pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile

Philipina


Tahun 1987


4 Januari 1987. Selama pembicaraan perdamaian dengan pemerintahan Philipina di Jeddah, MNLF melalui Nur Misuari lebih menyetujui otonomi daerah daripada menjadi daerah merdeka yang merupakan bagian dari Mindano.

22 Januari 1987. 16 orang tewas dan 60 orang cedera sekitar pukul 17:00 dimana para demonstran mencoba menyeberangi Jembatan Mendiola untuk mencapai Istana Malacanang dan ditembaki oleh pihak militer. Para demonstran adalah para petani yang berasal dari Luzon pusat, diorganisir oleh Kilusang Magbubukid ng Pilipinas (Pergerakan Petani Philipina) dan diketuai oleh Jaime Tadeo. Para petani bermaksud untuk berbicara dengan Presiden mengenai reformasi lahan.

27 Januari 1987. 70 tentara dari Komando Blue Thunder yang dipimpin oleh Kol. Bertuldo dela Cruz menyerang Pangkalan Udara Villamor. Pada saai itu juga sekitar 600 prajurit pemberontak dibawah kepemimpinan Kol. Oscar Canlas mennguasai stasiun TV saluran 7 dan stasiun radio DZBB. Kedua kelompok tersebut mencoba menggulingkan pemerintahan Aquino.

27 Januari 1987. Para pemberontak mengambil alih stasiun TV saluran 7 dan berakhir sekitar pukul 3:30 ketika prajurit pemberontak terakhir menyerah kepada pihak yang berwenang. dalam serangan mendadak yang dilancarkan, satu tewas dan 16 orang lainnya luka-luka.

2 Februari 1987. Pemungutan suara rakyat (plebisit) diselenggarakan untuk meratifikasi Konstitusi baru. 81% pemilih menyatakan setuju.

6 Februari 1987. 60 hari gencatan senjata antara pemerintah dan pihak NDF berakhir.

9 Februari 1987. Pembicaraan perdamaian bagi otonomi daerah Muslim berlanjut di Manila. Gubernur Wencelito Andanar dari Surigao del Norte merupakan wakil kepala pemerintahan. Tiga kelompok pemberontak diundang, yaitu : MNLF, MNLF-reformis, dan MILF (Front Liberasi Islam Moro). MNLF diwakili oleh Mujalab Hashim, MNLF-reformis mengirim Napic Bides dan Macabanton Abbas sebagai wakil mereka. Tetapi MILF tidak berpartisipasi sebagaimana maksud dari pertemuan ini bahwa perwakilannya dalam pembicaraan perdamaian haruslah diundang oleh Konfrensi Organisasi Islam atau melalui Liga Muslim. Disetujui dalam pertemuan ini bahwa pemerintah dan kelompok MNLF akan mengajukan proposalnya untuk memenuhi daerah otonomi di Mindanao.

11 Februari 1987. Konstitusi baru mulai berperan. Konstitusi ini menetapkan bentuk pemerintahan republik dan sebuah lembaga legislatif yang terdiri dari dua dewan (bikameral) yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat.

9 April 1987. Pembicaraan perdamaian antara pemerintah dengan pihak MNLF ditangguhkan dengan jangka waktu yang tidak dapat ditentukan akibat adanya bentrokan bersenjata antara tentara pemerintah dan para pemberontak Muslim di Zamboanga del Sur. MNLF menyadari bahwa hal ini adalah sesungguhnya merupakan deklarasi perang.

19 April 1987. Sejumlah 300 orang pasukan komunis dan pihak militer bentrok di Sitio Akle, San Ildefonso, Bulacan.

22 April 1987. Pertempuran empat hari di Sitio Akle, San Ildefonso Bulacan berakhir. Pihak militer memperkirakan 33-84 orang NPA cedera ketika para pemberontak menyatakan telah membunuh sedikitnya 18 tentara.

11 Mei 1987. Pemilihan diselenggarakan untuk memilih 200 anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan 24 Senator. Terpilih 22 orang kandidat dari Lakas ng Bayan koalisi Aquino, yaitu : Jovito Salonga, Partai Liberal; Agapito Aquino, Lakas ng Bayan; Orlando Mercado, Unido; John Osmena, Unido-Lakas; Edgardo Angara, Partai Kemerdekaan; Alberto Romulo, Lakas; Leticia Shahani, Lakas; Neptali Gonzales, Lakas; Rene Saguisag, Partai Kemerdekaan; Joey Lina, PDP-Laban; Wigberto Tanada, Blok Nasionalis; Sotero Laurel, Unido; Heherson Alvarez, Lakas; Raul Manglapus, NUCD; Teofisto Guingona, Bandila; Vicente Paterno, Partai Kemerdekaan; Vitor Ziga, Partai Kemerdekaan; Ernesto Maceda, Unido; dan Aquilino Pimentel, PDP-Laban; Ernesto Herrera, Laban; Mamintal Tamano, Laban; Santanina Rasul, Partai Kemerdekaan. Hanya dua kandidat dari pihak oposisi yang menjadi Senat, yaitu Joseph Estrada dan Juan Ponce Enrile, keduanya berasal dari partai oposisi koalisi Aliansi Besar untuk Demokrasi.

15 Juli 1987. Presiden Aquino menandatangani Peraturan Eksekutif No. 220, membuat Wilayah Administratif Cordillera, merupakan tatanan wilayah pra-otonomi untuk provinsi Abra, Benguet, Bontoc, Kalinga-Apayao, Provinsi Pegunungan dan Kota Baguio.

23 Juli 1987. Presiden Aquino menandatangani Peraturan Eksekutif No. 229 mengimplementasikan 50 milyar peso bagi Program Perluasan Reformasi Agraria (CARP). Program ini bertujuan untuk mengalihkan kepemilikan para penyewa lahan pertanian baik umum maupun swasta kecuali lahan tersebut dimiliki oleh kelompok kebidayaan minoritas. Masa pengimplementasian masih diputuskan oleh Kongres.

23 Juli 1987. Tiga orang yang tak teridentifikasi diyakini menjadi anggota Brigade Alex Boncayao NPA, menembak dan membunuh Sersan Rolando Dularte di Sta Mesa, Manila. Kejadian ini merupakan yang pertama dari pembunuhan berantai terhadap para anggota polisi di Manila. Dalam 6 bulan berikutnya, 16 orang anggota polisi dibunuh di Metro Manila oleh dianggap sebagai Sparrow Komunis.

26 Juli 1987. Kongres Philipina yang baru dipilih pada bulan Mei 1987 dan bertemu untuk rapatnya yang pertama.

2 Agustus 1987. Sekretaris Pemerintahan Lokal, Jaime Ferrer dan supirnya, dibunuh oleh NPA sekitar pukul 18:00 di Paranaque, Metro Manila. Jaime Ferrer merupakan pegawai pemerintahan yang tertinggi jabatannya dibunuh dalam sejarah Republik Pemerintah.

21 Agustus 1987. Nur Misuari menolak tawaran pembicaraan perdamaian baru antara pemerintah dan pihak MNLF.

22 Agustus 1987. Sekitar 200 pemberontak komunis menyerbu dan membakar balai kota dan stasiun polisi di Manapla, Negros Oriental, menewaskan 5 orang.

26 Agustus 1987. Welgang Bayan (Mogok Nasional) dalam aksi protes menentang kenaikan harga bahan bakar, melumpuhkan transportasi umum dan seluruh aktivitas perekonomian lainnya di Metro Manila dan hampir seluruh Philipina.

27 Agustus 1987. Tujuhbelas jam pertempuran pengrusakan meletus sekitar pukul 11:00 antara para pemberontak komunis dengan pasukan pemerintah dipinggiran Kota La Carlota, Negros Occidental. Terdapat sekitar 100 pemberontak dan jumlah yang sama dari pasukan pemerintah. Dalam pertempuran tersebut dinyatakan 30 sampai 40 orang pemberontak yang hidup.

28 Agustus 1987. Kol. Gringo Honasan memimpin uji coba penyerangan berdarah mendadak untuk melawan Pemerintahan Aquino.

Pukul 1:30 800 tentara pemberontak sayap kanan, menyita 8 bus Transit Baliwag dan beberapa truk bertingkat tiba di Manila dari Benteng Magsaysay di Laur, Nueva Ecija. 300 tentara menyerang Malacanang. Pertarungan senjata mengakibatkan tertembaknya anak laki-laki Presiden Aquino, Benigno III, dan 3 orang pengawalnya.

Pukul 2:00 Para tentara pemberontak memasuki Broadcast Plaza untuk mengambil kendali stasiun TV Saluran 2 dan 4 serta beberapa kompleks rumah stasiun radio. Pertarungan senjata dimulai di Hotel Camelot, dekat Broadcast Plaza dan dirampas oleh para pemberontak.

Pukul 2:25 Para pemberontak menembaki warga sipil dengan tidak pandang bulu di jembatan Nagtahan dekat Istana Nagtahan, sebanyak 5 orang terbunuh.

Pukul 3:15 Para tentara pemberontak pindah dari istana menuju Kamp Aguinaldo yang merupakan pangkalan militer di Kota Quezon.

Pukul 4:00 Kelompok tentara pemberontak menduduki lantai dasar gedung utama di Kamp Villamor, pangkalan Angkatan Udara, dan menawan kepala Angkatan Udara, May. Jend. Antonio Sotelo.

Pukul 7:00 Bandara di Kota Legaspi dirampas oleh para pemberontak.

Pukul 10:00 Presiden Aquino melalui gubernur Metro Manila, Jejomar Binay, memerintahkan Jend. Alfredo Lim dari Distrik Kepolisian Bagian Barat untuk mengambil kembali stasiun TV Saluran 4.

Pukul 11:45 Para tentara pemberontak merampas stasiun TV saluran 13. Seorang pemberontak muncul di TV dan meminta dukungan rakyat banyak.

Pukul 12:30 Beberapa batalyon pro-pemerintah mulai menyerang Benteng Aguinaldo.

Pukul 13:30 Tiga kamp lokal di Kota Cebu diambil alih oleh para pemberontak dalam mendukung berlangsungnya pemberontakan di Manila.

Pukul 14:30 Presiden Aquino muncul secara luas di televisi mengumumkan untuk berperang habis-habisan melawan para pemberontak dan memerintahkan Angkatan Udara untuk mengakhiri pemberontakan secepat mungkin.

Pukul 15:00 Sekitar seperempat dari para tentara pemberontak menyerah kepada pemerintah di beberapa tempat di Metro Manila.

Pukul 16:15 Pasukan pemerintahmenggunakan pesawat model Perang Dunia II yaitu pesawat Tora-Tora menyerang kubu-kubu pemberontak dan instalasi-instalasi yang meraka duduki, membakar tiga Gedung Markas Umum Jenderal yang bersejarah di Kamp Aguinaldo.

Pukul 17:30 Tentara pemerintah menggunakan berbagai cara mereka untuk menghalau para pemberontak di Kamp Aguinaldo dengan menggunakan dua tank dan kendaraan personil lapis baja memulai penyerangan total untuk melawan para pemberontak.

Pukul 18:00 Tentara pemerintah memperoleh kembali kendali atas Kamp Olivas di San Fernando, Pampanga, dimana sebelumnya telah diduduki oleh para pemberontak.

Pukul 21:00 pangkalan Udara Villamor diamankan oleh para tentara pemerintah.

Pukul 22:30 Pimpinan PC di Nueva Ecija yaitu Lt. Kol. Eduardo Martillano dan para pemberontak yang dipimpinnya menyerah kepada pemerintah berikut persenjataannya dan mengakhiri kekuasaan para pemberontak di Hotel Camelot. Honasan melarikan diri dengan menggunakan helikopter ke luar negeri.

29 Agustus 1987. Pada pukul 7:00, para pemberontak di Kamp Aguinaldo, Kota Cebu, dan Kota Legaspi menyerah. Kamp Olivas ditutup dan para pasukan pemberontak ditempat tersebut melarikan diri. Pada pukul 9:30, situasi negara Philipina sepenuhnya dibawah kendali pemerintahan Aquino. Percobaan serangan mendadak tersebut mengambil korban jiwa sebanyak 12 orang dari pihak tentara pemerintah, 19 pemberontak dan 22 warga sipil. ratusan orang luka-luka.

30 Agustus 1987. Jumlah keseluruhan 805 para pemberontak yang menyerah kepada pemerintah ditahan di dua kapal Angkatan Laut dipertengahan Pantai Manila. Keseluruhan 830 orang korps taruna Akademi Militer Philipina melancarkan aksi mogok makan yang menuntut perlakuan kemanusiaan bagi para pemberontak dan menunjukkan silodaritas terhadap kasus para pemberontak.

2 September 1987. Didekat Navao, 32 pemberontak komunis dibunuh oleh dua helikopter bersenjata milik militer. Dari pihak militer, dua penjaga hutan terbunuh dan empat orang lainnya luka-luka. Di Agusan del Sur, 14 orang pengacau dibunuh dan beberapa orang lainnya luka-luka. Dalam suatu penyergapan di provinsi Quezon, para pemberontak menyapu bersih satu peleton tentara dengan membunuh 21 orang dan melukai lima orang lainnya.

7 September 1987. Dua jembatan beton di wilayah Bicol, satu di Tara, Sipocot dan satunya lagi di San Fernando, keduanya di provinsi Camarines Sur didinamit oleh anggota NPA, memutuskan jalan darat ke wilayah tersebut kecuali jalan kereta api.

9 September 1987. Jembatan Bicol yang lain di Guinobatan, provinsi Albay diledakkan oleh para pemberontak NPA.

10 September 1987. 26 anggota kabinet dan 4 orang komisaris Komisi Presidensil pada Pemerintahan Baik mengundurkan diri dalam pemerintahan mengakibatkan perubahan yang drastis sehingga terjadinya pemberontakan pada tanggal 28 Agustus.

16 September 1987. Wakil Presiden Salvador Laurel mengundurkan diri sebagai Sekretaris Urusan Luar Negeri karena perbedaan dasar kebijakan dalam pendekatan untuk mengatasi kekacauan masalah.

19 September 1987. Sekretaris Umum sayap kiri kelompok Bagong Alyansang Makabayan atau BAYAN, Lean Alejandro, disergap dan dibunuh oleh orang tak dikenal mendekati pukul 17:00 di Cubao, Kota Quezon.

20 September 1987. Sejumlah 500 pemberontak membajak kereta api Manila, mengemudikannya ke kota Del Gallego, Camarines Sur dan menyerang polisi serta detasemen PC. 17 pemberontak terbunuh beserta 3 polisi dan 2 militan. setelah itu para pemberontak meledakkan jembatan rel kereta api Quilbay dan memutuskan pelayanan kereta api antara Bicol-Manila.

24 September 1987. Pihak militer mulai memperhitungkan penyerangan melawan pihak komunis di wilayah Bicol dengan menggunakan tiga helikopter bersenjata, menembakkan roket ke arah batalyon yang dikuasai oleh kekuatan pemberontak di Ragay, Camarines Sur.

1 Oktober 1987. Front Demokratik Nasional mulai mendirikan pemerintahan lokal revolusioner sementara dibeberapa bagian negara Philipina.

18 Oktober 1987. Santo pertama Philipina yaitu Lorenzo Ruiz dinyatakan suci di Roma.

6 November 1987. Presiden Aquino menandatangani Undang-undang Republik No. 1 menjadi hukum yang sah, hukum pertama yang diluluskan oleh Kongres. Undang-undang ini merancang pemilihan lokal pertama dibawah pemerintahan Aquino pada tanggal 8 Januari 1988.

6 November 1987. Terbentuk suatu organisasi perlindungan bagi seluruh anggota panitia siap siaga di Metro Manila, yang disebut Pejuang Perdamaian dan Demokrasi Manila. Sebuah kelompok anggota panitia siap siaga sebelumnya terbentuk pada 19 Juni 1987 dan semata-mata hanya terdiri dari para pemimpin barangay.

11 November 1987. Di Universitas Politeknik Philipina, Presiden Nemesio Prudente yang dikenal sebagai anggota sayap kiri, disergap dan dicederai oleh sekelompok orang bersenjata tak dikenal di Sta. Mesa.

26 November 1987. Angin Topan Sisang (Kode nama internasional : Nina) menghantam bagian selatan dari wilayah Tagalog dan Bicol dengan kecepatan angin 185 km/jam (116 mil/jam). 656 orang tewas dan lebih dari 500.000 penduduk menjadi tunawisma. Angin topan tersebut menghancurkan 550 juta peso harta properti dan hasil panen.

7 Desember 1987. Sekretaris Keuangan sebelumnya yaitu Jaime Ongpin ditemukan tewas di kantornya di Makti. Para penyelidik menyatakan bahwa kejadian ini merupakan tindakan bunuh diri meskipun terdapat beberapa misteri diseputar insiden tersebut.

10 Desember 1987. Setelah 140 hari, pemimpin percobaan pemberontakan tiba-tiba pada 28 Agustus, Gringo Honasan, tertangkap di Valle Verde, Metro Manila.

11 Desember 1987. 2 anggota polisi dibunuh oleh 5 pria tak dikenal yang diyakini sebagai anggota dari NPA. Mereka yang terbunuh adalah May. Rolando Manahan dan Sersan Oscar Galleron. Sejak bulan Juli, 16 personil militer dan polisi telah dibunuh di Metro Manila oleh anggota bersenjata NPA, yang disebut sparrows (burung pipit).

20 Desember 1987. Kapal penumpang Dona Paz dan kapal tangki minyak MV Vector bertabrakan di laut antara kepulauan Mindoro dan Romblon dan tenggelam kedalam air sedalam 530 m (1.738 kaki). Hanya 26 orang yang selamat dari lebih 3000 penumpang kapal Dona Paz. Bencana ini dikatakan sebagai tragedi laut yang terburuk dalam masa damai dan puncaknya pada bencana Titanic di Atlantik pada tahun 1912.


- Dari tahun 25.000 SM sampai tahun 1380
- Dari tahun 1450 sampai tahun 1536
- Dari tahun 1543 sampai tahun 1603
- Dari tahun 1622 sampai tahun 1809
- Dari tahun 1812 sampai tahun 1882
- Dari tahun 1884 sampai tahun 1894
- Dari tahun 1896 sampai tahun 1898
- Dari tahun 1899 sampai tahun 1900
- Dari tahun 1901 sampai tahun 1903
- Dari tahun 1904 sampai tahun 1935
- Dari tahun 1941 sampai tahun 1944
- Dari tahun 1945 sampai tahun 1946
- Dari tahun 1947 sampai tahun 1954
- Dari tahun 1955 sampai tahun 1968
- Dari tahun 1969 sampai tahun 1972
- Dari tahun 1973 sampai tahun 1977
- Dari tahun 1978 sampai tahun 1982
- Dari tahun 1983 sampai tahun 1985
- 1986
- 1988
- Dari tahun 1989 sampai tahun 1990


Informasi Lebih Lanjut Mengenai Negara dan Penduduknya :

- Geografi
- Iklim
- Penduduk
- Pemerintahan
- Sejarah
- Media
- Pekerjaan Dan Bisnis
- Seni Dan Budaya
- Transportasi
- Hiburan
- Pendidikan
- Kesehatan
- Olah Raga
- Flora dan Fauna


 


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/philipina/e-01land/ep-lan14_t.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia