pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile


Thailand


Sejarah


Asal Mula Berdirinya Bangkok

Sejarah Bangkok dimulai pada 200 tahun yang lalu, saat dinasti Chakri mulai memerintah hingga saat ini. Setelah Chao Phaya Chakri dimahkotai dengan gelar raja Rama I pada tahun 1782, salah satu keputusan utamanya adalah menetapkan ibu kota. Secara singkat, sejarah mengatakan bahwa Rama I menemukan Bangkok sebagai ibu kota sebelum ibu kotanya Thonburi. Tetapi sejarah yang disimpulkan saja itu seringkali kurang akurat.

Pada mulanya, Bangkok tidak didirikan oleh Rama I. Selama beratus-ratus tahun, daerah ini menjadi tempat pemberhentian yang terkenal bagi para pedagang Eropa yang berhenti di Bangkok sebelum melanjutkan perjalanan ke Ayutthaya.

Garis pembatas antara Thonburi dan Bangkok tidak jelas. Sementara para pedagang Eropa menamakan Bangkok di tempat pemberhentian itu, masyarakat di sekitar Sungai Chao Phaya, yang dikenal dengan nama orang Siam, menamakan tempat itu kota Thonburi yang statusnya lebih tinggi dari Bangkok.

Thonburi dipilih oleh Raja Taksin sebagai ibu kotanya. Raja Taksin membangun istananya dan bangunan-bangunan utama lainnya di tepi kanan Sungai Chao Phaya. Kota Thonburi ini terletak di area kanan dan kiri tepi sungai.

Raja Taksin menetapkan ibu kotanya di sepanjang aliran sungai, karena ia takut akan serangan orang-orang Burma, seperti Ayutthaya yang pernah diduduki oleh tentara Burma pada tahun 1767. Bila terjadi serangan, sungai merupakan pilihan yang tepat untuk melarikan diri. Mereka mempertahankan aliran sungai, tidak hanya di sepanjang ibu kota. Ia dapat menaikkan orang-orang dan pasukannya ke kapal dan kemudian membuat pintu gerbang di Chao Phaya. Benteng tua Chantaburi didirikan sebagai tempat tujuannya di pantai timur yang sekarang dikenal sebagai Kamboja.

Di lain pihak, saat Chao Phaya Chakri menjadi Raja Siam, orang Burma bukanlah merupakan ancaman lagi bagi Siam. Sebab Siam sudah memiliki kekuatan yang sama dengan Burma. Rama I tidak menganggap tempat ini sebagai rute untuk melarikan diri lagi, tapi merupakan pertahanan yang kuat. Ia juga tidak bermaksud mengosongkan ibu kotanya dari barisan orang Burma, tapi mempertahankannya. Sungai yang mengalir melalui ibu kota sebenarnya tidaklah menguntungkan, karena sulit untuk mengontrol keamanan pintu masuknya. Akhirnya ia mengubah konsentrasinya ke sisi paling timur, termasuk kerajaannya. Ia mengabaikan orang barat, dan beralih ke daerah yang lebih besar yaitu Thonburi.

Di area paling timur Thonburi diruntuhkan sebagai tempat bagi istananya. Di akhir abad ke-18, area istana sekarang ditempati oleh penduduk Cina. Chao Phaya Chakri memindahkan masyarakat Cina sekitar tiga kilometer di hilir. Area tersebut kemudian terkenal dengan nama Sampheng. Saat ini orang-orang Cina masih tinggal di area tersebut, dan Jalur Sampheng terkenal sebagai tempat belanja yang terkenal. (after it had been a red-light district for many decades).

Pembangunan Istana Kerajaan dan Kuil Buddha Emerald telah selesai pada tahun 1785. Dengan ibu kota yang baru di area paling timur itu, Chao Phaya juga memberikan nama baru "Krung Thep Maha Nakhon Amorn Rattanakosindra Mahindrayutthaya Mahadilokpop Noparattana Radchhani Burirom Udom Rachnivet Mahastan Amorn Pimarn Avatarn Satit Sakatuttiya Vishnukarm Prasit". Dalam bahasa Indonesia : "Kota Malaikat, Kota dan Kediaman Buddha Emerald yang Agung, Kota Dewa Indra yang tak Terkalahkan, Ibu Kota Terbesar di Dunia, Diberkati dengan Sembilan Permata Berharga, Kekayaan Berlimpah di Istana Kerajaan yang Mirip dengan Surga dimana Dewa Reinkarnasi Tinggal, sebuah Kota yang diberikan oleh Indra dan Dibangun oleh Vishnukarm". Karena terlalu panjang, maka biasa disingkat menjadi Krung Thep saja. Dan agar lebih mudah diucapkan, orang-orang barat menyebutnya menjadi Bangkok.

 

back to content page


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/thailand/e-03bang/et-ban10.htm
Mail to Editor / Webmaster
Copyright Asiamaya.com 2000 - About Asiamaya Dotcom
PT Asiamaya Dotcom Indonesia
Jl. Tanjung Selor No.17 A-B, Jakarta 10150
Phone : (021) 6320429 - Fax : (021) 63862019 - E-mail : asiamaya@cbn.net.id

Other Asiamaya domains : asiasecurities-online.com bintangindonesia.com jakartastreets.com lechicmedan.com northsumatratravel.com notarisindonesia.com qualitysuitesmedan.com undang-undangindonesia.com worldfamilylaw.com worldpostalcharges.com doktergigiindonesia.com resepmemasak.com sumatrautara-online.com usmarriagelaw.com uspostalcharges.com worldmarriagelaw.com

Please also see the following travel-related domains: asiamaya.com bali-hotels.net bali-travel.net bandunghotels.net borobudur-travel.com hotels-bali.net hotels-indonesia.com jaheafrica.com jaheamerica.com jaheaustralia.com jahebali.com jaheurope.com jahehongkong.com jahemalaysia.com jahesingapore.com jahethailand.com jakarta-hotels.org kalimantantravel.com manadohotels.net medantravel.com northsumatratravel.com oneasiatravel.com panorama-convex.com panorama-leisure.com panorama-tours.com panorama-travel.net solohotels.net sulawesi-travel.com sumatra-travel.com surabayahotels.net ubudtravel.com yogyakartahotels.net