pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile


Thailand

Negara dan Kerajaan

Sejak tanggal 24 Juni 1932, kelompok perwira militer negara barat dan pejabat pemerintahan melakukan kup melawan kekuasaan kerajaan absolut (untuk informasi lebih lengkap, dapat dilihat pada file History). Dan sejak saat itu Thailand menjadi negara kerajaan berdasarkan konstitusi dengan Raja Bhumiphol Adulyadej sebagai kepala negara.


Kerajaan

Perubahan dari kerajaan absolut menjadi kerajaan berdasarkan konstitusi merupakan transisi terbesar dalam sejarah kerajaan Thai. Tapi ini bukanlah perubahan pertama dalam kerajaan dan bukan transisi yang penuh dengan kekerasan.

Seperti halnya dengan kerajaan lainnya, kerajaan Thai dibentuk berdasarkan kepemimpinan sukunya. Kekuasaan para pemimpin suku tidak selalu terbatas sebagai raja dalam mengembangkan masyarakatnya. Kerajaan Thai dimulai dari Sukhotai dengan raja-rajanya yang dekat dengan rakyatnya. Konsep kerajaan absolut didapat dari sejak runtuhnya kekuasaan Khmer dan dimulainya era Ayutthaya.

Sejak era Sukhothai sampai sekarang, ada delapan dinasti yang memerintah negara ini. Alih kekuasaan raja biasanya berdasarkan keturunannya sebagai ahli waris untuk naik ke tahta (untuk informasi lebih lengkap, lihat file History).

Dinasti Chakri merupakan dinasti yang paling lama berkuasa. Dinasti ini mulai berkuasa sejak tahun 1782, setelah terjadi pemberontakan kerajaan. Raja Bhumiphol Adulyadej yang naik tahta tahun 1946 dan dimahkotai tahun 1950, merupakan raja yang memerintah paling lama dalam sejarah Thai dan dinasti kerajaan yang paling lama memerintah di dunia. Ia menggantikan kakaknya, raja Ananda Mahidol, yang ditemukan tewas tertembak di Istana Kerajaan Bangkok pada tanggal 9 Juni 1946. Kematian raja Ananda Mahidol masih menjadi misteri sampai sekarang.

Raja Bhumiphol Adulyadej lahir pada tanggal 5 Desember 1927. Ia menikah pada tanggal 28 April 1950 dengan Putri Sirikit dan dimahkotai pada tanggal 5 Mei 1950. Anak-anak mereka adalah Pangeran Ubol Ratana (lahir tanggal 5 April 1951, menikah pada bulan Agustus 1972 dengan Peter Ladd Jensen, dan saat ini tinggal di Amerika Serikat), Putera Mahkota Vajiralongkorn (lahir tanggal 28 Juli 1952 dan menikah tanggal 3 Januari 1977 dengan Soamsawali Kitiyakra), Putri Maha Chakri Sirindhorn (lahir 2 April 1955, belum menikah), Putri Chulabhorn (lahir 4 Juli 1957, menikah 7 Januari1982 dengan Virayudth Didyasarin).

Kekuasaan raja diatur dan dibatasi oleh konstitusi. Raja membentuk parlemen dan mengangkat perdana menterinya melalui pemilihan yang dilakukan oleh partai-partai politik ataupun militer. Jalannya pemerintahan dilakukan oleh pemerintah negara. Pengaruh raja dalam negara terbatas dan raja hanyalah sebagai simbol wakil rakyat saja.

Keadaan kerajaan diatur oleh hukum kerajaan yang dikenal dengan nama Gotmontienboan. Hukum ini berlaku kembali pada saat Raja Rama Tibodi I, pendiri kerajaan Ayutthaya tahun 1358. Hukum kerajaan ini telah mengalami perubahan hingga saat ini dalam menetapkan kebangsawanan Thai, khususnya pangkat dan gelar anak-anak dan famili raja sesuai dengan status ibu mereka. Pada abad ke-19, raja-raja memiliki banyak istri. Tapi hanya satu yang diangkat sebagai ratu, dan hanya anak-anak dari raja dan ratu tersebut yang memiliki garis keturunan raja.

Gelar kebangsawanan Thai selalu turun-temurun. Masing-masing generasi yang mengikutinya, memiliki satu gelar nenek moyang. Tapi raja berhak melimpahkan gelar kebangsawanan kepada orang yang dianggap pantas. (Mengenai gelar kebangsawanan Thai, lihat pada bagian tahun 1448 di bab History).

Pada abad ke-17, ada seorang imigrasi asal Yunani yang datang ke Siam bernama Constantine Phaulkon. Ia menjadi penasihat raja Narai dan mendapatkan gelar kebangsawanan, mulai dari Luang Wijayen dan menjadi Phra Wijayen, Phaya Wijayen dan akhirnya menjadi Chao Phaya Wijayen. Gelar ini ia dapatkan karena ia menjadi tangan kanan raja yang dapat dipercaya dan menjadi penasihat yang baik.

Anak-anak raja disebut Chao Fah atau Chao. Jika laki-laki disebut Chao Fah Chai, dan jika perempuan disebut Chao Fah Ying. Gelar bagi anak-anak Chao disebut Phra Ong Chao atau Phra. Sedangkan anak-anak Phra memiliki gelar Mom Chao. Mereka semua berbicara dalam bahasa kerajaan yang dinamakan Rachasap. Bahasa ini diciptakan oleh Khmer pada masa awal Ayutthaya dan masih digunakan hingga sekarang. Contohnya, "I" bila diucapkan oleh orang awam kepada anggota keluarga kerajaan dalam bahasa Rachasap menjadi Tai Far La Ong Tuli Prabat, yang bila diterjemahkan menjadi "I who am but dust under your feet".

Setelah gelar Mom Chao, ada gelar-gelar yang didapatkan bagi keturunannya. Anak dari Mom Chao disebut Mom Rachawangse. Mom Luang adalah sebutan bagi anak Mom Rachawangse.

Kerajaan memiliki tiga divisi, yaitu :
Dewan Penasihat - Bertugas sebagai penasihat kerajaan dan kadang kala mengangkat wali menjalankan kekuasaan kerajaan (hal ini biasanya terjadi pada saat pemerintahan Raja Ananda Mahidol).
Pejabat Rumah Tangga Kerajaan - Bertugas mengatur jalannya upacara kerajaan, membuat administrasi keuangan, dan rumah tangga istana kerajaan.
Sekretariat Sri Baginda Raja - Melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan jurnalis dan sekretaris bagi raja.


Badan Eksekutif

Kekuasaan badan eksekutif pemerintahan ada di tangan perdana menteri. Sejak tahun 1932, perdana menteri diangkat dan dipilih oleh parlemen, baik itu melalui badan tunggal maupun dua badan pembentuk undang-undang (lihat di bawah). Pemilihan perdana menteri secara langsung jarang terjadi pada negara-negara yang berdasarkan pada konstitusi kerajaan. Perdana menteri atau presiden yang dipilih langsung oleh rakyat itu sebenarnya hanya namanya saja. Tetapi di Thailand, kepala negara tetap dipegang oleh raja.

Pada kenyataannya, perdana menteri dari kebanyakan negara tidak dipilih oleh parlemen, tapi diangkat oleh militer. Banyak pula terjadi, pimpinan kup mengangkat dirinya sendiri sebagai perdana menteri (untuk lebih lengkapnya, lihat bab mengenai History).


Pemerintahan Lokal

Thailand terbagi atas 70 provinsi (Changwat). Masing-masing provinsi berada dibawah administrasi gubernur Changwat. Changwat terbagi lagi ke dalam 650 distrik (Amphoes) and 90 sub-distrik (King Amphoes), 7.000 komune (Tambons) dan 60.000 pedesaan (Moobans). Ibukota dari masing-masing provinsi tersebut memiliki nama yang sama dengan provinsinya, atau sebaliknya, masing-masing provinsi tersebut dinamakan sama dengan ibukotanya.

Di bawah ini merupakan urutan nama-nama provinsi berdasarkan abjad (letak wilayahnya di dalam kurung) :
Ang Thong (Pusat), Ayutthaya (Pusat), Buriram (Timur Laut), Chachoengsao (Pusat), Chai Nat (Pusat), Chaiyaphum (Timur Laut), Chanthaburi (Pantai Timur), Chiang Mai (Utara), Chiang Rai (Utara), Chonburi (Pantai Timur), Chumphon (Selatan), Kalasin (Timur Laut), Kamphaeng Phet (Utara), Kanchanaburi (Pusat), Khon Kaen (Timur Laut), Krabi (Selatan), Krung Thep atau Bangkok, Lampang (Utara), Lamphun (Utara), Loei (Timur laut), Lopburi (Pusat), Mae Hong Son (Utara), Maha Sarakham (Timur laut), Mukdahan (Timur laut), Nakhon Nayok (Pusat), Nakhon Pathom (Pusat), Nakhon Phanom (Timur laut), Nakhon Ratchasima (Timur laut), Nakhon Sawan (Utara), Nakhon Si Thammarat (Selatan), Nan (Utara), Narathiwat (Selatan), Nong Khai (Timur laut), Nonthaburi (Pusat), Pathum Thani (Pusat), Pattani (Selatan), Phang Nga (Selatan), Phattalung (Selatan), Phayao (Utara), Phetchabun (Utara), Petchburi (Pusat), Phichit (Utara), Phitsanulok (Utara), Phrae (Utara), Phuket (Selatan), Prachinburi (Pusat), Prachuap Khiri Khan (Pusat), Ranong (Selatan), Ratchaburi (Pusat), Rayong (Pantai Timur), Roi Et (Timur laut), Sakhon Nakhon (Timur laut), Samut Prakan (Pusat), Samut Sakhon (Pusat), Samut Songkhram (Pusat), Saraburi (Pusat), Satun (Selatan), Singburi (Pusat), Si Saket (Timur laut), Songkhla (Selatan), Sukhothai (Utara), Suphanburi (Pusat), Surat Thani (Selatan), Surin (Timur laut), Tak (Utara), Trang (Selatan), Trat (Pantai Timur), Ubon Ratchathani (Timur laut), Udon Thani (Timur laut), Uthai Thani (Utara), Uttaradit (Utara), Yala (Selatan), Yasothon (Timur laut).


Badan Pembuat Undang-undang

Konstitusi negara ditetapkan oleh dua dewan Majelis Nasional yang dipilih Dewan Perwakilan dan ditetapkan Senat. Senat sebagai badan penetapan, dianggap memiliki kekuatan yang besar. Senat memegang peranan yang penting dalam menjalankan pemerintahan. Senat juga menjamin militer negara untuk kepentingan pemerintahan.

Konstitusi ditetapkan oleh para pemilih yang ditunjuk sebagai wakil dari masing-masing dewan perwakilan. Pemilihan itu sifatnya individual , bukan berdasarkan partai-partainya. Penggabungan dari para kandidat partai penting dilakukan, agar dapat memperoleh popularitas dari pimpinan-pimpinan partainya yang dipilih sebagai wakilnya. Perebutan kekuasaan antar partai politik tersebut pada dasarnya agar tokoh politiknya memperoleh kekuasaan. Pergantian kekuasaan tokoh partai politik biasa terjadi. Mereka biasanya menjanjikan keadaan negara yang lebih baik melalui kebijakan politik barunya.


Pengadilan

Kekuatan pengadilan dijalankan atas nama kekuasaan raja. Sistem pengadilan di Thailand diatur dalam tiga tingkatan, yaitu tingkat terendah adalah pengadilan negeri, tingkat menengah adalah pengadilan tinggi (Uthorn) dan tingkat yang paling tinggi adalah Mahkamah Agung (Dika). Para hakim diangkat, dipindahkan maupun dipecat oleh raja melalui rekomendasi Menteri Kehakiman. Hakim bebas dalam memimpin persidangan dan menjatuhkan hukuman berdasarkan hukum yang berlaku.

Pengadilan negeri terbagi atas 20 pengadilan hakim (Kwaeng) yang menangani masalah hukum perdata dan tindakan pidana ringan, dan 85 pengadilan provinsial (pengadilan Changwat) yang menangani semua permasalahan hukum perdata dan pidana serta pengadilan pidana dan perdata dengan pengadilan eksklusif di ibu kota. Di Bangkok terdapat pusat pengadilan anak-anak bagi terdakwa berusia di bawah 18 tahun.

Pengadilan tinggi menangani naik banding dari hasil putusan kasus pidana maupun perdata dari pengadilan negeri. Pengadilan tinggi memiliki 17 divisi dengan dua hakim di masing-masing divisinya. Hasil putusan dari pengadilan tinggi dapat naik banding lagi ke Mahkamah Agung untuk beberapa kasus hukum atau untuk mempertanyakan kebenarannya.

Mahkamah Agung (Dika) merupakan pengadilan tertinggi. MA terdiri dari ketua hakim dan 21 hakim. Kasus naik banding ini didengar oleh tiga hakim. Selain mempunyai wewenang naik banding untuk masalah pidana dan perdata, juga permohonan mengenai kasus umum lainnya. Keputusan dari MA merupakan keputusan akhir.

 

back to content page

 


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/thailand/e-01land/et-lan15.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia