pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile


Thailand

Perayaan-perayaan

Songkran

Songkran merupakan peristiwa paling terkenal dan paling penting di Thailand. Karena Songkran merupakan Tahun Baru orang Thailand, yang dirayakan sangat meriah dari tanggal 13 sampai dengan tanggal 16 April.

Bagi orang Thailand, perayaan ini mengandung makna religius. Tapi karena dalam perayaan ini ada siram-menyiram air, maka perayaan ini berubah menjadi suatu permainan yang menyenangkan, di mana semua orang basah kuyup. Tradisi ini membuat musim terpanas tahun ini terasa menyegarkan.

Perayaan Songkran tidak hanya ada di Thailand, tapi juga bisa di temukan di Myanmar, Laos dan Kamboja.

Kata Songkran berasal dari bahasa Sanskrit, yang artinya awal dari tahun yang baru. Tahun baru pada penanggalan Thailand, jatuh pada tanggal 13 April. Sementara itu, seperti negara-negara lain di dunia, orang-orang Thailand juga merayakan tahun baru pada tanggal 1 Januari.

Dalam beberapa hal, Songkran mirip dengan Paskah yang dirayakan oleh orang kristen, di mana orang-orang menyediakan bermacam-macam makanan di rumahnya, memakai baju baru, juga ada arak-arakan. Tua muda berpakaian serba baru dan pergi ke Wat mempersembahkan makanan untuk para biksu. Musik, seperti yang di mainkan di Wat, terus terdengar di sepanjang jalan.

Menjelang Songkran, ibu-ibu membersihkan rumah mereka, mengganti perabotan rumah tangga dan membakar sampah-sampah. Pokoknya hari itu adalah hari untuk bersih-bersih. Mereka mempunyai kepercayaan bahwa segala sesuatu yang sudah usang dan tidak terpakai lagi harus dibuang karena bisa mendatangkan nasib buruk bagi pemiliknya.

Pada tanggal 13, patung Buddha dimandikan sebagai bagian dari upacara. Orang yang lebih muda menuangkan air ke tangan orang yang lebih tua sebagai tanda rasa hormat agar mereka mendapatkan berkat. Pada jaman dulu, sebenarnya orang-orang tua dimandikan dan digantikan pakaiannya dengan pakaian baru yang dihadiahkan oleh orang yang lebih muda sebagai tanda rasa hormat.

Keunikan lain dari tradisi Songkran adalah melepaskan burung dan ikan, yang diyakini akan mendatangkan kebaikan bagi karmanya. Untuk keperluan perayaan ini, burung dan ikan banyak di perjual-belikan di pasar-pasar. Di Paklat (Phra Pradaeng), sebelah selatan kota Bangkok, para gadis mengenakan baju warna-warni berjalan berarakan sambil membawa tempat ikan menuju sungai di mana ikan-ikan itu akan dilepas.

Tradisi melepaskan ikan berawal ketika daratan Thailand dilanda banjir. Setelah air surut, tersisa genangan-genangan yang secara berangsur-angsur kering. Di sana banyak ditemukan anak-anak ikan. Pada waktu itu, para petani yang menangkap ikan-ikan kecil, memeliharanya di rumah sampai hari Songkran tiba. Kemudian mereka melepaskannya ke kanal-kanal, dengan harapan setelah apa yang mereka lakukan terhadap ikan-ikan itu, mereka bisa mendapatkan karma yang baik.

Songkran dirayakan di seluruh pelosok negeri, tapi tidak ada yang semeriah di Chiang Mai.

Bagi orang-orang yang kebetulan ada di pedesaan atau jauh dari kota, apalagi dari Chiang Mai, masih bisa merasakan tradisi berbasah kuyup. Karena selama tiga hari perayaan Songkran,orang-orang, terutama para pemudanya, tetap melakukan tradisi siram-menyiram air.

Di Chiang Mai, ada kelompok arak-arakan yang terdiri dari para wanita. Di antara mereka akan dipilih seorang Ratu Festival Air. Yang akan terpilih adalah yang kelihatan paling semangat dan paling riang. Orang-orang turun ke Sungai Ping yang mengaliri kota Chiang Mai. Mereka menyiduki air untuk acara siram-siraman. Para pengunjung yang ingin menyaksikan perayaan Songkran di Chiang Mai, harus memesan tempat jauh-jauh hari. Sebab pada hari-hari menjelang perayaan, hotel-hotel biasanya sudah penuh.

Setiap daerah memiliki permainan, lagu-lagu dan tarian-tarian khas sendiri dalam merayakan Songkran. Sebelum musim hujan tiba, para petani tidak begitu sibuk menggarap ladangnya, sehingga mereka punya banyak waktu untuk perayaan ini.

Menurut kepercayaan kuno, Nagas (ular naga dalam dongeng) membuat hujan dengan menyemburkan air dari laut. Semakin banyak disemburkan, semakin lebat hujannya. Jadi, tradisi siram-menyiram air bisa diinterpretasikan sebagai usaha membuat hujan.

 

back to content page


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/thailand/e-02trav/et-tr100.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia