|
Srilanka
/ Perayaan Dan Hari-hari Libur
Sri Lanka memiliki ragam etnik yang luas dan agama
yang bernilai melihat ketika mereka mencerminkan
juga kebudayaan, tradisi dan kepercayaan rakyat
serta keseluruhannya. Apakah ada yang lebih menarik
tentang pesta ini adalah kebanyakan perayaan diambil
dalam bentuk barisan seperti Jalan sangatlah menarik,
di mana banyak orang yang ramai melihat dalam
jumlah yang besar.
Sebuah acara hari besar di gereja, daripada batasan
dalam empat buah dinding di gereja, biasanya pada
hari raya diadakan acara berupa arak-arakan di
jalan yang berwarna dan karnaval. Sedemikian banyaknya
pesta yang paling dikenal adalah pesta agama Buddha
dan umat Hindu, karena kedua agama itu adalah
agama yang paling utama Di negara tersebut. Pertunjukan
dramatik di jalan, melakukan kembali upacara keagamaan
kuno disertai dengan lagu dan berdansa, adalah
hal yang sangat menarik untuk dilihat.
Thai
pongal adalah suatu pesta panen yang dirayakan
oleh umat Hindu pada pertengahan bulan Januari.
Yang dihubungkan dengan matahari, untuk mencari
restu kepada matahari yang dianggap Tuhan untuk
hasil panen yang cantik. Pongal juga dipanggil
dengan sebutan Makarata Sankranti, hari dimana
matahari berputar kembali dari bagian paling ujung
selatan dan menggarisi kembali langkah-langkah,
membawa kembali kehangatan Dan cahaya ke dalam
belahan bumi sebelah utara.
Seperti
acara perayaan yang lain, Thai Pongal perayaannya
dilakukan untuk dua hari yakni sebelum dan sesudah
Pongal. Seperti perayaan yang lain, acara itu
disertai dengan kegembiraan, permainan dan berpesta
ria. Selain itu Mattu Pongal, perayaan Pongal
selama tiga hari, petani membayar untuk memberi
penghormatan kepada sapi yang telah memberikan
pertolongan dalam memungut hasil panen yang cantik.
Sapi diberikan kalungan bunga dan ikut dalam arak-arakan
dijalan.
Saat
acara Pongal dilaksanakan kebanyakan diikuti dari
keluarga dengan seluruh isi rumah ikut mengunjungi
ke candi buddha di Srilanka untuk merayakan pesta
yang suci perayaan Vesak dari kunjungan ke candi
dan terakhir melihat berbagai macam tontonan seperti
itu dan tontonan wayang dan pantomin menghidupkan
kembali Jataka sejarah dimana berhubungan dengan
masalalu yakni kelahiran raja Buddha.
Vesak adalah salah satu perayaan yang penuh warna.
Hari Vesak, langit tidak hanya terkena cahaya
dari bulan saja tetapi terkena cahaya sinar dari
berbagai macam warna dekorasi, ada panda besar
(terbuat dari kayu) menggambarkan kehidupan para
Buddha. Bendera buddha dikibarkan di atap setiap
buah rumah dan kebun dipasang dengan lampu untuk
semua bentuk dan warna. Tisu berwarna dan lampu
dari bingkai kayu, di bentuk segi delapan atau
berbentuk angsa, perahu kecil, kapal terbang dan
melakukan tembakan ke ruang angkasa, menunjuk
perbuatan dan bakat kreatif .
Hari
besar Vesak adalah hiburan untuk masyarakat dan
daerah terkenal kealimannya, pemeliharaan dengan
meliputi jenis kebaikan dan belas kasihan kepada
semua benda hidup, semasa belajar tentang agama
Buddha. Perhatian orang hari ini tertuju kepada
binatang. Sebagai suatu perbuatan yang kebaikan,
sapi jantan yang diharapkan untuk penyembelihan
dibebaskan dari tempat penyembelihan dan sebagai
penggantinya adalah dengan membayar kepada pemiliknya.
Sebagaian loceng kuil di seluruh pulau dan dentaman
gendang untuk menyiarkan di pagi hari Vesak, para
pengunjung terpesona oleh pemandangan orang dengan
jumlah sampai ratusan kaum lelaki , wanita dan
anak-anak berpakaian putih, memberikan lilitan
untuk kuil dengan memperhatikan aturan Buddha
dan menawarkan bunga, tonkat yang bercahaya, kapur
barus dan pendupaan.
Mengikuti
Vesak di mana memasuki bulan mei, beberapa hal
lain dalam perayaan yang lebih spektakuler dimana,
jatuh bertepatan pada bulan Juli dan agustus sebagai
tradisional Esala (gerhana bulan) dan banyak perayaan
yang dihubungkan dengan pergerakan bulan.
Mengunjuni
negara Sri Lanka pada tahun ini dan anda akan
melihat dijalan banyak orang dengan arak-arakan
tidak ada habisnya untuk melihatnya, penari, akrobat
dan pemain sandiwara, masing-masing menyumbang
kepada yang membuat acara sehingga sangat menarik
Pada
musim ini untuk Perahera (agama berarak), adalah
pertunjukan yang lebih besar dan menyenangkan
untuk semua Kandy Esala Perahera di mana penghormatan
diberikan kepada benda yang dianggap keramat,
benda peninggalan itu diikutsertakan dalam pawai
di jalanan selama sepuluh malam dan di belakangnya
dihiasi dengan gading yang cantik, yakni gading
Maligawa.
Dengan berarak panjang, yang menggambarkan pawai
sejarah Asia yang terbesar, pertunjukan ini memperlihatkan
secara perlahan dijalan berbentuk lingkaran di
ibukota Kandy yang mana diterangi oleh beribu-ribu
cahaya. Penari
dengan berpakaian seperti biasanya yang berwarna
merah, biru, Hijau, emas dan perak menyelenggarakan
permainan yang menarik. Di sepanjang jalan penuh
warna yang menarik perhatian penonton dengan kejenakaan
mereka dimana kepala suku yang dimuliakan yang
berjalan mengesankan dengan memakai pakaian yang
berasal dari pakaian yang mahal.
Kebanyakan pada peristiwa ini, di mana Perahera
ini adalah gajah, dengan jumlahnha sebanyak 100
ekor, dengan berjalan kaki dengan lemah lembut
dan menggeladak menggunakan kain batik berwarna.
Paling penting adalah gading gajah Maligawa yang
digeladak dengan kain gemerlapan. Dia berjalan
diatas sehelai kain yang diratakan sebelum dia
menanggung muatan yang berharga, benda peninggalan
yang dianggap keramat, dimasukkan kedalam peti
mati yang dilapisi emas. Di atas sana ada dua
orang lelaki dengan tubuh kosong yang mengangkangi
gajah dan melemparkan bunga melati di atas gajah
kepada iring-iringan dan memberikan kehormatan
kepada orang banyak. Bersamaan dengan Kandy Esala
Perahera adalah hal lain dari dua segi sejarah
pesta agama yang menarik di Bellanwila Dan Kotte
di daerah bagian Colombo. Walaupun sebagai besar
menyenangkan, mereka juga mempunyai nilai yang
baik untuk ditonton.
Pertunjukan
pawai di jalan Colombo, yakni Navam Perahera,
hampir lebih besar dari Kandy Esala Perahera,
walaupun tidak bagus untuk mengenali. Ribuan penonton
melihat gambar, termasuk pengunjung dari luar
negeri, dengan cepatnya bertambah popularitasnya
antarabangsa.
Mempunyai
bilangan pemain yang terbesar, sama banyak berjumlah
5,000 , dengan membunyikan berasal dari kas karayas
(cambuk-kue) membuka secara resmi Perahera memulai
dengan memukulkan cambuk di udara, setiap anak
sekolah membawa bendera penuh warna termasuk warga
negara dan bendera Buddha, band musik, alat peniup
dari kulit kerang , jangkungan, pemain suling,
pemain drum dan parade barisan dengan membawa
lebih dari 100 ekor gajah dari pulau yang berbeda
.
Perahera ditandai dengan peristiwa penting di
dalam kehidupan Buddha, pada awal tahun dihalangi
, yakni di diawal dan diakhir di candi Gangaramaya
yang letaknya di Hunupitiya Di bank Beira.
Adalah
suatu pertunjukan kebudayaan yang menaungi seluruh
negara bagian, dengan melakukan siaran langsung
dan menguraikan secara langsung. Peluncuran diilhami
oleh seorang rahib Buddha yang terkenal yang dikenal
sebagai Podi Hamuduruwo dan yang menyerbu candi
Gangaramaya, Nayam rahera pertama itu diadakan
dalam 1979 , berkembang lebih panjang, lebih besar
dan lebih spektakuler pada tahun berikut .
Di
Kataragama, di bagian selatan pulau, pada titik
waktu yang sama, upacara penghormatan firewalking,
tarian kavadi dan aksi penahanan manusia untuk
dipersembahkan. Kunjungan ke kuil umat Hindu yang
letaknya di tengah hutan untuk aksi yang luar
biasa untuk tebusan sukarela seperti Orang yang
berjalan yang menghanguskan batu arang atau digantung
di udara di atas cangkukan.
Di
utara, di tempat lain ada sebuah keramat hutan
di Madhu , Orang kristen, hampir keseluruhannya
penganut Katolik Roma, memperhatikan Pesta Madhu.
Penganut kristen berarak, menurut upacara agama
Oleh Spanyol lama dan Portugis, yang nyata berbeda
dari pesta penganut agama Buddha dan penganut
agama Hindu. Tidak benar penganut agama hanya
mementingkan Pesta di negara bagian Sri Lanka
serta kebudayaan dan kepercayaan agama. Menyaksikan
mereka, mengalami percampuran unik mereka dan
melihat upacara keagamaan yang telah lama digunakan
dan tradisi kehidupan adalah suatu pengalaman
besar .
back
to country page
|