|
Bola
Basket
Olahraga di Philipina dengan jumlah partisipan dan penggemar
yang paling besar adalah olahraga bola basket. Permainan
ini dimainkan disetiap barangay, desa-desa, kota, serta
ibukota negara ini. Lapangan bermain dapat ditemukan
dimana saja, meskipun tempat tersebut hanyalah setapak
tanah keras. Orang-orang Philipina merupakan penggemar
bola basket seperti halnya orang-orang Spanyol atau
Inggris yang gemar terhadap bola kaki. Meskipun seluruh
usaha dilakukan untuk olahraga bola basket, tetapi Philipina
bukanlah yang terbaik dalam kompetisi dunia atau bahkan
dalam kompetisi Asia. Pada Asian Games musim panas 1986
di Seoul, Korea Selatan, Philipina hanya memenangkan
medali perunggu, setelah Cina dan Korea Selatan. Tetapi
urutan tersebut masih merupakan tempat terbaik yang
dapat mereka peroleh dalam duapuluh tahun terakhir.
Dan sebagai kebanggan nasional, perolehan medali perunggu
tersebut dinilai lebih berharga daripada perolehan medali
emas pada kemenangan cabang olahraga golf dan bowling.
Bola
basket Philipina terlihat semakin baik saja. Sejak Asian
games pertama pada tahun 1951 hingga Asian Games ketiga
pada tahun 1958, team bola basket Philipina selalu membawa
pulang medali emas.
Olahraga
bola basket merupakan satu-satunya olahraga di Philipina
dengan liga team profesional, yang berperan didalam
liga ini adalah team, yang dimiliki oleh perusahan-perusahan
besar yang membawa nama mereka. Team nasional amatir
dalam liga berperan untuk tujuan pelatihan tetapi tidak
memiliki kesempatan untuk memenangkan permainan melawan
team profesional.
Pada
tahun 1989 team profesional terdiri dari : Anejo Rhum
65ers, Purefoods, Shell Helix Oil, San Miguel Beer,
Presto Tivoli, dan Alaska Milk.
Asosiasi
Bola Basket Philipina (PBA) didirikan pada tahun 1974.
Pada tahun 1975 menjadi suatu kelompok dengan sembilan
perusahaan sponsor : Crispa, Toyota, Utex, Mariwasa,
Seven-up, Carrier, Consolidated Foods Corporation, Yco-Tanduay,
dan San Miguel Corporation.
"Impor"
merupakan istilah yang digunakan untuk pemain bola basket
profesional asing di Philipina. Mereka biasanya adalah
orang AS berkulit hitam.
Asosiasi
Bola Basket Philipina (kantor Manila Tel 87-27-20) memiliki
tiga konferensi (turnamen) per tahun-nya. Konferensi
pertama disebut dengan Konferensi Terbuka yang mengijinkan
satu pemain impor. Pada tahun 1990, konferensi
ini dimenangkan oleh Shell.
Konferensi
kedua disebut dengan Seluruhnya Philipina. Tidak ada
pemain impor yang diijinkan ikut bermain. Konferensi
ini dimulai pada awal Juli dan berakhir pada bulan September.
pada tahun 1989, konferensi ini dimenangkan oleh San
Miguel.
Konferensi
ketiga disebut dengan Konferensi Kuat, memiliki dua
pemain impor dan berlangsung dari bulan Oktober sampai
Desember. Pemenang konferensi ini pada tahun 1989 adalah
San Miguel Beer.
Konferensi
dimainkan dalam babak. Babak pertama merupakan babak
penyisihan. Dalam babak semi-final, enam team bertarung
untuk memperebutkan tempat di babak final. Dua team
pertama bermain untuk memenangkan sepuluh permainan,
setiap team akan berkompetisi untuk memperebutkan tempat
pertama dan kedua.
Dalam
babak final, dua team saling bertarung hingga satu team
memperoleh empat kemenangan (terbaik dari 7 permainan)
dan dinyatakan sebagai jawara.
Seluruh
permainan dalam liga bola basket profesional dimainkan
di University Kehidupan, Teater dan Arena Rekreasi (ULTRA)
di Pasig.
Di
Philipina, bola basket merupakan olahraga yang populer
dimana para pemain profesionalnya seringkali dikagumi
dan diperlakukan seperti halnya bintang film. Anejo
Rhum 65ers merupakan team yang paling populer, terutama
karena daya tarik pelatihnya yang berusia 44 tahun,
Robert Jaworski.
Dari
6 team PBA, pemain yang paling terkenal adalah Robert
"Big J" Jaworski, Ramon Fernandez, Ricardo "Money Man"
Brown, Manny Victorino, Alberto Guidaben, Bernard Fabiosa,
dan Yoyoy Villamin.
Norman
Black, anggota senior kru impor sejak tahun 1988 yang
merupakan pemain dan pelatih San Miguel Beer. Michael
Hackett dari Ginebra (sekarang Anejo) memegang rekor
PBA dalam mencetak angka permainan tunggal. Pemain impor
terbaik adalah Carlos Briggs dari Anejo.
Disamping
liga profesional, terdapat juga tiga liga amatir. PABL
(Liga Bola basket Amatir Philipina) yang bermain di
Gintong Alay, NCAA (Asosiasi Atletik Kampus Nasional),
dan UAAP (Asosiasi Atletik Universitas Philipina) keduanya
bermain di Stadion Memorial Rizal.
Terdapat
tiga Konferensi per tahun yaitu Konferensi Terbuka,
Konferensi Seluruhnya Philipina, dan Konferensi Kuat.
Tahun ini, untuk kedua kalinya sejak Crispa (pemenang
pertama Grand Slam 1978 - pemenang dari ketiga konferensi)
San Miguel Beer dilatih oleh Norman Black yang memenangkan
Grand Slam, mengalahkan Anejo Rhum 65ers (sebelumnya
Ginebra), merupakan team yang paling populer di PBA
dalam kejuaraan tahun 1989. Terjadi spekulasi mengenai
kontes antara San Miguel dan Anejo. Mereka mengatakan
bahwa Anejo seyogyanya memberikan kesempatan kepada
San Miguel untuk memenangkan terbaiknya dari tujuh permainan.
Skor yang tercatat adalah 4-1. Mereka pikir hal ini
dikarenakan bahwa setiap orang menghetahui bahwa Anejo
adalah perusahaan saudara dari San Miguel. Kedua team
ini dimiliki oleh San Miguel Corporation. Sehingga terdapat
sedikit kontroversi bahwa agar San Miguel memenangkan
Grand Slam tahun ini, mungkin Anejo tidak bermain seserius
seperti yang biasa mereka lakukan. Pada tahun 1990 yang
akan datang nanti, beberapa team akan bergabung dalam
PBA. Team baru terdiri dari RFM-Cosmos dan Pepsi. Team
yang akan bertahan adalah : San Miguel, Anejo, Alaska,
Presto Tivoli, Shell, dan Purefoods. Terjadi juga kontroversi
mengenai seorang pemain yang bernama Abe King of Presto,
dan seorang penasehat Paranaque yang katanya membunuh
dua orang pengawalnya, seorang warga sipil, dan seorang
Sersan AL. Ia benar-benar tidak tahu apakah ia dapat
bermain atau tidak pada tahun ini. Tahun ini para pemain
PBA yang paling terkenal dan tentu saja Robert Jaworski,
pelatih pemain Anejo yang baru saja mendapat penghargaan
dari PSA (Asosiasi Olahraga Philpina) sebagai Tn. PBA
dan juga sebagai Atlit Dekade ini, pemain tertua di
PBA. Penghargaan tersebut diberikan oleh Organisasi
Komunikasi Olahraga Philipina. Alvin Patromonio yang
memiliki hubungan dengan Kris Aquino, anak perempuan
dari Presiden Aquino. Dan kini ia tertarik dengan "high
leaping" Paul (Bong) Alvarez, dari Alaska Milk. Jojo
Lastimosa (Helicopter), Mr. Jerry Codinera yang memenangkan
penghargaan Raja Tapal (Block Shot), Benjie Paras pada
tahun 1989 sebagai Pemain dengan Bayaran Tertinggi,
Rookie Tahun Ini, pencetak angka tertinggi dan rebounder
tahun 1989, dan yang terakhir tetapi bukan yang terendah
adalah Ramon Fernandez "The Franchise" yang baru saja
diangkat ke Hall of Fame dengan memenangkan tiga penghargaan
sebagai Pemain dengan Bayaran Tertinggi. Ia juga menerima
Cager of the Year 1989 yang diberikan oleh Asosiasi
Olahraga Philipina (PSA). Norman Black meraih penghargaan
sebagai Pelatih 1989.
Olahraga
Lainnya :
-
Menyelam
- Bola Kaki
- Tinju
- Catur
- Tenis
- Golf
- Boling
- Bersepeda
- Mendaki Gunung
- Lintas Alam
- Pusat Keburan
- Kolam Renang
Informasi
Lebih Lanjut Mengenai Negara dan Penduduknya :
-
Geografi
- Iklim
- Penduduk
- Pemerintahan
- Sejarah
- Media
- Pekerjaan Dan Bisnis
- Seni Dan Budaya
- Transportasi
- Hiburan
- Pendidikan
- Kesehatan
- Olah Raga
- Flora dan Fauna
|