|
Uzbekistan
/ Sejarah / Pada Periode Stalinis
Pada
tahun 1929 orang Tajik dan republik Sosialisasi
Soviet Uzbek dipisahkan. Sebagai ketua Uzbek pesta
komunis, Khojayev berkuasa atas dasar pemerintahan
Soviet semasa kolektifikasi untuk pertanian pada
akhir tahun 1920an dan pada awal tahun 1930an
dan, pada waktu yang sama, dicoba untuk menambah
keikut sertaan Uzbek dalam pemerintahan. Ketua
Soviet Joseph V Stalin mengira tujuan untuk semua
pembentukan awal ketua nasional dalam republik
bukan Kesatuan Rusia Soviet. Sebelum akhir tahun
1930an, Khojayev dan sekelompok orang secara menyeluruh
berwujud dalam kedudukan tinggi dalam republik
Uzbek yang telah di tahan setelah Stalinis di
singkirkan.
Serta
penghancuran warga negara, pemerintah dan pesta
kedudukan di Uzbekistan diisi dengan orang-oarang
setia di pemerintahan Moskow. Dasar ekonomi menegaskan
tentang perbekalan kapas kepada Uni Soviet, ke
dalam yang bukan termasuk ke bidang pertanian.
Pada waktu perang dunia ke II, banyak tumbuhan
perindustrian dari Rusia Eropa yang di pindahkan
ke Uzbekistan dan bagian lain ke bagian Asia tengah.
Penduduk asli Uzbek secara menyeluruh telah digunakan
dalam daerah pertanian di negara tersebut, yang
menjadikan alasan kota menjadi semakin bertambah
besar Taskent Russifi dan kota besar lainnya.
Pada waktu perang, selain Rusia yang pindah ke
Uzbekistan, rakyat seperti Tatar Crimea, Chechen,
dan Korea di buang ke republik Uzbek oleh Moskow
melihat mereka sebagai unsur subversif di Rusia
Eropa.
back
to content page
|