pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile


Thailand

Agama

Menurut pengakuan Theravada agama Buddha adalah merupakan agama yang dominan dinegara. 94% penduduk negara berpegang teguh pada agama tersebut. Sekolah mengajarkan rukun Buddha dan prinsip moral sebagai bagian kurikulum pengajaran kecuali di daerah Islam Selatan.

Semua upacara agama Buddha dipusatkan di Wat, merupakan suatu penggabungan biara dan kuil. Terdapat lebih kurang 32000 Wat di negara itu. Secara sosial diperkirakan setiap lelaki Thai akan menjadi rahib serta sekurang-kurangnya 3 bulan hidup untuk penelitian tata cara hidup di agama Buddha didalam biara. Raja Bhumiphol Adulyadej kini menjadi seorang rahib pada tahun 1956 dan mengambil tempat tinggal Wat Bovornivet. Putera Mahkota Vajiralongkorn, satu-satunya anak lelaki dari Raja Ordain seorang rahib pada tahun 1978.

Agama Buddha mungkin adalah agama paling bertoleransi pada dunia agama, dan ia dapat wujud bersama agama-agama lain (walaupun kebanyakan agama lain) bertujuan untuk menjadi agama ekslusif dan tidak mau menerima agama Buddha pada masa itu. Sewajarnya, Thailand mempunyai sebuah sejarah panjang untuk toleransi agama.Walaupun dia harus menjadi Buddha, secara tradisional adalah ketua negara dan atas dukungan agama yang diakui oleh keturunannya.

Untuk mendapat apapun melalui kekuasaan atau kuasa yang berlawanan dengan secara logika pelajaran Buddha, agama Buddha bukan saja sangat toleransi daripada kebanyakan agama lain dan juga memiliki banyak adat yang dipergunakan. Tidak terdapat satu pun seperti Vatican Buddha. Oleh karena itu, lebih banyak perkara tanah, hak milik tanah Buddha pada pemeliharaan tugu peringatan seni bina, dikendalikan oleh pemerintahan Thai melalui jabatan kementrian urusan agama.

Pemerintahan Thai juga yang mendefenisikan perasaan luka agama dan mendakwa dan dituduh sebagai agama Buddha sendiri terlalu lembut untuk mengaitkan diri dengan perkara seperti itu. Voluminous " Pemandu Pengembara ke Thailand ", oleh pengunjung Kuasa Thailand menerbitkan, menerangkan :

"Undang-undang Thai mempunyai beberapa bagian khas tentang pelanggaran agama, dan ini bukan saja mencakup agama Buddha, kebanyakan agama rakyat dan juga kepercayaan lain-lain beragam dalam kerajaan itu. Agama Buddha, misalnya undang-undang tidak dilakukan secara sembarangan, dengan cara apa masyarakat mungkin menghina agama dengan suatu gaya. Dengan begitu juga, "Siapa saja yang menggunakan pakaian atau menggunakan sebuah lambang yang menunjukkan bahwa dia adalah seorang paderi atau orang baru, manusia suci atau pendeta sebuah agama yang mereka juga melakukan undang-undang yang orang percaya mereka juga melakukanya. "Pada bahasa yang kurang sah, ini ada beberapa keterangan diatas untuk apa membuat dan membuat suatu kunjungan ke suatu tempat agama agar tidak membuat :

- Pakaian yang rapi. Jadi jangan tanpa mengenakan kemeja, atau kependekan, celana panjang panas, atau pakaian yang tidak sesuai dengan yang lain. Jika anda melihat orang Thai disekitar anda, anda akan melihat cara mereka melihat anda apakah mereka suka dengan cara berpakaian anda, yang mana sebenarnya, tidak mungkin begitu berbeda dengan cara anda berpakaian disebuah tempat yang sama.

- Harus memakai sepatu sewaktu berjalan disekitar kuil Buddha, tetapi bukan didalam gereja kecil dimana gambaran Buddha itu tersimpan disana. Jangan meragukan mengotori daerah kuil, biasanya tempat seperti itu sangat bersih.

- Paderi Buddha dilarang menyentuh atau disentuh oleh seorang wanita atau menerima apa-apa pun dari tangannya. Jika seorang wanita harus memberi apa-apa pun kepada rahib atau orang baru dalam biara, maka dia harus memberikan terlebih dahulu pada seorang lelaki, yang kemudian dia akan menyampaikannya. Atau jika seorang wanita ingin menghadiahkan langsung dengan tangannya, rahib dan orang baru dalam biara akan menghamparkan sehelai jubah safron atau sapu tangan diatas tangannya, dan wanita akan meletakkan barang yang akan mau dihadiahkan itu diatas jubah rahib dan orang baru dibiara.

- Semua patung gambaran Buddha, besar atau kecil, hilang atau tidak, dianggap sebagai benda yang keramat. Dengan demikin, jangan memanjat disalah satu patung untuk mengambil sekeping fotograf atau, secara umum, berbuat apapun yang bisa menunjukkan sebuah kelakuan yang tidak terhormat.

Sekarang dibalik penglihatan teks ini untuk menilai agama Buddha ketika suatu agama merupakan suatu falsafah. Ketika hendak mendapatkannya, buku besar tebal yang banyak ditulis sebagai topik. Dalam penelitian singkat asal mula agama dan sejarah agama jadi cenderung menjadi mudah, dan bila mereka muncul dalam penciptaan buku yang ditulis oleh orang barat, mereka sering kali kurang dalam kehormatan. Kebanyakan sebagai pengunjung di Thailand walau bagaimanapun, tidak akan mendapat peminat untuk membaca buku panduan yang tebal agama negara mereka tentu saja. Apakah suatu kepentingan untuk sebuah informasi singkat tentang agama Buddha. Oleh karena itu kami mengambil sebuah penjelasan atas nama Buddha yang diserahkan disini dengan kata demi kata dan memetik kata "Pemandu Wisatawan ke Thailand" yang penerbitannya dilakukan oleh Turis yang berwenang di Thailand.

Pada waktu beberapa baris ayat tidak boleh terdengar terutama sekali yang bagus, namun demikian mereka mengambil informasi nyata tentang agama Kerajaan. Sebagai bagian yang dipetik itu sudah jelas ditulis oleh Buddha yang beriman, Buddha beriman juga memberi pandangan sekilas untuk bagaimana orang Thai percaya dan menunjuk kehormatan mereka untuk mempunyai apa-apa yang berhubungan dengan agama mereka.

Teks kutipan ini tidak netral di dalam bahasa. Bahasa yang digunakan untuk membuat Teks ini digunakan untuk menjelaskan bahwa pengarang Theravada Buddha itu apakah betul satu agama, dan banyak kenyataan yang dianggap sebagai sebuah perkara pendapat agama dalam kebudayaan Barat, dibuat dalam suatu perkara kenyataan suara. Pembaca Barat itu boleh membatasi mereka menurut kecenderungan persetujuan agama mereka.

Teks kutipan pelajaran Buddha bahwa betul-betul diragukan bukan saja membuat anggapan dan juga bahwa Agama Buddha Theravada (Hinayana) adalah ortodoks dan merupakan sebuah bagian, pada waktu dibedakan dari Mahayana Buddha, terkenal juga, Dengan tambahan memberi sedikit ketulenan yang tidak boleh dicapai oleh sebuah ringkasan yang ditulis oleh seorang barat kepada teks kutipan, pendeta yang bukan Buddha (acara penting, oleh pengarang teks ini berjumlah kalau tidak ada membuat perubahan):

"Agama Buddha adalah agama natural, untuk itu tidak mematuhi apakah fikiran atau badan. Kurang lebih Suku bangsa berhampiran melanggar Hukum Alam. Agama Buddha juga merupakan klasifikasi sebagai suatu agama atheism, untuk itu tidak terdiri atas Tuhan dan teori utama dari tokoh yang mana kedua-duanya tidak dapat dibuktikan dengan eksperimen-sendiri ataupun gerak hati. Itu mengaitkan kenyataan penderitaan yang jelas dan dapat dialami oleh setiap lelaki dalam kehidupannya sendiri dan dunia sekelilingnya.

Agama buddha adalah suatu pelajaran Buddha serta siapa yang dilahirkan seorang putera Kapilavathu, di bagian pegunungan Himalaya 623 sebelum masehi dekat dengan pinggir dari Nepal. Beliau kawin dan mempunyai seorang anak lelaki. Walaupun dikelilingi oleh semua daya tarik Mahkamah dan kemewahan, pemandangan seorang lelaki tua uzur , lelaki sakit , lelaki mati dan rahib, pengemis, "empat tanda" ini meninggalkan tanggapan dalam fikiranNya yang, pada usia 29 TAHUN, dia buat keputusan untuk meninggalkan istanaNya dan memasuki " hidup" orang yang tidak berumah untuk menjadi seorang rahib guna mencari kebenaran dan mendapat suatu cara untuk dapat melihat dan merasakan keselamatan . Dalam pencarian untuk keselamatan pada guruNya, dia melebihi mereka dan mendapati ajaran mereka tidak cukup, tidak menimbulkan kesadaran , kepunahan dan kesadaran dan wawasan. Dia meninggalkan guru itu dan membuka untuk berlatih malu selama 6 tahun dengan semangat dan usaha besar. Dia bertemu dengan 5 pertapa atau Panca Vaggiya yang mempersembahkan pelayanan mereka kepadaNya. Akhirnya, Buddha sadar latihan pertapa bukan cara baik untuk mencapai keselamatan.Dia telah berlatih malu sampai batas ketahanNya dan merasa sangat lemah tanpa mencapai apa-apa. Sedemikian, Dia makan makanan, kekuatan dapat dan mulai berlatih semedi yang mana akhirnya memandu kepada kesadaranNya di bawah pohon Bodhi Suci dekat dengan kota Uruvela, Buddha-Gaya kini berumur 35 tahun.

Melalui meditasi yang melampaui batas untuk diriNya sendiri, Buddha menjadi mengerti bagaimana kaum lelaki dilahirkan dan mati, menurut menimbulkan Karma diri mereka menurut tindakan yang baik dan jahat ( atau akibat lebihan yang patut dipuji dan kekurangan. ) gerak hati yang sama, Dia menjadi mengerti dari "Lima Agregat Kewujudan" atau Panca Khandha itu adalah Rupa (Badan), Vedana (Merasa), Sanna (Kognisi), Sankhara (Tanggapan) dan Vinnana (Kesadaran), lelaki itu adalah suatu jelmaan lima agregat, atau dalam kata-kata lain manusia dibuat oleh Khandha, tidak tergolong ke dalam apa-apa pun, dan melekat erat kepada masing-masing atau ke seluruhnya, akan menyebabkan fikiran hidup baru dan pusingan kewujudan (Samsara.) saja, ini menciptakan " Angan-angan Diri", dan Dia mendapatkan " Empat Kebaikan yang Benar" yang mana menimbulkan istirahat untuk semua penderitaan dan kelahiran kembali.

Akhirnya, Perintah Buddha untuk rasa prihatin keluar ke semua, berasaskan hendak menyebarkan ajaranNya. Dia memproklamasikan untuk pertama kalinya dalam suatu khotbah Dhamma dengan lima pertapa. Khotbah ini disukai seluruh dunia dan dikenal sebagai "Empat Kebaikan yang Benar" dan mengandung intisari kepercayaan Buddha. Perintah Buddha mengajar kepercayaanNya, sambil berjalan selama sekitar 45 tahun dan jatuh dari kota ke desa dan dari desa ke kota, di India Utara. Pada usia 80 tahun, dia jatuh sakit dan mati di Kusinara di negara KEMALASAN di Visaka, di atas bulan penuh pada bulan yang ke-enam pada tahun 543 sebelum masehi.

Terdapat banyak bukti mengenai sejarah keberadaan Buddha , seperti Tiang-asoka yang didirikan di taman Lumbini di Kapilavatthu (dekat dengan Nepal) untuk mengingat hari Lahir Pemerintah, oleh King Asoka ( 262 -222 Sebelum masehi) dan ditemukan pada tahun 1890, kesusasteraan India yang kontemporer yang merupakan kumpulan Disiplin (Vinaya), Pali - Canon Tripitaka, untuk Syarahan (Suttanta) dan Philosopy (Abhidhamma), Sanskrit Hukum Gereja, pembuktian kebenaran oleh dua orang pengembaraan China ke India, Fahian (394 -441 AD) dan Yuan Thsang (630-644 AD) Dan akhirnya Buddha memiliki kepercayaan sendiri, yang mana didasarkan pada kenyataan yang benar, yang mana kebenaran dapat dialami oleh sesiapa aja dengan kecerdikan cukup dan sakit-sakitan.

Pelajaran Buddha tersebut tidak dicatat dalam dirinya sendiri. Setelah kematiannya, Majlis pertama pengikutnya itu berlaku pada tahun 477 sebelum Masehi dan semua pidatonya ditetapkan dan rencana tanah itu untuk diletakkan Pall Canon. Terdapat Majlis ke-dua dan Majlis ke-tiga ( 377 dan 343 Sebelum Masehi) dan pidato dipilih dalam pengumpulan yang berbeda yang dikenal dengan nama Pitakas, yakni Sutta Pitaka yang mana mengandung pidato Buddha, Vinaya Pitaka yang mana mengandung aturan dan pengawasan Persaudaraan Suci, dan setelah abad itu Abhidhamma Pitaka yang mana jumlah mengandung keterangan awal yang jadi perguruan Pitakas untuk pertama kali.

Dari "Asoka Pillar" kami dapat memberitahukan King Asoka dari India itu secara terus menerus menyebarkan ajarannya kepada semua wilayah kekaisaran dan kemudian ke Kerajaan tetangga Ceylon, Kashmir dan Tibet Utara, ke Persia , Antioch dan Mesir dan Greece di Barat. King Asoka memanggil suatu majlis yang mana adalah Majlis Ke-tiga, dan itu Pall Canon mengulang penelitian dan menghasilkan. Setelah kematiannya, Agama Buddha terpecah menjadi dua buah sekolah yang berbeda, yakni Hinayana atau Lesser Vehicles dan Mahayana atau Greater Vehicles. Hinayana merupakan sekolah yang ortodoks, berdasarkan kepada kitab Pali.Sekolah ini mencoba memelihara ajaran agama yang asli, dan pada masa ini dilatih di Ceylon, Myanmar, Thailand, Laos dan Cambodia. Pada waktu, Mahayana merupakan suatu kekuasaan dan perkembangan lebih lanjut ajaran agama aslinya dan kitab Sanskrit berdasarkan menterjemahkan dari teks kitab Pali dan mengubahnya dengan sedikit prinsip ajaran agama untuk disesuaikan pelajarannya kepada tempat sekitar dan mengira Agama Buddha meletakkan suatu keterangan di atas tentang sedikit pandangan yang tabah. Ini dipercayai sebagai Tibet, Korea, Jepang, Sikhim, Bhutan, Mongolia, dan Vietnam.

Agama Buddha pertama kali masuk ke Thailand sebagai Hinayana Buddha kurang lebih pada tahun 329 Sebelum Masehi, dan terakhir lebih kurang pada tahun 700 Sesudah Masehi, Mahayana Buddha datang. Dalam 1000 Hinnayana sekali lagi walau bagaimanapun, diperkenalkan pada awal sesudah masehi dari Myanmar. Pada tahun 1253 sesudah Masehi, Rahib Buddha thai pergi ke Ceylon dan membawa kembali kitab Pali tersebut dengan penjelasan mereka. Mereka juga mempersilakan Ceylonese Monk ke Thailand. Sejak itu semua Raja dari Thailand selalu memeluk Hinayana Buddha dimana ketika mereka menjadi umat beragama.

Raja Buddha merumuskan ajaran agama Kesengsaraan dan Keselamatan dalam empat thesisnya, memanggil itu dengan Empat Kebaikan yang Benar. Mereka :

1. Noble Kebenaran Penderitaan : Kelahiran Semula itu, kesedihan masa tua, penyakit, kematian, ratapan, kesakitan, kesedihan dan putus asa, perkumpulan dengan kebendaan kami tidak suka, perpisahan dari kebendaan yang kami sayangi, tidak mendapat keinginan untuk dapat mendapatkan penderitaan. Juga terdapat beberapa jam kegembiraan dan kebahagian di dalam suatu masa hidup manusia, tetapi menurut undang-undang alam, mereka tidak kekal dan ini terakhir saja untuk suatu waktu yang singkat dan menghilang. Kesedihan saja, ratapan, kesakitan, kesedihan dan putus asa ditinggalkan dengan mereka di belakang.

2. Noble Kebenaran Penderitaan itu timbul: Threefold Crave memandu setiap dari lahir ke lahir dan ditemani oleh kegembiraan dan nafsu, mencari kepuasannya di sana sini, yakni : saya dapat merasakan, mendambakan kewujudan dan mendambakan kekayaan dan kuasa. Juga terdapat suatu dambaan yang enam kali lipat, yakni, mata mendambakan bentuk, telinga mendambakan bunyi, hidung mendambakan bauan, lidah mendambakan rasa, badan mendambakan kebendaan, dan fikiran mendambakan perkataan nama, impian atau salah tanggapan. Damba ini dan tidak memperdulikan undang-undang alam yang menjadi keadaan asal usul penderitaan individu.

3. Noble Kebenaran Cessation Penderitaan itu : keadaan penghentian penderitaan adalah lengkap dengan kehilangan untuk ini tiga melipatkan pengharapan, meninggalkannya dan melepaskannya, pembebasan dan lepas darinya. Keadaan fikiran seseorang .yang berhenti mengharapkan tiga kali lipat ini atau enam kali lipat yang diharapkan bersama dengan dapat menyadarkan Nibbana ( atau kehilangan harapan. )

4. Noble Kebenaran Lintasan yang menimbulkan Cessation Penderitaan : Itu adalah itu Kebenaran delapan kali lipat ( atau Di Tengah-tengah Lintasan oleh karena ia mengelak dua masa kebahagian dapat merasakan ) yang, menimbulkan Cessation Penderitaan.

Rumput-rumput mengharapkan dan kurang perduli, dua orang utama yang berbuat kewujudan individu ini dan mengatasi kelahiran semula, kesedihan masa tua, penyakit, kematian, duka cita, ratapan serta keluhan, kesakitan, kesedihan serta putus asa untuk mengakhiri seluruh kesengsaraan dan dengan demikian mencapai Nibbana, pembebasan dan keselamatan seseorang harus dapat dipraktekan pada delapan kali lipat lintasan itu (atau di tengah - tengah lintasan)

Noble delapan kali lipat :

1 Hak Tahu, yang bermaksud untuk suatu pegangan kuat intelektual Pelajaran Dhamma , Empat Noble Kebenaran dan Undang-undang Karma itu tersebut;

2 Hak Cadang, yang mana melibatkan penyingkiran semua cita-cita, dendam, kebencian, nafsu kerasukan dan keganasan;

3 Hak Berbicara, yang bermaksud mengumpulkan semua kebohongan, budi bahasa, mengawal cara berbicara, bersopan santun, dengan teliti benar, tiada kata-kata kotor terucap dari bibir, dengan sebuah jantung yang penuh dengan jenis-cinta penuh kasih sayang dan tidak ada kedengkian rahasia dan penuh dengan rasa simpati,;

4 Hak Bertindak, yang bermaksud untuk menghindari kehilangan sebuah kehidupan, untuk mengambil apa yang belum diberi, sambil mengikuti kata hati yang bernafsu, fitnah dan minuman keras yang memabukkan atau dadah;

5 Hak Mata Pencarian, yang bermaksud memburu suatu perdagangan atau pekerjaan sesuai dengan di atas;

6 Hak Usaha, bermaksud mencegah kejahatan baru memasuki satu fikiran, memindahkan semua kejahatan yang sudah ada di sana, memajukan sesuatu yang baik di dalam satu fikiran dan memelihara suatu kebaikan dan keadaan fikiran berjasa yang sudah timbul;

7 Hak Perhatian, yang bermaksud mengambil semula semua fenomenon secara terus menerus tentang struktur, semua bagian pertumbuhan manusia, semua keadaan yang tidak sehat, semua kekotoran dan kekotoran fikiran, bertafakur dalam berbagai keadaan fikiran dan berbagai jenis pembawaan jasad;

8 Hak Konsentrasi, yang manakah gerbang pintu Nibbana, yang terdiri Empat Besar Usaha, yakni, usaha menghindar dan mengatasi keadaan fikiran kotor, dan usaha untuk memajukan dan memelihara keadaan fikiran baik. Ia juga suatu keadaan fikiran yang tenang dimana ditemani oleh Hak Tahu , Hak Cadang, Hak Berbicara , Hak Bertindak, Hak Mata Pencarian, Hak Usaha dan Hak Perhatian. Tujuan Hak Konsentrasi tercapai harus dengan mengembangkan sifat kebijaksanaan.

Walau bagaimanapun, lebih mudah mengajar Buddha belajar, harus membuat baik, menghindari kejahatan dan membersihkan hati. Menurut Buddha, hati lelaki biasa tidak bersih. Mereka diisi dengan ketamakan, tidak sehat dan berisi angan-angan. Ketamakan dan kebencian adalah bukan kebersihan yang menyebabkan keinginan yang tidak memperdulikan sebab angan-angan, terutama angan-angan ketidaksadaran. Bukan tidak memperdulikan, sebenarnya, adalah sebab untuk keinginan sendiri dan dengan untuk semua yang menderita dan untuk kelahiran semula.

Pemerintah mengajar :

1. Sambil membersihkan hati dengan pengawalan diri sendiri, dan tahanan pendirian;

2. Dengan memikirkan satu yang layak; dan

3. Dengan mengikut Noble Kebenaran yang delapan kali lipat yang menuju berhentinya semua penderitaan. Sedikit Praktek dan Menetapkan Keputusan :

Lima norma-norma kesusilaan untuk kaum awam (Pancha Sila), yakni, seseorang yang tidak memakai hak dari:

1 yang Membunuh seseorang,

2 Berbuat sesuatu yang sembunyi-sembunyi,

3 Zina,

4 Penipu, dan

5 yang minum minuman yang Memabukkan.

Delapan Aturan Prinsip Moral di atas Hari Suci Buddha, terutama untuk orang yang lebih tua, yakni, seseorang yang tidak memakai hak dari :

1 yang Membunuh seseorang,

2 Berbuat sesuatu yang sembunyi-sembunyi,

3 Zina,

4 Penipu, dan

5 yang minum minuman yang Memabukkan,

6 Makan setelah pertengahan hari,

7 Tarian, Bernyanyi, Musik yang dipergunakan, Kalungan Bunga, Minyak Wangi, Kosmetik, perhiasan dan,

8 Menggunakan tempat tidur yang mewah.

Di samping yang diatas, yakni , Delapan Aturan untuk Orang yang lebih Tua, orang baru mempraktekan Sepuluh Aturan untuk Orang Baru dan rahib mempraktekan 227 Aturan lain .

" Sejauh ini penjelasan di atas dalam Agama Buddha " Pemandu Pengembaraan ke Thailand", dipublikasikan oleh hak yang berwenang tentang pengunjung di Thailand.

Dan juga bisa dilihat yang berikut yang berkaitan dengan laporan dari majalah Travel-Asia (Cerita yang menyajikan suatu peluncuran internet baru).

back to content page


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/thailand/e-01land/et-lan20.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia