|
Versi
Inggris
Sejarah
/ Bangkok / Kerajaan Monarki
·
20 April 1782, - Chao Phaya Chakri diperintah
dibawah gelar raja Rama I, menandai permulaan
dinasti Chakri yang masih terdengar sampai kini.
Keputusan pertama dari Rama I mengacu pada
rancangan ibukotanya. Singkatnya Rama I menemukan
Bangkok sebagai ibukotanya sebelum ibukotanya
berubah menjadi Thonburi. Bagaimanapun,
dalam bentuk singkat, sejarah yang singkat tidak
begitu tepat. Hal yang pertama, Bangkok tidak
sepenuhnya ditemukan oleh Rama I. Bangkok sudah
menjadi wilayah yang tetap untuk beberapa tahun
kemudian dan dikenal baik oleh pedagang Eropa
yang biasa mampir ke Bangkok dalam perjalanan
mereka ke Ayutthaya. Kedua, pembatasan antara
Thonbori dan Bangkok tidak tepat.Ketika Pedagang
Eropa memberikan nama pada Bangkok di tempat pemberhentian
mereka, penduduk yang berada di sebelah kiri dan
kanan sungai Chao Phaya mengenal Siamese sebagai
kota dari Thonburi, yang telah diangkat dari status
pedesaan Bangkok. Thonburi dipilih oleh raja Taksin
sebagai ibukotanya. Dan ketika hal itu benar-benar
terjadi bahwa raja Taksin mendirikan istananya
dan bangunan utama di sebelah tepi kanan sungai
Caho Phaya, kota Thonburi meliputi wilayah tetap
pada kedua tepi sungai tersebut. Raja Taksin's
mempunyai keinginan untuk merancang sungai yang
mengalir melalui ibukotanya karena ia takut akan
serangan dari orang-orang Burma dan merupakan
pilihan mudah untuk melarikan diri. Pilihan ini
dipertahankan tidak hanya sungai yang mengalir
melalui ibukota. Idenya dapat menyebabkan ia dapat
menaikkan pasukannya tanpa pemberitahuan dan pergi
meninggalkan Chao Phaya.Tujuannya adalah sebuah
benteng yang kuat, Chantaburi sebelah pantai
timur, dekat apa yang sekarang disebut Kamboja.
Dengan kata lain, ketika Chao Phaya Chakri
menjadi raja Siam, Burmese diperlakukan tidak
unggul lagi; Siam kembali menjadi kuat, sama dasarnya
dengan Burmese. Rama I tidak menjalani pelariannya
lagi, tapi ia membuat ketahanan diri. Dia tidak
mempunyai maksud untuk mengosongkan ibukotanya,
harusnya Burmese melakukan hal yang sama-dia menginginkan
pertahanan dengan kesemuanya itu. Untuk tujuan
ini, meskipun sungai mengalir melalui ibukota
merupakan hal yang merugikan tetapi sungai juga
dapat menyelamatkan pintu masuk. Dia memutuskan
untuk mengabaikan wilayah barat, wilayah terbesar
Thonburi, tapi ia lebih berkonsentrasi pada bagian
penting wilayah timur. Hal ini tentu saja meliputi
istananya .Agar istananya bisa tetap berdiri ,
maka bagian selatan dari Thonburi harus dimusnahkan.
Wilayah istananya yang diperluas sudah diduduki
oleh penduduk China pada akhir abad ke-18. Chao
Phaya Chakri yang mempunyai komunitas orang China
dipindahkan tiga kilometer dari hilir, ke wilayah
yang kemudian dikenal dengan Sampheng. Sampai
saat ini penduduk China tinggal di sana,dan Sampheng
Lane sekarang dikenal sebagai pusat belanja penduduk
China (setelah tempat itu menjadi distrik sinar
merah untuk beberapa dekade).
· 1785 - Pembangunan Grand Palace
dan Temple of the Emerald Buddha telah
selesai.I bukota yang baru sekarang meliputi bagian
timur dari Chao Phaya dan diresmikan dengan nama
baru "Khrung Thep Maha Nakhon Amorn Rattanakosindra
Mahindrayutthaya Mahadilokpop Noparattana Radchhani
Burirom Udom Rachnivet Mahastan Amorn Pimarn Avatarn
Satit Sakatuttiya Vishnukarm Prasit." Dalam
bahasa Inggris disebut: "City of Angels, Great
City dan Residence of the Emerald Buddha, Impregnable
City of God Indra, Grand Capital of the World,
Endowed with Nine Precious Gems, Abounding in
Enormous Royal Palaces which Resemble the Heavenly
Abode where Reigns the Reincarnated God, kota
yang diberikan oleh Indra dan didirikan oleh Vishnukarm".Untuk
kemudahan, merupakan suatu tradisi untuk menyingkat
nama tersebut. Dan untuk kemudahan selanjutnya,
pedagang dari barat menyebut tempat itu dengan
nama Bangkok.
·
1785 - Serangan pembaharuan orang Burmese
ditolak.
·
1887 - Orang Burmese menyerang bagian utara
kerajaan Siam dan dikalahkan kembali.
·
1793 - Rama I menyerbu propinsi Burma
sampai ke semenanjung Malay tapi mengalami kegagalan
untuk menggabungkan wilayah tersebut.
· 7 Desember 1809, -Raja Rama I wafat pada
usia 72 dan salah satu putranya (ia mempunyai
17 putra dan 25 putri) menjadi raja dengan gelar
Raja Rama II. Rangkaian peraturan di Siam
berbeda dengan peraturan lainnya di Eropa. Raja
mempunyai kebebasan untuk memilih sendiri penggantinya.
Biasanya pengganti raja bukanlah anaknya melainkan
saudara lelakinya. Dan penggantinya ditetapkan
secara cepat untuk memerintah sebagai raja. Dia
diberikan gelar Pangeran atau Raja pemimpin istana
(Maha Uparat), dan istananya didirikan di Siam
sejak jaman Ayutthaya, ia sungguh-sungguh menetapkan
istananya sebagai pemerintahan pemimpin monarki.
Di samping sebagai pangeran atau raja dari pemimpin
istana juga sebagai Pangeran atau Raja belakang
istana.Ia direncanakan untuk menempati singgasana
kedua, pada saat Pangeran atau Raja pemimpin istana
wafat sebelum pemerintahan monarki.
·
Biasanya Pangeran atau Raja belakang istana berasal
dari saudara lelaki dari pemerintahan monarki.
Hal tersebut merupakan kebijaksanaan untuk mengangkat
atau tidak mengangkat raja atau pengeran pemimpin
atau belakang istana. Seringkali pemerintah monarki
mengangkat calon dari dua sisi istana itu hanya
sekali dalam hidup mereka. Apakah calon tersebut
dari sisi istana itu akan wafat sebelum pemerintahan
monarki, rangkaian pertanyaan ini menjadi suatu
pertanyaan yang terbuka. Secara teori beberapa
kasus di dewan kenaikan disidangkan dan memilih
salah satu dari mereka untuk menggantikan raja
yang wafat. Dewan kenaikan biasanya terdiri dari
beberapa lusin pangeran dan pemerintahan resmi
tinggi, biasanya tapi tidak selalu pangeran, sebagai
raja Siam dapat mendatangkan penghasilan ,tetapi
anggota keluarganya tidak dapat mengisi jabatan
dalam (kondisi ini masih berlaku dalam negara
bagian semenanjung Arab).
·
Sebelum dinasti Chakri belum ada peraturan
mengenai pengangkatan raja. Selama periode Ayutthaya,
pengangkatan raja itu bersifat resmi dimana pengangkatannya
itu bersifat turun-temurun tetapi ada perebutan
kekuasaan,khususnya ketika raja masih di bawah
umur.
·
1810 - Orang-orang Burma menyerbu wilayah
Peninsula dan ketika menguasai Phuket mereka bertarung
melawan 20,000 orang Thailand.
·
1818 - Portugal mengirim utusan, Carlos
Manuel Silveira, ke Siam dan termasuk perjanjian
perdagangan antara dua bangsa.
·
1821 - Kedah (sekarang ini adalah negara
bagian Malaysia, membatasi Thailand, kemudian
diatur oleh orang Burmese) diserbu oleh Siam dan
Sultan melarikan diri ke Penang.
·
1822 - Perdagangan Inggris dengan Siam dimulai.
·
1824 - Perang pertama Anglo-Burmese
(1824-1826) berkobar sepanjang perbatasan antara
Burma and India, kemudian dikuasai
oleh Inggris. Inggris mendekati Siam untuk menjadi
sekutu mereka. Siam mengambil keuntungan
dari perang itu sebagai konflik yang mengikat
tentara Burmese, dengan demikian Siam tidak mengajukan
ancaman untuk Kerajaan Siamese di sebelah timur
Burma.
·
24 Februari 1824, - Pakta persekutuan antara
Siam dan Inggris Raya diakhiri. Walaupun menjadi
sekutu Inggris Raya, Siam tidak aktif berpartisipasi
selama perang di Burma. Bagaimanapun Siam memberi
Inggris Raya wilayah Burma-propinsi Arakan,
Martaban, Tavoy dan Tenesserim. Wilayah
ini identik dengan bagian Burma yang terdahulu
yang dapat dijangkau pada celah semenanjung Peninsula.Wilayah
ini merupakan tanah konsensi pertama Siam untuk
kekuatan Eropa, Inggris Raya dan Perancis. Konsensi
kuat Thai pada kekuatan kolonial Eropa akan mengikuti.
Dalam perluasannya, Siam dalam awal periode Bangkok
mencakup wilayah Laos dan Kamboja, juga bagian
timur laut Burma, juga propinsi Yunnan yang merupakan
bagian China terdahulu dan bagian yang sekarang
disebut Malaysia utara.
· Siam mempunyai batas yang terpanjang
dengan kerajaan Annamese (sekarang Vietnam) sampai
ke timur, batas terpendek dengan China ke utara,
secara horisontal berbatasan dengan Malaya di
selatan dan ke timur berbatasan dengan Burma,
sama seperti keadaan saat ini.
·
20 Juli 1824, - Raja Rama II wafat diumur
57 tahun , tanpa mempunyai ahli waris yang tetap
(meskipun kenyataannya ia mempunyai anak lelaki
38 orang dan anak perempuan 35 orang dari 38 ibu
yang berbeda).Dengan persetujuan dewan tinggi
(meliputi anggota keluarga) Pengeran Jetta, anak
lelaki tertua dari Rama II tapi menurunkan isteri
yang non-royal untuk menggantikan pemerintahan-sebagai
pengganti pangeran Maha Mongkut, anak lelaki
tertua dari Raja yang mempunyai ibu yang royal
dimana ia dapat menjadi pengganti raja. Tapi meskipun
pangeran Maha Mongkut's ikut berpartisipasi dalam
sejumlah urusan masyarakat, Pangeran Jetta yang
memenangkan Dewan tinggi, jadi tidak ada perlawanan
yang berlangsung selama proklamasinya sebagai
Raja Rama III. Gelar anumertanya adalah Phra Nangklao.
· 1826 - Perjanjian persahabatan dan perdagangan
antara Siam dan perusahaan Inggris India Timur
diakhiri (berlawanan dimana Raja Siamese Narai
menyatakan perang lebih dari 100 tahun sebelumnya).
·
1833 - Siam mengakhiri perjanjian persahabatan
dan perdagangannya dengan US.
·
1838 -Mantan Sultan Kedah mencoba untuk mendapatkan
kembali wilayahnya. Siam menyerbu Kedah kembali,
mempengaruhi wilayah dekat Malay dimana telah
diterima sebagai milik Inggris Raya yang menyebabkan
hubungan antara Siam dan Inggris Raya menjadi
tegang.
· 2 April 1851, - Ketika wafatnya saudara
keduanya, King Rama III, Pangeran Maha Mongkut
akhirnya menjadi raja Rama IV, dengan menerima
gelar sebagai Phra Chomklao. Setelah kehilangan
gelarnya pada tahun 1824, ia menjadi biarawan
Budha untuk 27 tahun dan hidup dengan disiplin
yang tinggi di daerah utara Siam. Dia bahkan menemukan
sekte monastik Thammayut dimana masih berlaku
dan peraturan itu lebih ketat dibandingkan sekte
lainnya yang lebih besar yaitu sekte Mahanikai.
Selama kehidupan monasticnya, ia mempelajari pengetahuan
barat sebaik ia mempelajari bahasa barat dan timur.
Dengan latarbelakangnya ini ia bermaksud untuk
memperkenalkan Siam ke Barat. Perkenalan Siam
ke Barat menyelamatkan kerajaan Thai menjadi daerah
koloni Inggris maupun Perancis. Dengan membuat
konsensi hak besar dari kekuatan Eropa dan apa
yang penting bagi mereka, dia menjaga kerajaannya
dari sasaran penaklukan orang Eropa. Kemudian
Mongkut oleh kekuatan Eropa diberikan bantuan
hak perdagangan bebas.
·
1852 - Perang Anglo-Burmese berkobar.Terjadi
di propinsi selatan Burma (dengan Pegu yang menjadikannya
lebih penting) direbut oleh kerajaan Inggris.
Siam tetap netral.
·
18 April 1855,-Dengan perjanjian yang baik
antara Siam dan Inggris Raya , Konsulat yuridiksi
didirikan di Siam, aturan subjek Inggris menjadi
ketat, wilayah extraterritorial, tugas impor menjadi
lebih sedikit. Perjanjian ini mengikuti pola yang
diadakan oleh kekuatan Eropa melalui perjuangan
di negara Asia timur.
·
15 April 1856, -Melalui Townsend Harris, US
memulai negosiasinya dengan Siam untuk meningkatkan
sejumlah 1833 perjanjian (amendemen itu harus
memberikan keuntungan bagi US).
· 29 May 1856, -Perjanjian persahabatan,
perdagangan dan imigrasi baru diakhiri antara
US dan Siam. Stephen Mathon dikirim sebagai
konsul US pertama ke Bangkok.
·
1862 - Pembangunan sistem infrastruktur canggih
dimulai, menitikberatkan pada jalanan (transportasi
sejauh ini dilakukan dengan menggunakan Canal).Yang
paling berarti adalah pembangunan Charoen Krung
atau jalan baru sepanjang sungai Chao Phaya di
Bangkok.
·
11 Agustus 1863, -Kamboja pada dekade terdahulu
menjadi budak Siam kemudian menjadi negara di
bawah lindungan Perancis dengan adanya perjanjian
yang disepakati antara raja Norodom dan
Perancis.
15 Juli 1867, - Siam memberhentikan pengumpulan
pajak dan hadiah dari Kamboja, dikenal sebagai
negara di bawah lindungan Perancis dan membatalkan
seluruh perjanjian awal antara Siam dan Kamboja.Walaupun
begitu (pada saat itu) Propinsi dari Kamboja Battambang
dan Seemap yang membatasi Thailand diterima dan
dikenal sebagai milik Siam.
·
1 Oktober 1868, - Setelah kematian raja Rama
IV, anak lelaki tertuanya, Chulalongkorn (salah
satu dari 39 anak lelakinya dan 43 dari anak perempuannya
dari 39 isteri) naik tahta. Chulalongkorn
(Raja Rama V) memberikan pelajaran termasuk pelajaran
bahasa Inggris. Pelajaran itu didapatnya dari
seorang janda Inggris Anna Leonowens yang
menulis dua buah buku tentang pengalamannya, An
English Governess at the Siamese Court
dan Romance of a Harem. Diambil dari buku
Anna Leonowen, sebuah cerita film lucu berjudul
The King and I dibuat -lucu karena dibuat
berdasar gambaran abad ke 19 tapi dengan pandangan
abad ke 20 dan tidak cukup unsur sejarahnya.(Film
ini dilarang di Thailand).Seperti ayahnya, Chulalongkorn
tidak hanya ahli politik tapi juga seorang diktaktor,
dalam hidupnya. Dia menghapuskan praktek prostation
dalam kehadirannya dan surat keputusan dimana
semua Siamese yang lahir selama pemerintahannya
adalah orang-orang yang bebas, dapat meninggalkan
perbudakan.Walaupun untuk mencegah pergolakan
sosial, perbudakan dihapuskan setahap demi setahap.
·
1871 - Sekolah pertama di Siam didirikan,
sekolah ini hanya untuk keluarga raja.
·
15 April 1874, -Raja Rama V mendirikan
konsul rahasia. Terdiri dari 49 anggota (13 pangeran
dan 36 orang penting).
· 8 May 1874, - Raja Rama V membentuk
administrasi politik dirancang untuk membentuk
negara bagian konsul terdiri dari 12 anggota dari
pangkat Phaya (pangkat tertinggi dari kaum bangsawan).
·
1882 - Menteri kependudukan Siamese menetapkan
untuk melayani negara barat dan Jepang dengan
tujuan merencanakan Siam sebagai negara yang merdeka,
sehingga menjadi anggota dari sebuah bangsa.
·
1 April 1882, -Struktur administratif Siam
berubah dari 12 kementerian dibawah 12 menteri
yang bertanggungjawab pada raja sebagai perdana
menteri yang berkuasa.
·
1884 - Sekolah untuk penduduk umum Aiamese
pertama kalinya dibuka di Bangkok.
·
1885 - Jabatan Maha Uparat (Raja kedua)
diakhiri. Raja kedua biasanya dari anak atau saudara
lelaki raja,dipilih dan diangkat dengan kebijaksanaan
dari raja.
·
1887 - Departemen pendidikan didirikan untuk
mengelola sekolah di Siam. Departemen ini nantinya
bertanggungjawab pada menteri.
·
1893 -Perancis menyebarkan politik sehingga
menyebabkan konflik dengan Siam. Perancis memindahkan
seluruh misi diplomatiknya dari Bangkok.
·
13 Juli 1893, -Karena Perancis menuntut melewatkan
2 pedagang Perancis yang melewati sungai Mekong,
terjadi pertempuran kecil antara group Perancis
dan Siamese. (Bagian kecil dari Mekong mengalir
melalui Perancis-peraturan wilayah dari Vietnam
dan Kamboja, bagian tinggi seluruhnya bertempat
di wilayah Siamese, seperti Laos merupakan bagian
penting dari Siam)
·
20 July 1893, - Blokade Perancis di teluk
Siam yang berperang menggunakan perahu kecewa
dengan ultimatum yang diberikan menteri luar negeri
Siamese, Pangeran Dewawangse. Ultimatum
itu berbunyi untuk memblokade pantai Thai jika
Perancis ditolak untuk lewat Sungai Mekong.
·
29 Juli 1893, - Berhubungan dengan ultimatum,
Perancis berhadapan dengan Siam dalam kondisi
tersebut, mereka peduli pada konsensi yang berhubungan
dengan tanah mereka seperti mereka peduli pada
hak untuk berdagang.
·
3 Agustus 1893, - Siam menerima kondisi tersebut
dan blokade dihentikan.
· 3 Oktober 1893- Siam,yang berkeinginan
untuk meneruskan kemerdekaannya, setuju dengan
perjanjian baru Perancis yang tidak menguntungkan,
dan hanya membawa kerugian bagi Siam. Dalam perjanjian,
Siam memberikan seluruh wilayah bagian kiri Mekong
pada Perancis (pada dasarnya merupakan wilayah
Laos), ditambah dengan pulau yang ada di sungai,
Siam melarang menggunakan Mekong untuk perang
kapal; dalam kedalaman 25 kilometer (16 mi) sebelah
kanan Mekong, Siam tidak diijinkan untuk membangun
atau memelihara fasilitas militer di propinsi
Battambang and Seemap (sekarang
Propinsi Kamboja sepanjang Cambodian/batas Thai),
Perancis membuka konsulat di kota Nan dan Khorat
dalam wilayah Siamese. Di alinea dalam perjanjian
banyak daftar yang terdapat didalamnya .Semua
alinea memiliki satu hal yang umum yaitu; mereka
menyukai Perancis sebagai donatur dari Siam.
·
1896 - Perjanjian Anglo-Perancis ditandatangani
untuk memelihara kedaulatan Siam meskipun kebijakan
mereka berasal dari perluasan kolonial.
·
1897/1907 - Dalam keinginannya memperkenalkan
Siam sebagai negara bagian, raja Chulalongkorn
memperbarui dan memperkuat hubungan dengan raja
dan kerajaan di dunia dengan mengadakan dua perjalanan
ke Eropa dan kontak personal dengan para Pemimpin
di Eropa.
·
1902 - Uang kertas diperkenalkan mengantikan
logam perak yang dipergunakan sebelumnya.
· 1905 - Perbudakan sepenuhnya dihapuskan.
Pinjaman asing pertama dikeluarkan dari London.
Hal itu diharapkan untuk membiayai pembangunan
jalan kereta api.
·
1907 - Siam menyerahkan Propinsi Battambang
and Seemap (sekarang Propinsi Kamboja yang
berada sepanjang perbatasan Kamboja/Thai) pada
Perancis.
·
1908 - Pengadilan hukum didirikan di Siam.
·
1909 - Siam menyerahkan pada Inggris propinsi-propinsinya
di daerah selatan yaitu Perlis, Kedah, Kelantan
dan Trengganucedes yang ditinggali penduduk Malay
(sekarang merupakan bagian dari Malaysia).
·
23 Oktober 1910, - Setelah raja Chulalongkorn
wafat, Pangeran Vajiravudh (1 Jan 1881
- 25 Nov 1925), berdasarkan peraturan di Siam,
meneruskan tahta dengan gelar Rama VI.
Dia berbakat dalam bidang seni. Keahliannya di
bidang politik dalam masa jabatannya adalah meninjau
perjanjian dari satu sisi dengan kekuatan barat.
· November 1911, - Penobatan Pangeran Vajiravudh
sebagai Raja Rama VI. Penobatannya di Siam
dihadiri oleh perwakian-perwakilan dari negara-negara
yang kuat.
·
1913 - Nama keluarga dibuat untuk semua keluarga
orang-orang Siam.Tempat-tempat judi dan undian-undian
tradisional dimusnahkan.
·
Agustus 1914, - Perang Dunia pertama meletus
dan deklarasi kenetralan Siam bermanfaat seperti
kebijakan negara bagian yang diperhatikan. Menjadi
alumni dari sekolah Inggris dan menyandang pangkat
kehormatan Jenderal pada tentara Inggris, Raja
Rama IV disebut sebagai pencinta Inggris. Persekutuannya
pada Inggris ditunjukkan dengan sumbangannya yang
besar di perang Inggris dan ia menyatakan kemarahannya
pada kekejaman Jerman.
· 17 Maret 1917, -Universitas Chulalongkorn,
universitas pertama di Siam didirikan.
·
6 April 1917, - US menyatakan perang pada
kekuatan utama. Secara serempak seruan pada negara-negara
netral diberitahukan untuk bergabung dalam perjuangan
menegakkan hak kebebasan kekuatan-kekuatan kecil.
·
22 Juli 1917, - Siam bergabung dalam persekutuan
dan berpartisipasi di perang dunia I. Semua orang
Jerman dan Belgia ditangkap dan diadili di Bangkok.
Kekuatan expedisi yang terdiri dari 1200 orang
dikirim ke Eropa ,tapi waktu training dan penyesuaiannya
memakan waktu lama ,perang berakhir (12 November
1918) sebelum mereka sempat memiliki pengalaman
perang. Orang-orang Siam ingin berpartisipasi
dalam perang meskipun mereka mempunyai ikatan
persahabatan yang erat dengan Siam, Perancis dan
Inggris Raya.
·
1920 -Komunis Vietnam yang diorganisir oleh
Ho Chi Minh memulai propagandanya dengan
orang-orang asing Vietnam di bagian timurlaut
Siam.
·
17 Desember 1923, - Siam memakai sistem metrik
dari berat dan ukuran.
· 1925 - Rama VI wafat pada usia 44 tahun.
Setelah membujang sampai umur 38 tahun, anak lelaki
tunggalnya lahir sehari sebelum ia wafat. Setelah
wafatnya Raja Rama IV, saudara termudanya Pangeran
Prajadhipok.(8 Nov 1893-30 Mei 1941) menjadi raja
dengan gelar Rama VII. Sebagai anak ke-76 dari
Raja Chulalongkorn dan anak lelaki ke-5 dari isteri
Raja Chulalongkorn, Raja yang memilih Ratu, ia
merupakan urutan keempat setelah Raja Rama VI.
Pengangkatan dirinya sebagai Raja Siam hanya karena
saudara lelaki tertuanya, yang tidak diduga-duga
wafat dengan cepat, ia tidak siap dengan tugas
yang diberikan, yang tidak sesuai dengan latar
belakang pribadinya. Lagipula, ia tidak memiliki
kesehatan yang baik (ia hanya mampu bertahan sampai
pada usia 48 tahun).
·
30 November 1927, - Sejak dibentuk pada tahun
1877, Dewan Umum memilih Pangeran Bidyalangkorn
sebagai presiden.
· 1931 - Divisi Siam dari partai komunis
China diatur. Hal ini dipersembahkan untuk kepentingan
ambisi komunis China daripada revolusi Thai.
Kembali
ke halaman daftar isi
|