2 militan. setelah itu para
pemberontak meledakkan jembatan rel kereta api Quilbay
dan memutuskan pelayanan kereta api antara Bicol-Manila.
24
September 1987. Pihak militer mulai memperhitungkan
penyerangan melawan pihak komunis di wilayah Bicol dengan
menggunakan tiga helikopter bersenjata, menembakkan roket
ke arah batalyon yang dikuasai oleh kekuatan pemberontak di
Ragay, Camarines Sur.
1
Oktober 1987. Front Demokratik Nasional mulai mendirikan
pemerintahan lokal revolusioner sementara dibeberapa
bagian negara Philipina.
18
Oktober 1987. Santo pertama Philipina yaitu Lorenzo
Ruiz dinyatakan suci di Roma.
6
November 1987. Presiden Aquino menandatangani Undang-undang
Republik No. 1 menjadi hukum yang sah, hukum pertama yang
diluluskan oleh Kongres. Undang-undang ini merancang pemilihan
lokal pertama dibawah pemerintahan Aquino pada tanggal
8 Januari 1988.
6
November 1987. Terbentuk suatu organisasi perlindungan
bagi seluruh anggota panitia siap siaga di Metro Manila, yang
disebut Pejuang Perdamaian dan Demokrasi Manila. Sebuah
kelompok anggota panitia siap siaga sebelumnya terbentuk pada
19 Juni 1987 dan semata-mata hanya terdiri dari para pemimpin
barangay.
11
November 1987. Di Universitas Politeknik Philipina, Presiden
Nemesio Prudente yang dikenal sebagai anggota sayap
kiri, disergap dan dicederai oleh sekelompok orang bersenjata
tak dikenal di Sta. Mesa.
26
November 1987. Angin Topan Sisang (Kode nama internasional
: Nina) menghantam bagian selatan dari wilayah Tagalog dan
Bicol dengan kecepatan angin 185 km/jam (116 mil/jam). 656
orang tewas dan lebih dari 500.000 penduduk menjadi
tunawisma. Angin topan tersebut menghancurkan 550 juta peso
harta properti dan hasil panen.
7
Desember 1987. Sekretaris Keuangan sebelumnya yaitu Jaime
Ongpin ditemukan tewas di kantornya di Makti. Para penyelidik
menyatakan bahwa kejadian ini merupakan tindakan bunuh
diri meskipun terdapat beberapa misteri diseputar insiden
tersebut.
10
Desember 1987. Setelah 140 hari, pemimpin percobaan
pemberontakan tiba-tiba pada 28 Agustus, Gringo Honasan,
tertangkap di Valle Verde, Metro Manila.
11
Desember 1987. 2 anggota polisi dibunuh oleh 5 pria tak
dikenal yang diyakini sebagai anggota dari NPA. Mereka yang
terbunuh adalah May. Rolando Manahan dan Sersan
Oscar Galleron. Sejak bulan Juli, 16 personil militer
dan polisi telah dibunuh di Metro Manila oleh anggota bersenjata
NPA, yang disebut sparrows (burung pipit).
20
Desember 1987. Kapal penumpang Dona Paz dan kapal
tangki minyak MV Vector bertabrakan di laut antara
kepulauan Mindoro dan Romblon dan tenggelam kedalam air sedalam
530 m (1.738 kaki). Hanya 26 orang yang selamat dari
lebih 3000 penumpang kapal Dona Paz. Bencana ini dikatakan
sebagai tragedi laut yang terburuk dalam masa damai dan puncaknya
pada bencana Titanic di Atlantik pada tahun 1912.
-
Dari tahun 25.000 SM sampai tahun
1380
- Dari tahun 1450 sampai tahun 1536
- Dari tahun 1543 sampai tahun 1603
- Dari tahun 1622 sampai tahun 1809
- Dari tahun 1812 sampai tahun 1882
- Dari tahun 1884 sampai tahun 1894
- Dari tahun 1896 sampai tahun 1898
- Dari tahun 1899 sampai tahun 1900
- Dari tahun 1901 sampai tahun 1903
- Dari tahun 1904 sampai tahun 1935
- Dari tahun 1941 sampai tahun 1944
- Dari tahun 1945 sampai tahun 1946
- Dari tahun 1947 sampai tahun 1954
- Dari tahun 1955 sampai tahun 1968
- Dari tahun 1969 sampai tahun 1972
- Dari tahun 1973 sampai tahun 1977
- Dari tahun 1978 sampai tahun 1982
- Dari tahun 1983 sampai tahun 1985
- 1986
- 1988
- Dari tahun 1989 sampai tahun 1990
Informasi
Lebih Lanjut Mengenai Negara dan Penduduknya :
- Geografi
- Iklim
- Penduduk
- Pemerintahan
- Sejarah
- Media
- Pekerjaan Dan Bisnis
- Seni Dan Budaya
- Transportasi
- Hiburan
- Pendidikan
- Kesehatan
- Olah Raga
- Flora dan Fauna
|