|
Hanoi
Kota
Hanoi, ibu kotaVietnam, berada di tepi Sungai
Merah, sekitar 100 kilometer dari muaranya.
Tempat tersebut mulai dihuni kira-kira sejak abad
ke-3 SM.
Pada
tahun 1010, Hanoi yang waktu itu di kenal
dengan nama Thang Long, menjadi ibu kota
pertama dinasti Vietnam semenjak terbebas dari
bangsa Cina. Kota itu mendapatkan namanya yang
sekarang Hanoi pada tahun 1831. Walaupun
demikian, pada saat itu bukan Hanoi yang menjadi
ibu kota kerajaan Vietnam, tapi Hué.
Pada
tahun 1882, Hanoi ditaklukan oleh pasukan ekspedisi
Perancis. Pada tahun 1883, daerah-daerah utara
kerajaan Vietnam yang tidak diduduki pasukan Perancis,
menerima status sebagai daerah perlindungan
Perancis. Secara administratif, negara dipecah
menjadi koloni Cochin China (di selatan)
dan daerah perlindungan Annam (Vietnam
pusat) dan Tonkin (Vietnam Utara). Hanoi
menjadi ibu kota daerah perlindungan Tonkin.
Sebagian
besar yang ada di Hanoi saat ini, dibangun pada
masa pendudukan kolonial Perancis. Jalan-jalan
besar yang lebar dan bangunan-bangunan yang menjadi
pesona kota Hanoi, kelihatan jelas bahwa semuanya
diilhami oleh gaya arsitektur Perancis.
Pasukan
Perancis meninggalkan Hanoi setelah kekalahan
mereka di Dien Bien Phu. Berdasarkan Perjanjian
Jenewa yang ditandatangani pada tanggal 20
Juli 1954, Vietnam dibagi menjadi dua negara yang
terpisah. Pemerintah Ho Chi Minh menjadikan Hanoi
sebagai ibu kota Vietnam Utara sekaligus sebagai
kota pusat industri.
Selama
aksi pengeboman yang dilakukan oleh pasukan AS
(Maret 1965-Oktober 1968), pemerintah mengungsikan
75% penduduk Hanoi. Setelah aksi pengebomam berakhir,
kondisi kota Hanoi pulih secara cepat. Sekarang,
jumlah penduduk Hanoi sudah lebih dari tiga
juta jiwa.
Meskipun
demikian, kota tersebut tidak sepadat kota Ho
Chi Minh, yang dulunya Saigon. Dan walaupun secara
politis Hanoi adalah ibu kota negara, namun dalam
hal perekonomian, kota Ho Chi Minh lebih maju.
back
to content page
|