pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile

Philipina


Flora dan Fauna


Flora

Jenis tanaman di Philipina bekisar 12.000 spesies dimana 3.800 jenis merupakan pepohonan. Sekitar 100 jenis diantaranya memiliki nilai komersil termasuk pohon berkayu keras, seperti : apitong, ipil-ipil, yakal, lauan, narra merah dan putih, camagong, dan mayapis. Acle (Albizza acle) adalah tanaman asli Philipina yang merupakan tanaman kayu dan berwarna gelap, digunakan dalam pembuatan furnitur dan gitar. Aranga (Homalium luzoniense) dapat ditemukan di propinsi Batangas dan Camarines, merupakan cacing laut yang berguna untuk menahan tiang-tiang di laut dari dampak air asin. Ilang-ilang (Cananga odorata) terdiri dari sejumlah besar bunga-bunga berwarna hijau yang harum dimana dapat diambil ekstrak minyak yang berharga dari tanaman tersebut. Ipil (Intsia bijuga) merupakan salah satu anggota keluarga Narra dimana tanaman ini umum dijumpai di Philipina. Pada prinsipnya berguna dalam pembuatan furnitur, tiang telepon, dan penyambung rel kereta api. Molave (Vitex pariflora) adalah salah satu keluarga Verbenaceae, yaitu pohon berkayu keras dan tahan lama dimana hasilnya didistribusikan secara luas ke seluruh kepulauan di Philipina. Narra (Pterocarpus indicus) milik keluarga Leguminoseae (kacang-kacangan) dan biasanya disebut pohon mahoni Philipina, memiliki kayu yang keras, tahan lama, dan berwarna gelap. Sangat baik digunakan dalam pembuatan furnitur dan perlengkapan interior dengan hasil akhir yang indah dan bernilai tinggi. Tindalo (Pahudia rhomboidea) juga berasal dari keluarga Leguminoseae (kacang-kacangan) dan secara botanikal memiliki hubungan dekat dengan narra dan ipil. Tercatat berdasarkan bijinya yang besifat keras dan bagus.

Palma merupakan suatu istilah yang diaplikasikan untuk pohon-pohon varitas palem, dimana terdapat lebih dari 100 spesies di Philipina. Dan yang memiliki sifat yang paling khas adalah palem kipas (Plama brava) dan palem kelapa (Cocos nucifera). Pohon palem nipa tumbuh di rawa pantai. Nipa berguna dalam pembuatan bangunan-bangunan sederhana dan rumah. Kelapa muda yang berwarna hijau terbukti merupakan minuman menyegarkan dan daging buahnya dapat digunakan dalam pembuatan kue pai buko serta kelapa yang sudah tua dapat dijadikan kelapa parut untuk memanggang dan memasak. Serta yang lebih penting adalah kopra, merupakan bahan yang ekonomis. Dari kopra berupa kelapa tua yang kering, dapat dihasilka minyak kelapa. Tumbuhan bakau berjumlah 16 spesies dan tumbuh di rawa pantai.

Di Philipina juga terdapat tumbuhan rempah-rempah termasuk kayu manis, cengkeh, bay (daun salam), lada yang sangat pedas, dan oregano. Mendekati akhir abad ke-16, kapal galiung Spanyol yang bernama "San Clemente" membawa 200 ons bibit tembakau dari Cuba. Daerah lembah Cagayan dan Ilocos di Luzon bagian utara merupakan tempat yang paling baik untuk tumbuhnya tanaman ini.

Dari aneka tanaman bunga yang terdapat di Philipina, sekitar 8.500 spesies merupakan tanaman yang menghasilkan bunga. Azucena (Polianthes tuberosa) adalah tanaman yang berasal dari Meksiko dan diperkenalkan di Philipina oleh bangsa Spanyol, merupakan bunga yang semerbak harumnya. Begonia (Begoniaceae), sejumlah 50 spesies asli dari genus ini dapat ditemukan di Philipina. Gardenia, beberapa spesies asli dari genus ini seperti Gardenia florida, tanaman dengan bunga besar yang harum, yang mana diperkenalkan oleh bangsa Spanyol. Terdapat ratusan jenis anggrek; beberapa bunga aromatik; mawar; bougainvillea berwarna merah, kuning, dan putih; bunga matahari; bunga-bunga yang beraneka warna, seperti suntan, margarita, aster merah muda, dan bunga kebangsaan Philipina yaitu Sampaguita yang harum.

Beberapa tumbuhan berkhasiat dikumpulkan dan digunakan dalam perawatan penyakit ringan. Dalam penggunaan tanaman berserat, digunakan rami Manila dalam pembuatan tali. Pina (Ananas sativa), yaitu buah nanas yang berasal dari Amerika Latin dan diperkenalkan oleh bangsa Spanyol. Daun, selain dibutuhkan buah juga bermanfaat menghasilkan serat dalam pembuatan kain yang tipis (dan juga kerajinan tangan lainnya).

Rumput laut berlimpah ruah dan merupakan varitas Eucheuma, menghasilkan substansi semi-proses, carageenan, yang dapat digunakan dalam pengemasan makanan, farmasi, parfum, jeli, dan produk lainnya. Philipina merupakan negara terbesar pengekspor cageenan yang ditopang dengan pertanian rumput laut.

 

Fauna

Pulau-pulau kecil dan terisolasi di Philipina telah menghalangi perkembangan dan migrasi hewan-hewan mamalia besar, seperti ditemukan di dekat Borneo dan Jawa. Terdapat 2.500 spesies binatang termasuk serangga dan hewan invertebrata. Hanya dua jenis kerbau yang merupakan mamalia asli daerah ini dengan jumlah yang signifikan yaitu carabao atau kerbau air dan tamaraw, kerbau kecil yang hanya ditemukan di pedalaman Mindoro.

Bangsa Spanyol mengimpor kuda poni dan kuda-kuda jenis lainnya. Di Philipina tentu saja terdapat juga kucing dan anjing liar. Impor sapi tidak dilakukan secara besar-besaran di negeri ini tetapi upaya melakukan penyilangan antara sapi keturunan Indian dengan turunan Amerika masih dilakukan. Kambing, babi liar dan babi lokal, serta beberapa biri-biri pun telah diperkenalkan.

Tikus merupakan jumlah hewan mamalia terbanyak. Tikus-tikus gemuk di sawah ditangkap, dimasak, dan dimakan. Di Philipina juga terdapat beberapa spesies kera, kelelawar, kijang Philipina, kijang kerdil-Calamian yang hanya dapat ditemukan di kepulauan Calamianes (bobot kijang kerdil-Calamian dewasa sekitar 35 Kg atau 70 pon), musang, dan landak. Tarsier Philipina, binatang yang berwarna coklat kemerah-merahan, hidup pada malam hari, berukuran lebih kecil daripada tikus, memakan serangga dan cicak, terdapat hanya terbatas di Samar, Leyte, Bohol, dan Mindanao. Kucing beruang yang berwarna hitam kehijau-hijauan terdapat di Palawan, binatang ini lebih menyerupai beruang daripada kucing dan merupakan mamalia asli terbesar di pulau tersebut, memakan buah-buahan dan binatang-binatang kecil. Spesies mamalia lainnya adalah dugong, gymnure Mindanao, tikus putih dan tikus putih ramping berekor, dan lori.

Terdapat sekitar 950 sampai 975 spesies burung, seperti : burung nuri biru, kakatua, beo (burung yang dapat berbicara), burung hantu raksasa, bebek liar, burung pipit, pusit (burung yang dapat bernyanyi), merpati Mindoro berwarna merah hati yang anggun, maryakapra (burung hitam dengan ekornya yang panjang dan terus bergerak), burung merak Palawan, burung shama Cebu hitam, bangau Sarus bagian timur, burung enggang Rufous, merpati buah Negros, ayam jantan pitta, dan elang Philipina (kadang disebut kera makan elang) dengan bentangan sayap sejauh 7 kaki (2,2 m) bersarang setinggi 30 kaki (sekitar 9 m) di atas tanah dan sudah jarang ditemukan di Luzon, Mindanao, Samar, dan Leyte. Tinggal di daerah yang tidak berpenghuni, dengan jumlah yang tidak besar sejak manusia, satu-satunya pemangsa, membunuh burung-burung tersebut untuk kesenangan dan keuntungan semata dan dengan keyakinan yang keliru bahwa burung tersebut memakan beras. Di Philipina, binatang yang umumnya mendapat perhatian adalah ayam jantan, karena salah satu olah raga unggas yang bergengsi adalah sabung ayam.

Diantara binatang berdarah dingin terdapat 70 sampai 80 spesies ampibi dan 240 sampai 250 spesies reptil. Buaya Philipina merupakan spesies yang hidup di air segar, berukuran kecil dan relatif tidak agresif layaknya spesies buaya air asin di Mindanao Selatan. Kura-kura elang sangat digemari di negara ini terutama bagian kulit dan dagingnya. Katak, cicak, tokek, mengkonsumsi serangga tetapi suara Toe-Ko yang dikeluarkannya pada malam hari sangat mengganggu. Tiga puluh dua genus ular tanah ditemukan di Philipina dimana tiga genus terdiri dari 13 spesies ular laut. Ular laut biasanya memiliki ekor yang lurus untuk berenang, bersifat pasif dan jarang menggigit. Beberapa spesies kobra (Naja), ular viper (Trimeresurus), dan ular berbisa lainnya juga umum dijumpai.

Ratusan spesies kupu-kupu dan ngengat menjadikan Philipina sebagai kolektor beragam serangga yang berlimpah tetapi beberapa spesies diantaranya telah punah. Pada fajar dan senja hari terjadi pergantian penjagaan, pada saat lalat mulai tertidur maka sebaliknya nyamuk-nyamuk pun mulai aktif. Terdapat jenis lalat yang menggigit (nik-niks) dan juga kunang-kunang yang bersinar kehijau-hijauan.

Dari hasil laut yang berlimpah terdapat sejumlah 2.400 spesies ikan, beberapa diantaranya berwarna-warni, 485 spesies karang laut, bintang laut, begitu pula beberapa spesies kerang-kerangan dan tiram mutiara ditemukan disana. Diantaranya terdapat pula beberapa karang laut yang beracun, ubur-ubur, dan hiu.

Beberapa jenis ikan, baik ikan air tawar maupun ikan laut dikonsumsi (lihat masakan Philipina) dinegara ini dan perlu dicatat adalah ikan gurame air tawar; Tilapia niger, ikan khas Philipina yang terdapat di air tawar dan berwarna hitam lebih mirip dengan genderang yang mana hidup dan berkembang didalam kolam sebagaimana halnya Tilapia nileticus impor; dalag (Ophiocephalus strictus) berupa ikan lumpur air tawar yang ditemukan di India, Cina, dan Philipina; dan ikan kucing. Meskipun ada beberapa ikan memiliki tulang yang banyak seperti Bangus (ikan susu) berharga mahal dan ditangkap dari laut, untuk dibudidayakan di kolam-kolam ikan air payau dan ikan ini (meskipun berduri) enak untuk dimakan dan baik untuk dijadikan ikan laga. Ikan karang (ikan ini dapat dimakan), dan hidup berkelompok (sejumlah besar ikan ditemukan di laut hangat). Terdapat 40 spesies ikan yang hidup berkelompok diantaranya adalah lapu-lapu. Mereka merupakan hewan karnivora bermulut lebar yang hidup di dasar laut. Beberapa diantaranya mencapai ukuran 50 kg (100 pon) dan disebut kalatan. Meskipun ada istilah dari seorang olah ragawan pancing bernama Vicvic Villavicencio tidak terlihat adanya hubungan antara kata lapu-lapu kepala suku pribumu Cebu, ada pertanyaan konyol yang dilontarkan yaitu "jika Lapu-lapu memangsa Magellan, maka siapa yang memangsa Lapu-lapu?" dan jawaban cepatnya jika anda tidak tahu adalah "Tukang masak".

 

Informasi Lebih Lanjut Mengenai Negara dan Penduduknya :

- Iklim
- Penduduk
- Pemerintahan
- Sejarah
- Media
- Pekerjaan Dan Bisnis
- Seni Dan Budaya
- Transportasi
- Hiburan
- Pendidikan
- Kesehatan
- Olah Raga

 


 


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/philipina/e-01land/ep-lan24.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia