|
Tahun 1988
18 Januari
1988. Pemilihan lokal
untuk memilih gubernur, walikota dan wakil walikota serta
anggota dewan provinsi dan kotamadya berlangsung. 80%
dari 27,6 juta pemilih yang terdaftar memberikan suaranya.
Dari hari pertama kampanye pemilihan, 98 orang terbunuh
yang berkaitan dengan kekerasan selama pemilihan, 38 diantaranya
adalah para kandidat terpilih. 97 orang luka-luka dimana 12
diantaranya merupakan kandidat terpilih; dari 40 orang yang
diculik, 13 diantaranya adalah kandidat.
2
Februari 1988. Pegawai pemerintahan lokal terpilih pada
tanggal 18 Januari untuk memangku jabatannya. masa jabatan
mereka berakhir pada 30 Juni 1992.
11
Maret 1988. Untuk menghindari ancaman perang di Mindanao,
pemerintah membentuk Komisi Konsultatif Wilayah. Komisi
ini ditugaskan untuk merancang piagam bagi daerah otonomi
di Mindanao. Badan ini terdiri dari 55 anggota, dimana
27 anggotanya berasal dari distrik pemilihan di Mindanao dan
28anggota lainnya dipilih oleh Presiden Aquino. Sekretariatnya
bermarkas di Kota Zamboanga.
29
Maret 1988. Perayaan peringatan berdirinya NPA yang kesembilanbelas
diwarnai dengan ditangkapnya lima pemimpin tearatas. Mereka
adalah Rafael Baylosis, Benjamin de Vera, Maria-Gloria
Jopson Asuncion, Mario Asuncion, dan tersangka
ketua NPA yaitu Romulo Kintanar.
2
April 1988. Pemimpin percobaan pemberontakan mendadak
pada tanggal 2 Agustus yaitu Gringo Honasan, melarikan
diri dari penjara kapal BRP Andres Bonifacio bersama dengan
14 orang pengawalnya.
15
Juni 1988. Dua orang asing dan seorang keturunan Philipina
ditangkap di Kota Lucena, provinsi Quezon karena diduga terlibat
dalam pemberontakan Philipina dan terutama karena berpartisipasi
dalam suatu penyerbuan gerilya di San Fernando, Quezon, pada
Februari 1988. Ketiga orang tersebut adalah Stellan Hermanson,
berkebangsaan Swedia; Klaus Schmidt, Jerman, dan Antonio
Bosch, seorang Philipina keturunan Jerman. Mereka dibebaskan
setelah ditahan selama beberapa minggu.
18
Oktober 1988. Raul Manglapus, Sekretaris Luar Negeri dan
George Shultz, Sekretaris Negara AS menandatangani perjanjian
baru, bertempat di pangkalan militer AS di Philipina.
Persetujuan baru tersebut membahas mengenai pembayaran dari
pihak AS kepada Philipina sebesar 481 juta dolar setiap
tahunnya hingga berakhirnya masa perjanjian tersebut pada
tahun 1991. Jumlah tersebut terdiri dari bantuan untuk Badan
Pendukung Ekonomi (ASF), 160 juta; Bantuan Militer (dana),
200 juta; Bantuan Pengembangan dan Makanan, 95 juta; dan Jaminan
Investasi Perumahan, 25 juta. Beberapa hari setelah penandatanganan
perjanjian baru tersebut, Sekretaris Luar Negeri Raul Manglapus
mengkritik secara terbuka sebagaimana kesepakatan pembayaran
yang diberikan jauh dibawah target yang diinginkannya yaitu
sebesar 1,2 milyar dolar.
19
Oktober 1988. Pihak militer memulai penyerangan melawan
NPA di bagian selatan Leyte. Selama pertempuran dua hari didekat
Alguerra, 136 anggota NPA terbunuh berdasarkan pernyataan
dari pihak militer.
21
Oktober 1988. Seorang juri agung federal AS di New York
mengajukan dakwaan pemecatan terhadap Presiden Ferdinand
Marcos dan istrinya Imelda dalam persengkongkolan
pemerasan uang sejumlah 268 juta dolar, termasuk penjarahan
harta karun Philipina sebesar 103 juta dolar dan penipuan
bank-bank AS sebesar 16 juta dolar.
24
Oktober 1988. Dalam cuaca yang berat akibat angin topan
Unsang (kode nama internasional : Ruby), kapal antar
pulau Philipina, Dona Marilyn tenggelam dengan lebih
dari 600 penumpang dan para awak kapal. Kapal ini milik dari
Sulpicio Lines, merupakan perusahaan yang juga memiliki
kapal Dona Paz yang tenggelam pada 20 Desember 1987 dengan
lebih dari 3000 orang. Dalam kecelakaan kapal Dona Marylin,
sejumlah 300 orang selamat. Terpisah dari korban tenggelamnya
Dona Marilyn, angin topan Unsang mengakibatkan tewasnya
200 jiwa dibagian barat Philipina.
31
Oktober 1988. Imelda Marcos dihadapkan ke pengadilan di
Manhatta, New York. Ia mengajukan pembelaan tak bersalah atas
dakwaan pemerasan dan memberhentikan Presiden Ferdinand Marcos.
Tuduhan terhadap Ferdinand Marcos ditunda oleh hakim
federal di New York dengan alasan kesehatan.
3
November 1988. Imelda Marcos diizinkan untuk kembali ke
Honolulu setelah seorang jutawan Amerika bernama Doris
Duke memberikan uang lebih dari lima juta dolar sebagai
jaminan untuk ibu negara Philipina tersebut.
6
November 1988. Dinyatakaan bahwa Sekretaris Umum CPP,
Ignacio Capegsan ditangkap di Bandar Udara Internasional
Ninoy Aquino pada saat mencoba meninggalkan Philipina untuk
menuju AS.
8
November 1988. Angin topan Yoning menyapu seluruh
pulau Palawan, membawa kerusakan terburuk di pulau ini dalam
setengah abad terakhir. Sekali lagi, lebih dari 200 orang
tewas akibat tanah longsor dan banjir.
12
November 1988. Tersangka ketua NPA, Romulo Kintanar
dan istri sahnya, Maria-Gloria Jopson, melarikan diri
dari tahanan di Kamp Crame, merupakan markas besar Angkata
Kepolisian Philipina.
14
November 1988. Pengadilan Mahkamah Agung AS memerintahkan
pasangan suami istri Marcos agar menyerahkan kepada para pengusa
kehakiman berupa catatan finansial dan contoh tulisan
tangan begitu pula sidik jari ataupun menghadap
pengadilan. Pasangan Marcos memenuhi panggilan pada 18 November
1988.
-
Dari tahun 25.000 SM sampai tahun
1380
- Dari tahun 1450 sampai tahun 1536
- Dari tahun 1543 sampai tahun 1603
- Dari tahun 1622 sampai tahun 1809
- Dari tahun 1812 sampai tahun 1882
- Dari tahun 1884 sampai tahun 1894
- Dari tahun 1896 sampai tahun 1898
- Dari tahun 1899 sampai tahun 1900
- Dari tahun 1901 sampai tahun 1903
- Dari tahun 1904 sampai tahun 1935
- Dari tahun 1941 sampai tahun 1944
- Dari tahun 1945 sampai tahun 1946
- Dari tahun 1947 sampai tahun 1954
- Dari tahun 1955 sampai tahun 1968
- Dari tahun 1969 sampai tahun 1972
- Dari tahun 1973 sampai tahun 1977
- Dari tahun 1978 sampai tahun 1982
- Dari tahun 1983 sampai tahun 1985
- 1986
- 1987
- Dari tahun 1989 sampai tahun 1990
Informasi
Lebih Lanjut Mengenai Negara dan Penduduknya :
- Geografi
- Iklim
- Penduduk
- Pemerintahan
- Sejarah
- Media
- Pekerjaan Dan Bisnis
- Seni Dan Budaya
- Transportasi
- Hiburan
- Pendidikan
- Kesehatan
- Olah Raga
- Flora dan Fauna
|